Tajul ‘Arus; Pelatihan Lengkap Mendidik Jiwa Cetak E-mail
(2 votes)

Nasihat untuk Jiwa-Jiwa yang Gersang

Tajul ‘Arus; Pelatihan Lengkap Mendidik JiwaDalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita disibukkan oleh berbagai rutinitas yang menyita banyak waktu. Sehingga, terkadang kita lupa bahwa hakikat hidup itu adalah dalam rangka mengingat dan mengabdi kepada Sang Pencipta. Sudah selayaknya manusia untuk menyerahkan diri dan bertawakal kepada Tuhan Sang Maha Pemberi Kehidupan.

Sudah sepantasnya kita untuk berhenti sejenak. Menjeda sedikit waktu untuk mengevaluasi diri guna mengenal di mana kita berada, ke mana kita akan berakhir, serta bagaimana kita menghadapi masa depan. Kita memerlukan waktu sejenak untuk mendidik jiwa kita yang labil dan mudah rapuh oleh pelbagai masalah kehidupan.

Ibnu ‘Athaillah, yang dikenal luas sebagai alim dan ahli ilmu syariat, lewat bukunya Tajul ‘Arus mengajak kita untuk merenung tentang berbagai hal dalam hidup. Berhenti sejenak untuk bertafakur dalam rangka mengingat bagaimana dan apa tujuan kita hidup (halaman 184).

Dalam buku ini, Ibnu ‘Athaillah menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan jiwa, hati dan nafsu yang sering kali tak terkendali dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati atau kalbu memiliki tiga pengertian yang berbeda. Hati bisa berarti akal dan bisa pula bermakna otot atau organ yang ada di belakang rusuk bagian kiri tubuh manusia. Hati yang berarti akal terdapat dalam firman Allah: “Pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang yang memiliki qalb (akal), atau yang menggunakan pendengaran, sementara ia menyangsikannya.” (Q.S. Qaf (50):37).

Sementara hati yang dimaksud oleh Ibnu ‘Ahaillah dalam hikmah pada pengantar bab ini adalah hati dalam pengertian sebenarnya, bukan dalam pengertian kiasan yang terwujud dalam akal. Ibnu ‘Athaillah berkata dalam salah satu hikmahnya, “Kelezatan hawa nafsu yang sudah bersarang dalam hati merupakan penyakit parah.” (halaman 185).

Maka dari itu, sebagai seorang makhluk, sudah sepantasnya manusia untuk menjaga hati dari hal-hal yang bisa mengotorinya. Dari amal-amal buruk yang tidak pernah menenangkan hatinya. Karena, ketika penyakit nafsu dan syahwat bersarang di hati dan mengakar kuat di dalamnya, obat iman dan keyakinan menjadi tak cukup efektif untuk menyembuhkannya. Akibatnya, penyakit tersebut semakin parah dan semakin sulit untuk disembuhkan.

Lebih lanjut Ibnu ‘Athaillah menjelaskan bahwa nafsu dapat mengesatkan hati. Hati yang kesat akan tampak dari perilaku dan perbuatan. Sebagai contoh, orang yang hatinya kesat itu suka berbangga diri, gemar menyalahkan orang lain, tidak menerima maaf, senang jika aib orang lain tersingkapkan, serta gembira melihat orang lain terkena musibah (halaman 186).

Nasihat lain yang diungkapkan pengarang yang telah banyak menulis buku-buku terkenal seperti Al-Hikam ini juga menjelaskan bagaimana seharusnya manusia ketika ditimpa sebuah ujian. Dalam hikmahnya Ibnu ‘Atahillah berkata, “Dia memberimu sehat, sakit, kaya, miskin, gembira, dan duka agar kau mengenal-Nya dengan seluruh sifat-Nya…”.

Dari kalimat penuh makna itu kita bisa merenung bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan hamba-hamba-Nya lepas dari ujian. Setiap makhluk di muka bumi ini akan diberi ujian dan cobaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Tuhan menetapkan dunia bercampur dengan kekeruhan dan menghias kenikmatannya dengan kerisauan.

Apa di balik hikmah itu semua? Hikmahnya jelas tampak pada dua kenyataan. Pertama, Tuhan menjadikan dunia sebagai tempat pemberian beban. Bahkan, bisa dikatakan dunia merupakan medan ujian. Seandainya kehidupan yang Tuhan berikan kepada manusia hanya berupa kenikmatan tanpa kesulitan dan hanya berisi kesenangan, dari sikap seperti apa dan dari ketaatan yang mana penghambaan manusia kepada Tuhan terwujud lewat perbuatannya?

Kedua, yang perlu diperhatikan adalah bahwa kehidupan dunia telah ditentukan batas waktunya. Kehidupan dunia merupakan periode ujian, yang akan menentukan apakah seseorang menuju tempat hukuman ataukah ganjaran. Pintu gerbang antara ujian dan balasan itu adalah kematian.

Dari penjelasan di atas sangat jelas bahwa Tuhan, dalam kehidupan manusia akan memberikan ujian-ujuan yang senantiasa akan menyapa. Ujian yang diberikan kepada manusia semata-mata agar manusia merasa bahwa manusia adalah makhluk lemah. Agar tidak pernah bersikap pongah dan menyombongkan diri atas apa yang dimilikinya di dunia ini.

Banyak nasihat Ibnu ‘Athaillah yang dipaparkan dalam buku setebal 524 halaman ini. Untuk memahaminya kita perlu lebih intens mengkajinya. Dari masalah hati dan jiwa manusia, dosa, maksiat dan kemestian bertobat, hingga tentang bagaimana cara berguru dan mencari ilmu yang bermanfaat. Semua dikupas dengan bahasa yang indah dan penuh hikmah. Membacanya kita akan diajak merenung pelbagai hal dalam kehidupan dunia yang fana ini. (Untung Wahyudi)

 

Judul

: Tajul ‘Arus; Pelatihan Lengkap Mendidik Jiwa

Penulis

: Ibnu ‘Athaillah

Penerbit 

: Zaman

Tahun

: 2013

Genre 

: Islam

Tebal

: 524 Halaman

ISBN

: 978-979-024-235-7

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29725065

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit