Monte Carlo Cetak E-mail
(15 votes)
Senja di Monte Carlo

Monte CarloNama gadis cantik berambut indah itu adalah Kiara Almira. Ia memulai kariernya sebagai bintang iklan dan juga mengikuti ajang pemilihan model cover majalah wanita. Rambut indahnya yang hitam berkilau sangat serasi dengan wajahnya yang menawan. Tak heran langsung memikat salah satu produk perawatan rambut yang lantas mengontraknya untuk menjadi model iklan mereka.

Kariernya di dunia hiburan semakin bersinar. Bermacam tawaran terus berdatangan. Termasuk tawaran bermain film. Kesibukannya yang kian padat, membuat ia kewalahan mengatur jadwalnya sendiri. Ia butuh seorang manajer. Dan pilihan Kiara jatuh pada Livia Resnanda, yang adalah teman satu kampus, sahabat lamanya sejak masih menjadi mahasiswa baru.

Kebetulan, Kiara dan Livia memiliki minat yang senada; senang mempelajari bahasa Prancis, dan berharap kelak bisa melancong ke sana. Harapan keduanya menjadi kenyataan saat Kiara mendapat tawaran menjadi brand ambassador produk kecantikan produksi Paris. Terhitung, tugas menghadiri Festival Film Cannes ini adalah kunjungan ketiga kalinya bagi mereka.

Meskipun telah menjadi seorang artis papan atas, namun Kiara berbeda dengan artis kebanyakan yang suka jaga imej dan pilah-pilih dalam bergaul. Kiara dulu dan kini masih sama, hobi olahraga dengan bersepeda. Terlebih, di Jakarta ia dipertemukan dengan Tristan yang memiliki hobi senada; bersepeda. Tristan adalah teman lama yang pernah patah hati akibat cintanya bertepuk sebelah tangan pada Kiara. Namun Tristan bukan tipe cowok yang lantas membenci cewek yang telah menolak cintanya. Ia tetap bersahabat baik dengan Kiara.

Ada satu kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan oleh Kiara; ia adalah tipe gadis keras kepala, mudah bosan dan cenderung semaunya sendiri, tapi pada dasarnya dia adalah gadis baik dan menyenangkan. Ia paling alergi saat harus berlama-lama menghadiri acara formal. Kendati Livia sudah sangat memahami watak Kiara, namun ia tetap saja kerap kelimpungan dan kesal saat Kiara membuat ulah. Kiara kerap menghilang alias kabur saat ada acara penting yang harus dihadirinya.

Suatu hari, saat Kiara tengah disibukkan sederet jadwal kegiatan di Cannes, kebiasaan buruknya muncul. Meski sempat diingatkan oleh Livia, bahwa masih banyak acara penting yang harus dihadiri, tapi Kiara tetap ngeyel ingin pergi jalan-jalan sebentar ke Kota Nice. Ia bete harus berlama-lama di tempat formal. Dan nyatanya, ia mangkir dari janjinya. Ia pergi jalan-jalan dari pagi sampai pukul sembilan malam. Tentu saja Livia panik bukan main dan mengira Kiara hilang, terlebih saat handphone Kiara tak bisa dihubungi. Bahkan sempat tebersit di benak Livia untuk melapor pada polisi.

Ternyata, saat Kiara tengah jalan-jalan, ia dipertemukan dengan sosok pria yang mengaku berasal dari Prancis dan berprofesi sebagai fotografer lepas. Bertrand, nama pria tersebut, ternyata adalah sosok yang supel dan memiliki wajah cukup menawan. Dan Kiara langsung mengiyakan saja ketika Bertrand menawarkan diri menjadi pemandunya dan bersedia mengantarkan Kiara ke tempat-tempat menarik di Kota Nice.

Kurang afdal rasanya jika telah berada di Kota Nice tapi mengabaikan berkunjung ke Monte Carlo. Menikmati pemandangan senja di Monte Carlo adalah hal yang sayang sekali jika sampai dilewatkan. Maka, Kiara pun langsung setuju dengan tawaran Bertrand untuk menikmati senja di Monte Carlo yang dipenuhi kapal-kapal mewah di sepanjang dermaga.

Kiara sangat penasaran ingin membuktikan ucapan pria yang diam-diam telah menyusupi ruang hati terdalamnya. Sayangnya, tanpa ia duga, pria menawan itu hilang begitu saja tanpa kabar juga pesan. Tepatnya saat mereka tengah bersantai di kafe, ponsel Bertrand berdering dan ia bilang pamit sebentar untuk mengangkat telepon.

Entah mengapa, meski kejadian di Monte Carlo telah lewat, Kiara masih belum kuasa menepis bayangan pria itu. Hingga suatu hari, ia tak dapat menyembunyikan rasa suka-citanya saat Livia mengabarkan bahwa ada production house yang menawarinya bermain film mengambil setting di Monte Carlo. Kiara sangat berharap, selama syuting di sana, ia bisa bersua pria Prancis itu lagi.

Cerita fiksi dalam novel karya Arumi E. ini cukup menarik, bahasanya sangat mengalir dan tidak membosankan. Bagi para penikmat fiksi, novel ini bisa dijadikan sebagai bacaan menghibur di waktu senggang. (Sam Edy Yuswanto)

***

 

Judul

: Monte Carlo

Penulis

: Arumi E.

Penerbit 

: GagasMedia

Tahun

: 2014

Genre 

: Novel Fiksi

Tebal

: 316 Halaman

ISBN

: 978-780-688-x

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FIKSI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25225551

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit