Rindu Melangkah ke Tanah Suci Cetak E-mail
(4 votes)

Mengungkap Fadhilah-Fadhilah Ibadah Haji

Rindu Melangkah ke Tanah SuciJutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia suatu waktu akan menjadi  tamu Allah, datang ke tanah suci. Mereka datang, untuk satu tujuan yakni memenuhi panggilan-Nya, untuk melaksanakan ibadah haji. Dan dibelakang mereka, khususnya di Indonesia, antrean pendaftar haji pun terus mengular, daftar tunggunya hingga 14 tahun ke depan.

Kerinduan seseorang pada tanah suci memang tidak akan luntur, bahkan ia ingin mengunjunginya setiap saat jika mampu. Rasa rindu itu juga yang melandasi ulama-ulama besar dulu melaksanakan puluhan kali ibadah haji kendati dengan berjalan kaki dan tanpa alas kaki, seperti Hasan ad-Dinawarly,  Ali bin Syu’aib, Abul Abas, dll. Selain, karena ibadah haji merupakan satu rukun Islam, tingginya rasa rindu juga terpacu oleh besarnya fadhilah yang terdapat dalam ibadah tersebut. Beragam fadhilah atau keutamaan tersebut itulah yang menjadi fokus pembahasan buku ini.

Keagungan fadhilah ibadah haji ternyata melebihi keutamaan berperang. Imam Malik pun mengatakan lebih suka berhaji daripada perang, terkecuali pada tahun itu adalah tahun diintruksikan perang atau berada di tengah lautan. Hal itu tak berlebih, sebab Nabi pun mengibaratkan haji dan umrah sebagai sebuah jihad tanpa memerlukan senjata.

Keutamaan haji bisa dicerna dari sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, yakni bahwa apabila seseorang keluar meninggalkan keluarganya untuk berhaji, berjalan selama tiga hari tiga malam maka akan keluar dosanya seperti orang bayi yang baru lahir dari ibunya. Dalam hari-harinya ia memiliki derajat. Dalam riwayat lain Nabi bersabda bahwa setiap orang yang keluar untuk menunaikan haji atau umrah setiap kakinya menginjak ke tanah dan diangkat maka akan berguguran dosa-dosanya dari dirinya seperti bergugurannya daun-daun dari pepohonan. Melihat dari hadits tersebut,  layak sekali bila disabdakan bahwa tidak ada pahala bagi haji atau umrah yang mabrur, kecuali surga (hal.36-38).

Namun bila dilihat sepintas, ritual-ritual atau amalan dalam ibadah haji hanya ritual biasa yang sepi dari arti, seperti talbiyah, ifadhah, melontar jamrah, bercukur, menginap di Mina, dll. Semuanya terlihat hanya sebuah simbolisasi kerontang akan keutamaan.

Padahal, pada setiap amalan-amalah haji dan umrah Allah telah meletakkan banyak fadhillah besar. Talbiyah atau menyeru dengan suara tinggi dengan sebuah lafadz tertentu misalnya, meski sebuah amalan sunat tapi merupakan satu dari tiga lafadz yang dibanggakan oleh Allah kepada para malaikat; suara adzan, takbir fi sabilillah, dan meninggikan suara talbiyah. (hal.68)

Wukuf di Arafah juga merupakan ibadah yang dibanggakan Allah. Saat itu, Dia berkenan “turun” ke langit bumi lalu membanggakan orang yang wukuf di hadapan malaikat; "Lihatlah hamba-Ku! Mereka datang dengan muka kusut dan berdebu dari segenap penjuru yang jauh. Saksikanlah bahwa aku telah mengampuni mereka." (hal.73)

Keutamaan besar terdapat pula pada ritual melontar jamrah. Setiap butiran kerikil yang dilempar merupakan penyebab terampuninya dosa, termasuk dosa besar. Perintah mencukur rambut saat di Mina juga kaya akan fadhilah. Dalam beberapa hadits, Nabi mengabarkan fadhilah besar tersebut, antara lain (1) setiap helai yang jatuh dari kepala (saat dicukur) akan menjadi cahaya kelak di akherat, (2) membuat kepala yang dicukur tidak akan tersentuh api neraka, (3) tiap helai rambut yang tercukur mengadung kebaikan dan menghapus kesalahan. (hal.93-96)

Sedang keutaman terbesar dari ibadah haji tercurahkan saat seseorang melakukan thawaf dan sa’i. Diriwayatkan oleh Hasan al-Basrhi, sesungguhnya Allah memiliki 120 rahmat untuk ka’bah yang diturunkan setiap hari. Enam puluh untuk orang yang thawaf, empat puluh untuk orang yang beriktikaf dan dua puluh untuk orang yang melihatnya. Banyak sabda Nabi yang mempetegas keutamaan thawaf ini, diantaranya hadits yang menyebutkan bahwa barang siapa thawaf tujuh kali, akan ditulis setiap langkahnya satu kebaikan, dihapus kesalahannya, ditinggikan derajatnya, dan baginya sepadan dengan memerdekakan budak. Sementara orang yang datang ke ka’bah semata karena Allah, lalu thawaf, akan diampuni dosa-dosanya seperti bayi yang baru lahir dari ibunya. (hal.115-119)

Buku ini selanjutnya memaparkan keutamaan tempat-tempat mulia. Sebut saja Hajar Aswad, makam Nabi Muhammad, masjid Nabawi, masjid Haram, sampai dengan mengupas keutamaan dan manfaat air Zamzam. Semua hal tersebut dikupas berlandaskan pada sumber utama hukum Islam, yakni al-Quran, hadits nabi serta pendapat para ulama ahli ijtihad sehingga membuat buku ini layak untuk dijadikan referensi bagi setiap orang Islam. (Moh. Romadlon)

 

Judul 

: Rindu Melangkah ke Tanah Suci

Penulis

: Imam Zainul Abidin Mar’i bin Yusuf

Penerbit 

: Tinta Medina

Tahun

: 2014

Genre 

: Islam - Ibadah Haji

Tebal

: 216 Halaman 

ISBN

: 978-6022-579-31-1

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM - IBADAH HAJI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447859

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit