Ratu Adil Segera Datang! Cetak E-mail
(7 votes)

Konsep dan Idealitas Pemimpin Sejati

Ratu Adil Segera Datang!Konsepsi Ratu Adil menurut masyarakat umum, agama, mitos, dan keyakinan, sering dibayangkan sebagai tokoh ‘hero’ yang telah lama ditunggu kehadirannya. Dalam teologi Semitik, kehadiran dan kepemimpina Musa atas Bani Israel (yang notabene membawa masyarakatnya dari lembah kejumudan dan perbudakan ke zaman kegemilangan di tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya) diyakini sebagai bentuk presentasi dan idealisasi akan keyakinan Ratu Adil.

Konsepsi Ratu Adil, pada muaranya memiliki keterkaitan dengan banyak nilai, makna, serta pewacanaan. Kehadiran konsepsi Ratu Adil selalu mengandaikan lahirnya sosok pemimpin ideal. Misalnya, pemimpin berbudi bawalaksana (suka memberi dan mampu membuka jalan keselamatan), ambeng paramarta (berjiwa sabar, bertangan dingin, penyantun dan suka memberi ampunan), dan lain-lain.

Kehadiran Ratu Adil selalu bergerak atau mengandaikan hadirnya ide dasar tentang sebuah sistem dan tatanan masyarakat (bangsa) yang mapan, mampu mencapai serta mempresentasikan tingkat kesejahteraan sosial, distribusi, kemakmuran ekonomi, keadilan merata dan signifikan pada seluruh rakyat negerinya, disertai penghargaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai harkat dan martabat kemanusiaan (hal 16-17).

Di zaman sekarang, mencari sosok pemimpin sebagaimana konsepsi Ratu Adil sangat sulit, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Maraknya kabar di pelbagai daerah tentang para pemimpin atau pejabat yang bermasalah, misalnya mengkorup atau merampok uang rakyat, menjadi sebuah pertanda bahwa menjadi pemimpin yang baik memang bukan hal gampang.

Sepertinya, ajaran moral nenek moyang kini telah luntur, tak terpahami dan tak berbekas sama sekali. Nilai komersialisasi serta untung rugi dalam mengabdi benar-benar telah begitu menggejala di dalam tatanan masyarakat. Padahal untuk menjadi pemimpin yang baik, setidaknya dia harus memiliki dua hal prinsip, yakni harus sesuai antara ucap (perkataan) dan patrap (tindakan), (hal 124).

Melalui dunia pewayangan dan pustaka lama, dapat dipelajari sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Sebagaimana yang pernah diajarkan Resi Abiyasa kepada Ksatria Arjuna dalam kisah-kisah Mahabarata, bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat heneng, hening, heling, dan hawas.

Heneng artinya tenang. Seorang pemimpin harus memiliki sifat tenang dalam menghadapi tiap persoalan. Dengan ketenangan, segala persoalan akan lebih mudah dihadapi. Hening artinya cipta. Seorang pemimpin harus memiliki ide, prakarsa, dan kreatif. Heling artinya ingat atau sadar. Seorang pemimpin harus selalu ingat pada orang-orang yang dipimpinnya (rakyat). Hawas artinya waspada. Seorang pemimpin harus selalu waspada terhadap segala sesuatu yang mungkin akan terjadi.

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar. Melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan di diri seseorang. Ketika dia menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri dan membentuk banguna karakter kokoh, ketika setiap ucap dan tindakannya memengaruhi lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah dia terlahir menjadi pemimpin sejati (hal 145).

Kesimpulannya, pemimpin bukan sekadar gelar yang diberikan dari luar. Melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Sebagaimana ajaran kepemimpinan Ki Hajar Deawantara, ‘ing ngarsa asung tuladha (pemimpin sejati adalah panutan dalam cara berpikir dan bertindak).

Kepemimpinan yang baik dan sejati berkembang melalui ketulusan hati pada orang lain. Dia mendorong kedekatan emosional, memberi penghargaan, serta menunjukkan bahwa mereka merupakan aset berharga bagi institusi (organisasi). Pemimpin lebih sering menekan egonya sendiri, menghargai kontribusi orang lain dan menunjukkan pada bawahan bahwa kontribusinya dihargai.

Seorang pemimpin dengan gagah berani menerima kegagalan dan kesalahan, mau mendengar apa yang dikatakan bawahan (rakyat), berusaha menunjukkan kepercayaan kepada orang lain dan mau belajar dari orang lain bahkan dari bawahannya sendiri. Dan yang tak kalah penting, seorang pemimpin harus berperan sebagai guru yang dapat memberikan contoh yang dapat diteladani. Itulah di antara konsep dan idealitas pemimpin sejati yang diserupakan dengan sosok Ratu Adil dalam buku ini.

Terkait pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpina sejati bisa diperoleh (misalnya) dari kisah hidup Nelson Mandela, pemimpin besar Afrika Selatan yang telah membawa bangsanya dari negara rasialis menjadi negara demokratis dan merdeka. Dia menuturkan bahwa penderitaan hidupnya selama 27 tahun dalam penjara pemerintah apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter, menjadi manusia rendah hati dan pemaaf terhadap orang-orang yang telah membuat hidupnya menderita selama bertahun-tahun. (Sam Edy Yuswanto). 

***

 

Judul

: Ratu Adil Segera Datang!

Penulis

: Otto Sukatno CR.

Penerbit 

: IRCiSoD

Tahun

: 2014

Genre 

: Sosial Budaya

Tebal

: 232 Halaman

ISBN

: 978-602-7968-41-7

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25225503

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit