Rahasia Cara Belajar Einstein Cetak E-mail
(1 vote)

Ilham Di Balik Kejeniusan Einstein

Rahasia Cara Belajar EinsteinNama Einstein dan kata jenius seakan telah menyatu. Itu tak lepas dari sederet penemuannya yang luar biasa. Sebut saja hukum efek fotolistik, teori partikel, gerak molekul, teori medan, dan masih banyak lainnya. Einstein pun banyak menelurkan ide-ide brilian dalam bidang filsafat, sosialisme, antisemit, dan antiperang. Sampai meninggalnya, ia berhasil menerbitkan 300 makalah ilmiah, dan 150 makalah non ilmiah.

Membicarakan kejeniusan Einstein memang menarik, tapi yang lebih menarik lagi adalah menyelidik dibalik kecerdasannya, karena yang harus menjadi inspirasi bukan seberapa cerdas otaknya, tapi seberapa besar dan keras usahanya dalam mencapai kecerdasan tersebut. Dan proses itulah yang dikupas buku Rahasia Belajar Einstein.

Kendati Albert Einstein kecil memiliki kelambanan bicara dan konon sepanjang hidupnya bahasa Inggrisnya jelek, tapi tak pernah gagal dalam pelajaran matematika dan fisika. Bahkan pada usia 10 tahun telah melahap rampung buku suci geometri, Elemen karya Euclid. Dan  pada usia 15 tahun telah menguasai topik kalkulus integral dan kalkulus diferensial yang dipelajari secara otodidak.

Setidaknya ada banyak model belajar Einstein yang bisa dijadikan pijakan untuk diikuti. Pertama, kegemaranya dalam mengumpulkan soal-soal yang memiliki kemungkinan jawaban. Jika perlu, ia akan membuat soal sendiri untuk dicarikan solusi atau penyelesaiannya. Mesti terkesan sederhana, tapi tak bisa dilakukan oleh mereka yang belum memahami konsep dasar teorinya. (hal.23-24)

Kedua, berani membangkang terhadap ide-ide umum. Itu bukan hal yang salah, karena dalam berpikir kreatif, seorang harus berani melahirkan pola-pola baru yang tidak ada sebelumnya. Jika Einstein tidak berani membangkang terhadap ide-ide Newton, tidak mungkin ia bisa melahirkan teori relativitas khusus dan umum. Bila ia tidak menggugat hipotesis ether yang telah berabad-abad, tidak mungkin ia bisa membuktikan kalau ether tidak ada. Friedrich Neitzche, filsuf asal jerman pernah berkata, “saya sangat benci pada orang-orang yang mudah bilang “ya” pada pikiran-pikiran yang saya cetuskan." (hal.26-27)

Ketiga, Einstein gemar berkhayal tentang fenomena fisika serta yakin akan kebenaran apa yang dilakukan. Dalam membangun teori-teorinya, Einstein tidak pernah masuk ke laboraturium, tetapi hanya mengandalkan khayalannya. Ia berkata, “imajinasi lebih penting dari ilmu pengetahuan.” (hal.29)

Masih banyak metode lainnya seperti lebih banyak berkarya dari pada bicara, selalu merealisasikan tiap ide-ide yang dipikirkan, dan dalam bidang fisika ia akan mengerahkan 35% untuk pikiran dan 65% untuk keringat.

Sebagai seorang ayah, Einstein juga memiliki metode mendidik dan mengajar anak-anaknya yang patut menjadi panutan. Salah satunya, dia mengajarkan anaknya untuk belajar sambil bermain. Ia mengajari anaknya, Hans Albert dan Eduard Albert, tentang hukum kecepatan, percepatan, gaya berat, dan hukum fisika lainnya melalui permainan. Dengan cara itu, mereka bersemangat menjawab pertanyaan sang ayah, bahkan berani mendebatnya. (hal.33-34)

Selain itu, Einstein sangat membenci metode menghafal dalam belajar. Menurutnya metode ini hanya akan menghilangkan gairah belajar dan berpikir kreatif. Secara hakiki belajar adalah bukan menghafal, begitu juga menghafal bukan belajar. Hakekat belajar adalah memahami. Einstein menandaskan, “Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian, Anda harus bermain lebih baik dari permainan lain.” (hal.41)

Einstein akan membiarkan anak-anaknya untuk belajar sesuai dengan hobinya masing-masing. Karena dengan itu, membuat mereka selalu riang dan dapat mencuatkan potensi-potensi mereka. (hal.49).

Sebagai seorang  ilmuawan, Einstein  menegaskan bahwa yang menjadikan seorang ilmuwan besar bukan kecerdasan tapi karakter. Karakter yang bisa dilihat dari diri Einstein adalah pekerja keras, lebih banyak berpikir dari pada membaca buku, dan menikmati pekerjaan.  Einstein hanya menghabiskan 25%  waktunya untuk membaca, dan 75% untuk berpikir. (hal. 92-93).

Einstein juga sangat menyadari peran intuisi dalam keberhasilannya. Baginya, intuisi adalah segala-galanya dan lebih berharga dari pada akal pikiran.  Ia berkata, “pikiran intuitif adalah karunia suci dan pikiran rasional adalah pelayan.” (hal.101-102)

Dalam buku setebal 218 halaman ini masih banyak ilham yang bisa dipetik dari pola belajar dan pola didik seorang Einstein sebagai seorang ilmuwan atau selaku ayah bagi anak-anaknya. Ada 3 dimensi kejeniusan Einstein dalam buku ini; jenius melompati keterbatasaan saat kecil, jenius menyalurkan rasa penasaran, dan jenius membongkar kemapanan dengan penemuan yang meyakinkan. (Moh. Romadlon)

 

Judul

: Rahasia Cara Belajar Einstein

Penulis

: Andi Setiadi

Penerbit 

: DIVA Press

Tahun

: 2014

Genre 

: Biografi Intelektual

Tebal

: 218 Halaman

ISBN

: 978-6022-554-94-3

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447814

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit