How to Make a Baby, Mommy? Cetak E-mail
(10 votes)

Pendidikan Seks Dimulai Sejak Dalam Kandungan

How to Make a Baby, Mommy?Salah satu hak dasar anak, menurut Seto Mulyadi, adalah hak mendapatkan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Namun, saat ini banyak dijumpai anak-anak menjadi korban kekerasan seksual, yang celakanya dilakukan orang-orang terdekatnya (semisal kakek, saudara tiri, bahkan guru sekolah) yang seharusnya melindungi mereka.

Fenomena tersebut tentu sangat memprihatinkan dan termasuk pelanggaran terhadap hak anak. Salah satu penyebabnya adalah karena ketidaktahuan anak-anak itu sendiri akan adanya bahaya kekerasan seksual yang sewaktu-waktu datang mengancam mereka. Pelaku kerap membungkusnya dengan perilaku manis dan itu seolah merupakan bagian dari kasih sayang yang ditumpahkan pada anak-anak.

Imbasnya, saat remaja, anak menjadi mudah terperangkap dalam perilaku menyimpang karena ketidaktahuannya atas informasi yang benar mengenai seks. Sebagaimana terungkap dari hasil survei Komnas Perlindungan Anak (2007) bahwa 97% remaja SMP dan SMA di 12 kota besar di Indonesia pernah melihat film porno, 93,7% pernah melakukan ciuman, dan 21,2% remaja SMP mengaku pernah melakukan aborsi.

Ini semua adalah bentuk pembiaran atas tindak kekerasan pada anak yang mengakibatkan rusaknya perkembangan jiwa mereka di masa depan. Maka, diperlukan langkah nyata untuk menyelamatkan anak-anak sejak saat ini. Salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan seks pada mereka sejak usia dini, sebagai upaya untuk mencegah kemungkinan terjadinya kekerasan seksual pada anak, mencegah terjadinya perilaku seks menyimpang, dan lain sebagainya (hal vii).

How to Make a baby, Mommy? berisi kumpulan kisah orangtua saat menghadapi beragam pertanyaan polos anak-anaknya seputar seks. Diperlukan langkah cerdas untuk menjawab pertanyaan mereka, bukan malah mengalihkan pada hal lain agar anak berhenti bertanya. Mengalihkan pertanyaan anak tentu bukan solusi, justru akan membuat tanda tanya di benak anak kian besar sehingga mereka akan berusaha mencari informasi dari teman-teman atau bahkan orang lain. Iya jika informasi yang diserap benar, tapi jika salah maka ini sangat berbahaya bagi perkembangan psikologi mereka ke depannya.

Kemajuan teknologi serta arus informasi yang begitu deras, menuntut peran orangtua (sebagai penyedia informasi utama bagi buah hati) menjadi lebih besar. Paradigma dalam memberikan pendidikan seks telah banyak berubah belakangan ini. Jika sebelumnya ada anggapan bahwa masa balita adalah saat terbaik untuk memulai, belakangan ini ada anjuran untuk memulai pendidikan seks pada anak sejak dalam kandungan.

Ya. Pendidikan seks yang sebenarnya, dimulai dari kandungan. Yaitu dari harapan orangtua terhadap jenis kelamin anak yang dikandungnya. Hal tersebut akan berpengaruh pada perlakuan terhadap anak dan penerimaan anak terhadap gender. Memang, harapan terhadap jenis kelamin boleh saja, dengan syarat ketika harapan tidak terpenuhi, orangtua tidak boleh kecewa.

Misalnya, anak perempuan yang masih dalam kandungan diharapkan orangtuanya terlahir sebagai laki-laki. Secara tak sadar, orangtua mungkin akan memperlakukannya sebagai anak laki-laki karena kurang dapat menerima kenyataan bahwa anaknya terlahir perempuan. Akibatnya, dalam pertumbuhannya, anak merasa tidak berbeda dengan teman laki-lakinya, padahal secara fisik dia adalah perempuan. Hal ini akan berpengaruh terhadap bagaimana kelak anak mengidentifikasikan dirinya (hal 12-14).

Pendidikan dalam kandungan inilah yang akan menjadi dasar pendidikan seks untuk balita. Konsep pendidikan seks yang utama bagi balita adalah mengenalkan rasa malu dan membentuk kesadaran gender yang benar. Pada saat usia TK, mereka akan merasa dengan jelas sebagai laki-laki atau perempuan.

Orangtua dapat memulainya dengan mengenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan secara fisik, sekaligus bagaimana cara merawat organ seksual dengan baik. Orangtua dituntut untuk banyak menyerap informasi melalui buku-buku bacaan dan pengalaman teman-teman terdekat seputar anatomi dan fungsi tubuh manusia, terutama organ-organ reproduksi. Terkait hal ini, dibutuhkan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Berkomunikasi menyangkut hal berbicara dan mendengar. Menjadi pendengar yang aktif, adalah sebuah langkah awal untuk mengerti dan memahami anak-anak (hal 19-25).

Memberikan pendidikan seks pada anak-anak tak dapat dilakukan hanya dengan sumber informasi tunggal. Maka, orangtua harus bekerja sama dengan guru mereka di sekolah, saudara-saudara, eyang-eyang, om dan tante, juga pada pengasuhnya. Jangan sampai mereka ditertawakan saat bertanya pada orang-orang terdekatnya, sehingga menyebabkan mereka menjadi enggan bertanya dan akhirnya mendapat informasi yang salah dari sumber yang salah.

Buku ini layak diapresiasi sebagai sumbangan nyata dalam bentuk panduan bagi para orangtua untuk melindungi anak dan menyelamatkan mereka dari berbagai penyimpangan dan kemungkinan adanya kekerasan seksual. (Sam Edy Yuswanto)

***

 

Judul

: How to Make a Baby, Mommy?

Penulis

: Pasi Sahlberg

Penerbit 

: Kaifa

Tahun

: 2014

Genre 

: Parenting

Tebal

: 172 Halaman

ISBN

: 978-6021-637-26-5

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PARENTING

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236875

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit