Pojok Gaijin Cetak E-mail
(2 votes)

Meneladani Budaya Tertib Masyarakat Jepang

Pojok GaijinIngatan yang seketika terlintas waktu menyebut Jepang adalah kemajuan teknologinya. Selain itu, budaya masyarakatnya yang memegang teguh kedisiplinan dan kerja keras. Lewat buku berjudul Pojok Gaijin ini, pembaca bisa mengenal secara lebih intens berbagai kebiasaan atau budaya Negeri Sakura yang patut dipelajari dan diteladani.

Jepang memiliki keistimewaan, seperti keteguhannya dalam menjaga tradisi dan budaya lokal meskipun teknologinya sudah sangat berkembang. Hal tersebut tentu menjadi menarik diteladani karena juga memiliki kekayaan aneka budaya meski dalam hal teknologi Indonesia tertinggal jauh. Kesamaan Indonesia dan Jepang antara lain dapat dilihat dari karakteristik kota-kotanya.

Misalnya, di sini ada Yogyakarta, dan Jepang memiliki Kanazawa. Yogyakarta kental kebudayaan Jawa dengan tradisi yang masih erat dipegang warganya. Selain itu, kota pelajar ini dikenal sebagai kota budaya. Hal itulah yang mirip dengan Kota Kanazawa di Jepang.

Namun, yang mesti ditekankan di sini bukan hanya persamaan. Justru yang penting melihat perbedaan keduanya untuk bisa membandingkan dan selanjutnya mencontoh.

Di Kanazawa, transportasi kota menggunakan sepeda dan sebagian angkutan umum atau kereta (halaman 13-18), di Yogyakarta sudah didominasi kendaraan pribadi seperti sepeda motor atau mobil.

Ketika menerima turis asing, masyarakat Indonesia cenderung antusias menggunakan bahasa Inggris. Warga Jepang menyambutnya tetap menggunakan bahasa lokal. Malahan masyarakat Matahari Terbit mengupayakan turis asing “ikut” berbahasa Jepang.

Untuk mendukungnya, para mahasiswa asing didorong kursus bahasa Jepang di kampus-kampus yang memang sengaja disediakan (halaman 30). Langkah tersebut bukan berarti mengesampingkan pentingnya bahasa Inggris, namun yang hendak ditekankan adalah kebanggaan menggunakan bahasa ibu sendiri.

Masyarakat Jepang paling menghargai waktu. Kedisiplinan menggunakan waktu semakin ditegaskan lewat suatu standard time yang berlaku secara nasional. Namanya Japan Standart Time atau JST (halaman 114). Dengan standar waktu tersebut, para pekerja, pegawai, dan pelajar menjadi terbiasa bekerja tepat dan tidak mengenal terlambat.

Bangsa Indonesia harus banyak belajar karena kerap membudayakan “jam karet” atau mengulur-ulur waktu ketika mau bekerja atau menghadiri suatu acara. Kebiasaan tersebut seakan-akan sulit dihilangkan karena sudah membudaya dalam masyarakat kita.

Pada titik inilah Indonesia mesti mencontoh komitmen masyarakat “saudara tua” tersebut dalam menghargai waktu. Masyarakat Nippon juga menjunjung tinggi budaya malu dalam kehidupan sehari-hari. Contoh, mereka malu membuang sampah tidak pada tempatnya.

Warga malu tidak antre. Mereka malu merusakkan atau ribut sehingga mengganggu ketertiban umum. Kebiasaan yang baik tersebut perlu dicontoh demi mewujudkan masyarakat berdisiplin dan maju. (Al Mahfud - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul 

: Pojok Gaijin

Penulis

: Rizal Dwi Prayogo

Penerbit 

: DIVA Press

Tahun

: 2014

Genre 

: Sosial & Budaya - Jepang

Tebal

: 206 Halaman 

ISBN

: 978-6022-555-97-1

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA - JEPANG

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25229976

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit