Tokoh-Tokoh Dunia yang Mempengaruhi Pemikiran Bung Karno Cetak E-mail
(1 vote)

Para Tokoh Dunia Di Balik Pemikiran Bung Karno

Tokoh-Tokoh Dunia yang Mempengaruhi Pemikiran Bung KarnoBung Karno. Bukan saja politikus hebat, bapak pendiri bangsa, tapi dikenal pula sebagai pemikir ulung yang memiliki ide-ide cemerlang dan besar. Dia tak segan belajar dari berbagai tokoh dengan berbagai corak pemikiran dan aliran. Kendati demikian, Bung Karno tak terseret dalam sebuah aliran tertentu dan kehilangan jati diri. Dia tak akan menelan mentah suatu teori sebelum kemudian mengolah dan mengkombinasikan dengan pemikirian lain untuk kemudian dilahirkan sebagai sebuah ide yang selaras dengan nafas keindonesiaan.

Kemunculan Bung Karno sebagai seorang pemikir, dimulai sejak ia bersekolah di HIS Surabaya. Itu tak lepas dari jasa sang gurunya, HOS Tjokroaminoto. Beliaulah yang mengantarkan Bung Karno memasuki rimba pengetahuan tak bertepi. Dari beliaulah, ia mendapat buku-buku karya para tokoh dunia sekelas Karl Marx, Engels, Thomas Jefferson, George Washington, Abraham Lincoln, Paul Revere, dll. Dalam buku setebal 250  halaman ini pembaca akan diajak menjelajahi ideologi hebat dari para tokoh tersebut.

Dari buku-buku itu seolah-olah ia bertemu langsung dengan mereka. Dia pun sering membanding-bandingkan antara pemikiran satu tokoh dengan lainnya (hal. 68). Tak heran, kalau pada usia 20 tahun ia sudah bersentuhan dengan Marxis, bahkan berusaha meletakkan Marxis dalam konteks keindonesiaan. Saat berusia 25 tahun meluncurkan ide lewat artikel berjudul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme. Di sana, ia mencoba melihat titik kesamaan dalam tiga pemikiran tersebut.

Dalam masalah nasionalisme, Bung Karno banyak menyerap dari negara-negara Fasis. Tak heran bila Moh. Natsir pernah mengungkapkan kekhawatirannya tentang nasionalime Bung Karno yang dapat mengarah pada Fasisme. Tapi nasionalime Bung Karno adalah nasionalime yang memuat spirit cinta tanah air, tanpa dibarengi sikap merendahkan bangsa lain. Ia bahkan sangat mengecam nasionalime di negara-negara Fasis. Menurutnya, nasionalime sejati adalah yang tidak hanya meniru dari Barat, tapi timbul dari rasa cinta pada manusia dan kemanusiaan yang ia sebut sebagai Sosio-Nasionalisme. Pemikiran tersebut sejalan dengan pandangan KH. Hasyim Asy’ari. Dari beliau, dia pun belajar tentang sikap keberagaman untuk menjadi muslim yang tidak fanatik dan menjunjung tinggi semangat inklusivisme. (hal.82)

Kendati seorang muslim ia tidak fanatik. Seperti pembicaraanya dengan Loise Fischer, Bung Karno mengaku sebagai muslim, sekaligus Kristen dan Hindu. Ketika ia hendak menerima gelar Doktor kehormatan dari Universitas Muhamadiyah Jakarta, ia menegaskan konsep Tauhid yang dianutnya, yakni panties-monotais. Dalam konsep ini, ia mengakui keesaan Tuhan, tapi tidak hanya hadir dalam Islam.

Sementara dari buku-buku karya Karl Marx, salah satunya Das Capital, Bung Karno banyak mencerca paham Marxis. Dia juga meyatakan, “Bahanku juga dari marxisme yang aku dapat dari Samaun, yang aku dapat dari pemimpin-pemimpin Belanda seperti Hartough dan Sneevliet.” Namun baginya, marxisme yang dianut bukan marxisme dogmatis, melainkan sebagai sebuah teori politik dan panduan aksi belaka. Menurutnya ajaran Marx harus kontekstual. Marxisme harus menjadi analisis konkret atas situasi konkret. Secara kreatif dia memodifikasi marxisme agar cocok dengan kondisi sosial politik Indonesia dan lahirlah Marhaenisme. (hal.197).

Bung Karno juga berhasil menelorkan gagasan-gagasan besar lain, di antaranya Pancasila, konsep berdikari, demokrasi politik, dan demokrasi ekonomi. Misalnya, proses panjang peletakan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang dilakukan Bung Karno ini terinspirasi oleh beberapa pimpinan lain di dunia, seperti Lenin, Adolf Hitler, dan Sun Yat Sen. Konsep kebangsaan dalam rumusan pancasila misalnya merupakan gagasan hasil gabungan antara pemikiran Sun Yat Sen dalam sebuah artikel berjudul Sun Min Chu yang dimatangkan dengan pemikiran Mahatma Gandhi tentang My Nationalism is Humanity.

Masih banyak tokoh-tokoh besar baik nasional maupun dunia lainnya yang berada dibalik pemikiran emas sang proklamator. Sebut saja, Tan Malaka dengan konsep aksi masa, Sam Ratulangi dengan konsep kebangsaan, Abraham Lincol dengan gagasan persatuannya, Ernest Renan dengan gagasan kebangsaanya, Arnold J. Toynbee dengan gagasan tentang tugas pemimpin kreatif dalam masyarakat berkembang, dll.

Dari Bung Karno, bangsa ini selayaknya belajar menghargai dan menerima ragam pemikiran yang saling berseberangan untuk kemudian disulam menjadi sebuah simponi baru yang selaras dengan nafas dan kondisi bangsa ini. Bukan sekedar meniru tapi berinovasi. (Moh. Romadlon)

 

Judul

: Tokoh-Tokoh Dunia yang Mempengaruhi Pemikiran Bung Karno

Penulis

: Sulaiman Effendi

Penerbit 

: Palapa

Tahun

: 2014

Genre 

: Politik

Tebal

: 250 Halaman

ISBN

: 978-6022-555-55-1

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25231023

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit