Memori; Tentang Cinta Yang Tak Lagi Sama Cetak E-mail
(2 votes)

Memahami Makna Cinta dan Kesetiaan

Memori; Tentang Cinta Yang Tak Lagi SamaPerceraian seringkali mendatangkan dampak buruk bagi banyak orang. Tidak hanya bagi kedua pasangan yang berpisah, tetapi juga bagi anak. Apalagi, sebelum perceraian didahului oleh drama pertengkaran yang disaksikan langsung oleh seorang anak. Hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangan anak. Seorang anak yang sebelumnya mengidolakan figur sosok ayah bisa jadi akan luntur dalam waktu sekejap karena menyaksikan pertengkaran-pertengkaran yang terjadi antara ayah dam ibunya.

Itulah yang dialami oleh Mahoni, tokoh utama dalam novel Memori karya Windry Ramadhina ini. Mahoni adalah satu dari sekian banyak contoh anak yang menjadi korban perceraian orangtuanya. Mahoni yang sebelumnya memuji sosok sang ayah tiba-tiba hilang kekagumannya setelah orangtuanya berpisah. Lebih-lebih ketika ayahnya memutuskan untuk menikah lagi dengan perempuan lain.

Untunglah setelah lulus dari SMA, Mahoni memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri, meskipun sempat ditentang oleh sang ibu. Mae, ibu Mahoni merasa bahwa anaknya hanya berusaha menghindar dari orangtuanya dan tidak sanggup menyaksikan ibunya berlarut-larut dalam kesedihan. Untunglah Mae bisa menumpahkan segala kesedihannya dalam novel-novel yang ditulisnya. Mae yang seorang pengarang berusaha berbagi kisah dengan para pembacanya.

Waktu pun berlalu. Setelah lulus kuliah, Mahoni memutuskan untuk bekerja di Virginia. Ia tidak berminat pulang ke Indonesia karena ingin mengamalkan ilmu arsitekturnya dengan bergabung di sebuah biro arsitek terkenal. Mahoni menikmati berbagai kesibukan di tempat kerjanya, sehingga berhasil melupakan kesedihan yang diakibatkan oleh perceraian orangtuanya.

Namun, di saat Mahoni akan meraih beberapa tawaran posisi penting di perusahaan tempatnya bekerja, ia mendengar kabar bahwa ayahnya dan Grace, istri barunya, meninggal dunia karena kecelakaan. Telepon dari Jakarta itu membuat Mahoni harus pulang untuk melihat prosesi pemakaman orangtuanya. Meskipun Mahoni sama sekali tidak merasakan kesedihan mendalam mendengar kabar itu. Ia tidak mengerti kenapa perasaan sakit itu masih bersemayam dalam hatinya.

Sesampainya di Jakarta, setelah prosesi pemakaman ayahnya selesai, Mahoni dipanggil pamannya, adik dari ayahnya. Mahoni tidak terlalu berminat jika itu berkaitan dengan pembagian warisan. Mahoni tidak mengharap apa pun dari harta orangtuanya. Tetapi, pamannya menyampaikan hal lain. Pamannya meminta Mahoni agar menjaga Sigi, anak ayahnya dari Grace yang masih kelas 1 SMA. Mahoni tersentak kaget. Ia yang selama ini belum menerima sepenuhnya keberadaan Grace karena dianggap telah merampas kebahagiaan keluarganya, harus mengurus adik tirinya? Mahoni benar-benar tidak habis pikir dengan rencana pamannya. Namun, pamannya tetap memohon. Walaupun tidak sampai lulus SMA, minimal Mahoni mengurus Sigi selama satu-dua bulan ke depan. Setelah itu, pamannya akan mencari solusi perihal siapa yang akan mengurus Sigi yang sebatang kara itu. Ibu Sigi tidak memiliki keluarga, jadi otomatis keluarga ayahnya lah yang bertanggungjawab mengurusnya.

Mahoni jadi serbasalah. Tiket keberangkatannya ke Virginia sudah dia beli. Ada banyak pekerjaan yang menantinya di sana. Namun, ia tidak bisa berkutik dengan permohonan ayahnya untuk mengurus Sigi.

Mahoni mulai menjalani kehidupan barunya di Jakarta, meskipun masih dengan setengah hati. Pikirannya masih terbayang dengan tawaran demi tawaran posisi penting di perusahaan tempatnya bekerja. Kariernya sudah cukup baik, dan sekarang ia harus melepas semua harapannya itu. Hingga pada suatu hari, ketika Mahoni jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Dia melihat desain sebuah gerai kafe yang menarik perhatiannya dan penasaran dengan arsitek yang merancangnya. Ia berusaha mencari informasi dari pelayan kafe, namun sang pelayan tidak mengetahui. Hingga akhirnya datanglah seorang perempuan energik yang cantik dan berusaha menjelaskan siapa arsitek yang ditanyakan Mahoni. Setelah itu datanglah orang yang dimaksud perempuan bernama Sofia itu. Lelaki itu ternyata adalah Simon Marganda, teman kuliah Mahoni.

Pertemuannya dengan Simon membawa angin segar bagi kehidupan Mahoni selama ada di Jakarta. Laki-laki itu menawarinya untuk bergabung di biro arsitek yang dia rintis. Mahoni tentu sangat senang. Selama ada di Jakarta paling tidak ia tidak menganggur dan memiliki aktivitas yang sesuai dengan passion-nya.

Novel ini sangat menarik karena temanya yang unik; dunia arsitektur. Dan, Windry berhasil mengemas cerita dalam novel ini dengan sangat menarik. Ada banyak informasi tentang dunia arsitektur yang disampaikan dalam novel ini, sehingga akan menambah informasi pembaca seputar dunia arsitektur. Namun, inti dari kisah dalam novel ini adalah bagaimana memaknai cinta dan kesetiaan, terutama yang dialami oleh keluarga Mahoni. Bahwa memupuk kesetiaan dalam kehidupan keluarga sangat penting, sehingga akan tercipta keharmonisan yang memang diharapkan oleh semua orang.

Dalam buku ini pembaca juga bisa mengikuti kisah cinta segitiga antara Mahoni, Simon dan Sofia, asisten Simon di biro arsiteknya. Ternyata Simon masih menyimpan perasaan cinta pada Mahoni, seperti yang pernah dirasakannya di kampus dulu. Sofia akhirnya juga mengetahui bahwa ternyata selama ini Simon hanya menganggapnya sebatas rekan kerja, tidak lebih. Sehingga Sofia sadar dan tidak bisa memaksakan kehendaknya, meskipun pada awalnya dia sangat marah dan kecewa melihat kenyataan bahwa Simon dan Mahoni saling jatuh cinta. Untunglah dia bisa segera move on dan bertemu dengan laki-laki yang akan segera menikahinya. (Untung Wahyudi)

 

Judul

: Memori; Tentang Cinta Yang Tak Lagi Sama

Penulis

: Windry Ramadhina

Penerbit 

: GagasMedia

Tahun

: 2012

Genre 

: Novel Romantis

Tebal

: 304 Halaman

ISBN

: 978-979-780-562-3

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29046066

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit