Quantum Teaching Cetak E-mail
(1 vote)

Menyulap Ruang Kelas Menjadi Ruang Orkestra

Quantum TeachingSecara umum, ruang kelas bagi siswa laksana penjara saja. Guru-guru di mata mereka tak ubah seorang sipir galak yang akan memberi sejuta tugas berat. Sehingga, sepanjang pelajaran praktis siswa pikiranya lebih banyak menunggu dan tertuju pada bunyi bel istirahat atau pulang yang bermakna sebuah kebebasan. Mirisnya, hal ini mesti mereka nikmati sepanjang dan setiap hari. Sangat menyiksa.

Mungkin situasi kelas yang ‘mencekam’ seperti di atas masih mampu mencetak siswa berotak cerdas, tapi tidak akan sanggup mencetak siswa dengan sejuta kreativitas cerdas. Dari keprihatinan akan hal tersebut, Bobbi DePorter meluncurkan metode Quantum Teaching yang dibantu oleh Mark Reardon, M.S –mantan guru dan pendiri Intertrainment, sebuah firma konsultasi pendidikan– dan Sarah Singer –seorang guru dan pelatih yang telah memenangi pelbagai penghargaan.

Penerapan metode ini dimulai di SuperCamp, sebuah program percepatan Quantum Learning yang ditawarkan Learning Forum, yaitu sebuah perusahaan pendidikan internasional yang menekankan perkembangan akademis dan keterampilan pribadi. Hasilnya, murid-murid yang mengikuti SuperCamp mendapatkan nilai lebih baik, lebih banyak berpartisipasi, dan merasa lebih bangga terhadap diri sendiri. (hal. 32)

Segala strategi, model, dan keyakinan Quantum Teaching bermuara pada konsep sederhana; Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Dengan konsep tersebut, guru diharuskan mampu menjalin kedekatan emosional dengan para siswa dengan memasuki dunia mereka. Setelah berhasil barulah membawa mereka ke dalam dunia baru dengan memberi pemahaman baru versi sang guru. (hal. 35)

Model Quantum Teaching hampir sama dengan sebuah simfoni yang terbangun dari berbagai unsur. Unsur-unsur tersebut terbagi menjadi dua katagori; konteks dan isi. Unsur-unsur itu berpadu dan, kemudian, menciptakan pengalaman bermusik yang menyeluruh.

Konteks adalah latar yang meliputi lingkungan, suasana, landasan, dan rancangan. Lingkungan meliputi cara guru menata ruang kelas: pencahayaan, warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman, musik –semua yang mendukung proses belajar. Semua itu berbicara. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu atau menghambat belajar. Guru dituntut mampu menciptakan lingkungan yang memacu belajar dan meningkatkan daya ingat siswa. (hal. 103)

Misalnya pemasangan poster ikon akan menampilkan isi pelajaran secara visual, poster afirmasi akan menguatkan dialog internal siswa. Pengaturan bangku akan mendukung hasil belajar. Pengorkestrasian unsur-unsur tersebut dalam lingkungan kelas sangat berpengaruh pada kemampuan guru untuk mengajar lebih banyak dengan usaha lebih sedikit. (hal. 116)

Selanjutnya guru dituntut membangun suasana. Penelitian menunjukkan bahwa suasana kelas adalah penentu psikologi utama yang memengaruhi belajar akademis. Bahan-bahan untuk membangun suasana yang bagus adalah niat, hubungan, kegembiraan dan ketakjuban, pengambilan resiko, rasa saling memiliki, dan keteladanan. (hal. 49)

Seperti suasana, landasan yang kukuh berperan sebagai bagian penting dari komunitas belajar. Meskipun aspek-aspek setiap landasan bersifat unik dan individual, unsur-unsur dasarnya sama, yaitu adanya kesamaan tujuan, prinsip, dan nilai-nilai, keyakinan kuat mengenai kemampuan belajar dan mengajar, serta kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan peraturan yang jelas. (hal. 79)

Sementara untuk bisa memacu kesuksesan siswa semua unsur konteks harus diorkestrasikan dalam sebuah rancangan yang teriliput dalam kata TANDUR; Tumbuhkan (guru senantiasa menyertakan diri siswa, memikat, dan memuaskan mereka); Alami (guru harus memberikan dan menumbuhkan kebutuhan untuk mengerti); Namai (guru harus memberi data tepat saat minat memuncak); Demonstrasikan (guru harus memberi kesempatan siswa untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru); Ulangi (guru harus merekatkan gambaran keseluruhan); Rayakan  (guru tak segan merayakan kemajuan yang dicapai siswa). (hal. 128) 

Unsur kedua dalam Quantum Teaching yang tak kalah penting dari konteks adalah isi. Isi di sini merupakan langkah untuk menjadi Quantum Teacher, yakni seorang guru yang mampu mengkomunikasikan bahan ajar dengan efektif pada siswa dengan memaksimalkan semua unsur-unsur konteks yang ada. Dan komunikasi paling efektif adalah keteladanan. (hal. 157)

Bagaimana Guru selalu mengupayakan setiap karakter dapat memiliki peran dan membawa sukses dalam belajar merupakan inti ajaran Quantum Teaching. (Moh. Romadlon)

 

Judul

: Quantum Teaching

Penulis

: Bobbi DePorter, Mark Reardon, dan Sarah Singer-Nourie

Penerbit 

: Kaifa Learning

Tahun

: 2014

Genre 

: Dunia Pendidikan

Tebal

: 288 Halaman

ISBN

: 978-6027-870-40-6

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
DUNIA PENDIDIKAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29379574

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit