Wekwekwek… Kaya dari Beternak Bebek Petelur dan Bebek Pedaging Cetak E-mail
(3 votes)

Kaya dengan Beternak Bebek

Wekwekwek… Kaya dari Beternak Bebek Petelur dan Bebek PedagingBebek termasuk unggas yang paling banyak dikonsumsi orang karena kelezatan tekstur rasanya dalam berbagai jenis olahan masakan. Sebab itulah beternak bebek merupakan salah satu lahan potensial untuk menghasilkan pundi-pundi uang. Buku cerdas ini memberikan gambaran tentang tata cara beternak bebek, baik petelur maupun pedaging, mulai dari pengenalan jenis, cara memelihara, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit. Penentuan lokasi peternakan turut menentukan produktivitas bebek; bahwa lokasi harus jauh dari pemukiman warga, jauh dari keramaian, kondisi lahan yang baik, dekat sumber air, dan memiliki akses transportasi yang mudah dijangkau. Kemudian sistem perkandangan, baik battery, ranch, postal. Teknik pembibitan dari mulai pemilihan calon induk, proses reproduksi dan perkawinan, penetasan telur pun dirinci. Tata cara pemberian pakan berdasar fase umur (lengkap dengan gambaran biaya yang dibutuhkan) juga dibeber secara detail, di mana hal itu merupakan faktor utama penentu produktivitas peternakan. Termasuk pengenalan terhadap beragam jenis penyakit bebek beserta langkah-langkah penanganannya. Dengan lugas penulis buku ini memberikan panduan, baik untuk pemula maupun profesional. Ketidaktahuan ada hal-hal teknis (yang kadang dianggap remeh) semacam ini sering menjadi sandungan awal.

Telur adalah salah satu komoditas utama yang dihasilkan ternak bebek. Tiap jenis bebek memiliki potensi yang berbeda-beda. Jenis Indian Runner (Anas Javanica) produksi telur rata-rata 250-300 butir per tahun dengan berat sekitar 70gram/butir. Yang termasuk dalam jenis ini adalah bebek Tegal yang mulai produktif di minggu ke-22 sampai 24, bebek Mojosari yang mulai produktif di usia 6-7 bulan, bebek Magelang, serta bebek Karawang. Sementara jenis bebek Bali (Anas SP) produksi telur rata-rata 200-225 butir per tahun dengan berat sekitar 60 gram. Yang termasuk dalam jenis ini adalah bebek Bali dengan warna bulu sumi, bebek Bali dengan bulu sumbian, serta bebek Bali berbulu sikep. Kemudian jenis bebek Alabio atau banar yang produksi rata-rata telurnya 220-250 butir per tahun dengan berat rata-rata 60 gram per butir. Serta jenis bebek Khaki Campbell yang produksi rata-rata telurnya 150-175 butir per tahun dengan berat rata-rata 60 gram per butir (halaman 75-86). Dengan penggambaran yang jelas dan rinci, diharapkan bagi yang tertarik dengan peluang ini akan mampu membaca mana yang memiliki prospek besar di pasar. Apalagi kemudian penulis juga memaparkan perihal langkah-langkah untuk memulai dari awal, menggambarkan masalah apa saja yang sering dihadapi, bagaimana memanfaatkan bebek yang sudah afkir, termasuk analisis usahanya.

Komoditas berikutnya adalah daging. Selain bebek petelur dapat pula dijadikan bebek pedaging, ada juga bebek yang diternak khusus sebagai pedaging. Bebek Peking merupakan jenis pedaging yang paling potensial karena pertumbuhannya yang lebih cepat daripada ayam serta beberapa kelebihan lainnya. Ada juga bebek Serati (mentok), bebek PMp (persilangan bebek Peking dengan Mojosari putih), bebek Raja, bebek Aylesbury, dan bebek Cayuga. Seperti halnya pada bebek petelur, prospek beternak bebek padaging kemudian juga dibeberkan secara gamblang, mulai dari persiapan sebelum beternak bebek, pemeliharaan berdasar fase umur, serta prospek pemasarannya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa olahan daging bebek banyak digemari para kuliner karena rasa dagingnya yang khas. Ini tentu bisa menjadi sumber peluang lain yang bisa diambil untuk tambahan pemasukan.

Bagi yang masih takut-takut melirik usaha peternakan bebek, pada bagian akhir buku ini diberikan simulasi lengkap perhitungan usahanya, termasuk beberapa kisah inspiratif para peternak yang telah lebih dahulu menuai kesuksesan. Nah, apakah tertarik mau mencoba? Apalagi selain telur dan daging, bulu dan kotoran bebek ternyata juga bisa diberdayakan. *

(Adi Zam-Zam)

Judul

: Wekwekwek… Kaya dari Beternak Bebek Petelur dan Bebek Pedaging

Penulis

: Om Mulyadi

Penerbit 

: Flash Books

Tahun

: 2014

Genre 

: Peternakan

Tebal

: 151 Halaman

ISBN

: 978-6022-555-74-2

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29379950

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit