Jalan Kesucian Ibu Teresa Cetak E-mail
(1 vote)

Menimba Kekuatan Rohani dari Ibu Teresa

Jalan Kesucian Ibu TeresaSalah satu tokoh paling populer abad lalu adalah Bunda Teresa, biarawati kelahiran Irlandia, yang lama mengabdi dan wafat di India. Banyak orang, terutama kaum miskin, kehilangan seorang ibu yang baik dan penuh pengabdian ketika Bunda Teresa wafat. Totalitas dalam melayani orang miskin tak diragukan. Pantas bila akhirnya dia diberi gelar Orang Kudus, Santa.

Buku Jalan Kesucian Ibu Teresa hanya sebagian dari sekian banyak karya yang telah ditulis orang mengenai biarawan ordo Cinta Kasih ini. Buku ini terdiri atas banyak judul di dalam daftar isi. Namun, di dalam daftar isi ada bagian yang dicetak tebal. Barangkali itu dimaksudkan sebagai sesi/bagian. Ada tujuh bagian yang dicetak tebal: Pergulatan Rohani (31), Relasi dengan Allah (73), Terpikat dan Terikat pada Pribadi Yesus (103), Doa (133), Pribadi dalam Gereja (167), Jalan Kesucian: Kasih (189).  Total halaman vi+212.

Sudah begitu banyak buku tentang Santa Teresa diterbitkan, namun sepertinya tiada habis-habisnya karunia yang dapat dijabarkan dalam tulisan. Bunda Teresa begitu penuh dengan sumber “berita” kebaikan dan keteladanan. Buku ini mencoba menyoroti spiritualitas hidup dan pergulatan rohani Bunda Teresa. Allah-lah yang selalu menjadi tatapan dan sumbernya. Jalan kesucian yang ditawarkannya tiada lain adalah jalan kasih (cover belakang).

Kekudusan Bunda Teresa terletak pada keintiman hubungannya dengan Allah. Maka dari itu, doa tak pernah lepas dari kehidupannya. Bahkan, boleh dikata seluruh hidup Bunda Teresa adalah rangkaian doa sepanjang hari. Doa adalah sumber hidup dan pelayanan Bunda Teresa. Itu pula yang dikenalkan dalam buku ini lewat Doa Harian Ibu Teresa dan Doa Pancaran Cinta Kasih Tuhan (hal. 206–207).

Cinta dan pelayanan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari doa dan hidup Ibu Teresa. Hal itu bisa dilihat dari petikan doanya. “Ya Tuhan, jadikanlah kami berguna untuk melayani sesama manusia di seluruh dunia yang hidup dan mati dalam kemiskinan dan kelaparan....” (hal. 206). “Ya Tuhan Allahku, tolonglah aku menyebarkan keharuman-Mu ke mana saja aku pergi, penuhilah jiwaku dengan semangat dan hidup-Mu. Resapi dan kuasailah seluruh pribadiku sedemikian rupa sehinga seluruh hidupku hanyalah merupakan pancaran cinta kasih-Mu....” (hal. 207).

Bunda memang tidak pernah mampu melepaskan diri dari doa. Sebab doa sebagai satu-satunya kekuatan berkarya. “Doa tidak pernah bisa digantikan dengan karya sehingga betapa pun besar karya dan kerasulan yang dijalankan, semua tetap tidak bisa menghapuskan kebutuhan untuk berdoa,“ ( hal. 141).

Kekuatan lain yang tak terpisahkan dari doa adalah devosi kepada Hati Kudus Yesus. Devosi adalah doa mohon kekuatan kepada Sakramen Mahakudus. Ini banyak dilakukan umat Katolik yang ingin menimba sumber kekuatan dari-Nya. Ini pula yang dilakukan Teresa kecil. Sewaktu kecil dia sudah belajar “memanfaatkan” kekuatan dari devosi.

“Devosi kepada Hati Kudus Yesus yang bersemayam dalam Sakramen Mahakudus sudah tertanam sejak dia masih kecil. Sejak kecil, di paroki, dia sudah belajar membangun kekuatan hidup dari Sakramen Mahakudus sehingga tertanam kuat dalam dirinya devosi kepada Hati Kudus Yesus,” (hal. 157).

“Dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh 2: 17). Kutipan dari  hal. 74 ini menggambarkan betapa Bunda Teresa selalu mengandalkan Allah sebagai sumber hidup. Tak salah masyarakat dapat belajar dari Bunda Teresa dalam membangun rohani sehingga menjadi kekuatan tak terkalahkan dalam melayani, mengabdi, dan membantu orang miskin agar mereka merasa dihargai serta dimanusiakan. (Ign Dhama Wahyu S - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul 

: Jalan Kesucian Ibu Teresa

Penulis

: T Krispurwana Cahyadi, SJ

Penerbit 

: Obor

Tahun

: 2003

Genre 

: Katolik

Tebal

: 212 Halaman 

ISBN

: 979-565-320-2

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KATOLIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31883054

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit