Awas, Hadits Palsu dan Dha`if! Cetak E-mail
(1 vote)

Mencermati Hadits Palsu dan Dha`if

Awas, Hadits Palsu dan Dha`if!Tanpa melihat sang pembawa berita, sebuah berita, atau kabar, dilihat dari isinya tentu mengandung dua kemungkinan, yakni benar-salah. Sehingga, kebenaran atau kebohongan suatu hadits atau berita sangat ditentukan oleh sang pembawa berita.

Hadits Nabi sebagai sebuah berita ditimbang dari redaksi dan isi juga tak bisa  lepas dari hukum tersebut. Namun bila dilihat sang pembawa berita, yakni Nabi Muhammad SAW yang maksum, yang segala perkataan dan perbuataannya murni dari Allah, bukan kehendaknya, maka semua hadist yang disabdakan beliau dijamin kebenarannya.

Sayang, kemurnian hadits-hadits Nabi tercemari oleh ulah orang tidak bertanggung jawab dengan membuat hadits-hadits palsu. Pemalsuan ini berawal pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib yang kemunculannya dipicu oleh kontelasi politik yang memanas saat itu. Mustafa as-Sibai mengungkapkan pihak pertama yang memalsukan hadits adalah orang-orang Syi’ah. Mereka menyusun hadits-hadits palsu tersebut sebagai upaya pengakuan sekaligus pengukuhan atas keutaman Ali bin Abi Thalib. (hal.7)

Perbuatan orang Syi’ah tersebut tentu mengundang reaksi dari golongan Ahlu Sunnah Wal Jamaah. Sayang reaksi yang muncul tidak sehat. Mereka malah melakukan hal yang serupa, yakni mulai menggulirkan hadits-hadits palsu, yakni hadits yang menguatkan keutamaan Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Muawiyyah. Demikianlah, demi kepentingan politik praktis, hadits-hadits palsu bermunculan untuk saling jegal dan serang antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Kondisi itu terus berjalan sampai pada masa Bani Umaiyah berkuasa, tepatnya pada masa Umar bin Abdul Aziz (99-101 H). Pada saat berkuasa, beliau memerintah Abu Bakar bin Muhammad bin Hazm dan Muhammad bin Syihab az-Zuhri untuk mengumpulkan hadits-hadits yang ada dari sumber yang dapat dipercaya.

Sejak itu bermunculanlah ulama yang akhirnya menjadi pionir dalam ilmu hadist dengan karya monumental. Salah satunya, Malik bin Annas dengan kitabnya al-Muwathatha, sebuah kitab hadits pertama yang tersusun pada tahun 143 H.

Program kodifikasi tersebut terus berlanjut sampai masa Bani Abbasiyah. Di masa inilah, lebih banyak lagi bermunculan kitab hadits yang terkenal dan diakui ke-shahikh-annya hingga sekarang. Sebut saja, kitab Shahih al-Bukhari karya Imam Bukhari, Shahih Muslim karya Imam muslim, Sunan Abu Dawud karya Abu Dawud, Sunan an-Nasa’i karya Nasa’i, dll.

Meski sudah ada gerakan kodifikasi tersebut yang melahirkan para ahli hadits yang menghasilkan banyak kitab hadits yang diakui ke-shahikh-annya, tapi hadits palsu dan dha’if (lemah) yang terlanjur beredar tak seutuhnya hilang. Oleh karena itu, kita selalu muslim harus jeli memilah antara hadits shahikh dengan hadits palsu dan dha’if. Tentu ini bukan hal mudah. Butuh pengetahuan yang baik.

Buku yang menghadirkan hadits-hadits palsu dan dha’if ini kiranya akan bisa dijadikan referensi yang akan membantu kita agar tidak terjebak pada kabar atau berita bohong.  Dilihat dari definisi, hadits palsu adalah hadits yang jelas dating dari sealinnya Nabi Muhammad. Sementara hadits dha’if atau lemah adalah setiap hadits yang dilihat dari sanadnya terdapat kelemahan atau kecacatan, semisal dalam sanadnya terdapat rawi-rawi yang majhul, yakni yang tidak dikenal atau diketahui identitasnya, atau muqathi, yakni ada salah satu perawi yang gugur, tetapi tidak sampai berturut-turut.  

Salah satu contoh hadits palsu adalah hadits yang menjelaskah bahwa Allah akan meletakkan tangan-Nya di kepala Muazdin. “Apabila Muadzin mulai adzan, maka Allah SWT meletakkan tangan-Nya di atas kepalanya.” Hadits tersebut tergolong hadits palsu sebab dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Umar bin Shubbin yang sering kali memalsukan hadits. Wallau a’lam. (hal.11-12)

Hadits palsu lainnya adalah hadits yang mengabarkan bahwa ayam adalah lambang orang miskin. “Ayam adalah kambingnya orang fakir dari umatku. Sedang Jum’at ialah haji bagi orang-orang fakir dari umatku.” Ibnu Jauzi telah menggolongkan hadits tersebut sebagai hadits palsu sebab rawinya, Abdillah bin Zaid adalah orang yang pernah memalsukan hadits. Wallau a’lam. (hal.26-27)

Sedang hadits lemah misalnya hadits yang memerintahkan untuk membangun masjid dengan megah. “Bangunlah masjid-masjidmu yang besar-besar, dan bangunlah kota-kotamu yang tinggi.” Hadits ini tergolong lemah. Dalam sanadnya terdapat rawi yang tidak disebutkan. Wallau a’lam. (hal.70-71)

Masih banyak sekali hadits palsu dan lemah lain dalam buku ini. Buku ini selain sebagai referensi juga berfungsi mengingat kita agar tidak menghalalkan segala cara demi kepentingan politik dan golongan, seperti memalsukan atau membelokkan arah sebuah hadits. (Moh. Romadlon)

 

Judul

: Awas, Hadits Palsu dan Dha`if!

Penulis

: Abdullah Zein

Penerbit 

: Safirah

Tahun

: 2014

Genre 

: Islam

Tebal

: - Halaman

ISBN

: 978-6022-556-05-3

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236753

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit