Sweet Nothings Cetak E-mail
(9 votes)

Mengkritisi Problema Kehidupan dengan Cerdas

Sweet NothingsSweet Nothings merupakan buku keempat dalam rangkaian ‘A Book About Nothing Part 4’. Melalui buku ini, Wimar Witoelar, mantan juru bicara kepresidenan masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, mengajak pembaca menemukan hikmah dari beragam peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Penulis adalah seorang kolumnis koran dan majalah, moderator dan pembicara seminar, juga pembawa acara di TVRI dan acara TV Laporan dari Amerika Serikat.

Menurut penulis, masalah terbesar yang kerap dihadapi manusia adalah ‘perubahan iklim’. Sederhananya, jika perubahan iklim tidak dihadapi untuk diperlambat, masa hidup orang di dunia menjadi terbatas. Perubahan iklim yang menyebabkan pemanasan global bisa menggoyahkan keseimbangan alam dunia. Gunung es dan gletser di Kutub utara dan Kutub Selatan mencair karena pemanasan.

Arus laut yang mengalir tiap tahun antara dingin dan panas menjadi kacau. Arus menjadi panas menimbulkan perubahan dingin, badai, dan banjir. Memang, tak semua bencana alam berasal dari perubahan iklim, tetapi badai besar yang kerap terjadi ada hubungannya dengan perubahan iklim, (hal vii-viii).               

Salah satu tradisi sebagian masyarakat pedesaan usai Lebaran adalah mencoba mencari peruntungan di kota-kota besar, misalnya Jakarta. Gubernur DKI pernah mengingatkan bahwa masa setelah Lebaran adalah masa sulit bagi kota besar seperti Jakarta. Banyak pendatang baru dari berbagai daerah yang datang untuk mencari pekerjaan.

Sungguh ironi, orang mencari nafkah di tempat asal tidak bisa, di tempat tujuan mendapat sambutan tidak ramah, bahkan menjadi korban kekerasan pemeriksaan kartu tanda penduduk alias KTP. Seperti biasa, yang mendapat perlakuan kasar adalah rakyat biasa. Orang kelas menengah dan atas bebas pindah dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa digeledah. Salah satu tragedi di negeri ini adalah problem rakyat biasa yang kian lama kian parah, sementara kelas menengah dan kelas atas semakin tidak peka, (hal 9-10).

“Berbuatlah! Jangan cuma ngomong!” kata-kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks. Tapi sebetulnya, jarang ada bidang kehidupan yang menunjukkan bahwa berbuat itu lebih penting daripada berbicara, tentunya berbicara yang baik. Berbicara yang baik didahului oleh berpikir dan diteruskan dengan perbuatan. Dalam sepak bola, berbuat kelihatan lebih penting daripada berbicara. Setelah Arsenal kalah 0-2 oleh Aston Villa, yang penting adalah bahwa weekend berikutnya mereka main bagus lawan Manchester City.

Barack Obama berhasil menang besar dalam pemilihan Presiden USA. Meski saat kampanye, lawan mengatakan bahwa dia lebih banyak bicara daripada berbuat. Lawannya dalam pilpres, John McCain, memiliki pengalaman puluhan tahun. Perbuatannya banyak. Dia menunjukkan kekuatan, tahan uji saat ditahan 6 tahun sebagai tawanan perang di Vietnam Utara.

Kini, Pemilih Amerika sudah memberikan suaranya. Mereka memilih Obama yang mampu menggugah dengan tema yang memberikan harapan dan janji perubahan. Obama mengalahkan McCain yang menampakkan diri sebagai orang yang berbuat, meski dia sendiri juga menghabiskan karier panjang sebagai senator yang tugasnya hanya bicara. Di era kini, orang memang butuh inspirasi dalam kadar besar. Satu orang bisa berbuat banyak, tapi satu orang yang berbicara dengan konsep tegas, menarik, dan jernih bisa menggerakkan jutaan orang melalui inspirasi, (hal 48-50).

Tak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Lebih mudah untuk mengingat bahwa ketidaksempurnaan itu indah jika mengingat bahwa barang dan rupa itu bersifat nonpermanen. Malah, keganjilan bisa menambah daya tarik, baik pada wajah orang, pemandangan alam, maupun konsep kreatif. Ketidaksempurnaan pada barang yang belum selesai bisa diselesaikan bersama, asal saling terbuka menerima partisipasi orang. Tentu, orang lebih senang menerima sesuatu yang tak sempurna, selama ia boleh ikut menyempurnakan hal-hal yang perlu perbaikan, (hal. 92-93).

Pada zaman sekarang ini, smartphone bukan lagi barang mahal. Di negara lain, bahkan orang bisa menerima ponsel Android terbaru secara gratis. Konsekuensinya, selama sekian tahun dia harus berlangganan pulsa dari perusahaan tertentu. Jadi, perusahaan pulsalah yang menerima penghasilan. Perusahaan seperti Google dan Yahoo!, semua memberikan produk utamanya secara gratis. Google menyediakan browser, search engine, dll. Ribuan bahkan jutaan aplikasi saat ini tersedia untuk berbuat apa saja di internet, ada yang bayar, banyak juga yang gratis.

Mengubah kekayaan menjadi uang memang harus melalui beberapa tahap. Intinya, jika sebuah negara ingin maju perekonomiannya, maka yang dipikirkan bukan soal menemukan tambang emas atau minyak, melainkan mengembangkan kemampuan untuk berproduksi. Negara seperti Singapura, Jepang, dan Swiss tidak punya sumber daya alam yang berarti, tapi mereka memiliki kemampuan bekerja, berkreasi dan mencipta uang. Alhasil, mereka lebih kaya daripada negara yang punya banyak sumber daya alam, (hal. 105-111).

“Wimar Witoelar sangat piawai dalam mengemas berbagai hal dan mengomunikasikannya dalam bentuk tulisan yang menarik, ringan dan mudah dicerna,” ungkap Yugo Isal, dosen Universitas Indonesia, dalam endorsement buku ini. (Sam Edy Yuswanto).

***


Judul

: Sweet Nothings

Penulis

: Wimar Witoelar

Penerbit 

: Bentang Pustaka

Tahun

: 2014

Genre 

: Pengembangan Diri

Tebal

: 198 Halaman

ISBN

: 978-6022-910-29-9

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PENGEMBANGAN DIRI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25215298

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit