Kenangan Inspiratif Orde Lama dan Orde Baru Cetak E-mail
(3 votes)

Menengok Jasa-jasa Orde Lama & Orde Baru

Kenangan Inspiratif Orde Lama dan Orde Baru

Tak ada salahnya jika para pemimpin era sekarang berkaca pada sikap pemimpin di era terdahulu, lebih banyak mengoreksi kesalahan para pendahulunya dan meneruskan beberapa kebijakan yang dianggap berguna demi kepentingan bangsa. Hal tersebut diupayakan demi memunculkan percepatan pembangunan, sebab dengan lebih banyak mengoreksi langkah-langkah keliru para pendahulu, tentu kemudian akan lebih mudah untuk menyempurnakannya lagi dengan program-program baru. Bongkar pasang semacam itu tentu bisa dianggap wajar bagi sebuah bangsa yang masih dalam tahap pencarian sistem yang pas dengan jiwanya. Sejarah sudah seharusnya banyak memberikan pelajaran berharga. Senada dengan apa yang pernah diungkapkan Presiden Soekarno, ‘jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah’. Inilah ruh dari buku ini, yakni mengingat beberapa peninggalan baik fisik maupun berupa pemikiran-pemikiran inspiratif yang bisa dijadikan pelajaran berharga bagi generasi selanjutnya.

Banyak sekali warisan fisik peninggalan Orde Lama yang bisa kita tengok, di antaranya seperti Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno, dll. Di samping semangat positif yang menjadi latar belakang pembangunannya, ternyata ada juga sisi negatif yang bisa dijadikan pelajaran bagi generasi berikutnya. Proyek-proyek mercusuar tersebut mendapatkan analisa yang bagus dari Orde Baru. Jika Orde Lama hanya mementingkan pembangunan fisik, maka Orde Baru kemudian melanjutkannya dengan pembangunan sumber daya manusia. Pemerataan penyebaran penduduk, naiknya PDB (Produk Domestik Bruto) beserta kecukupan pangan, turunnya angka inflasi, berkurangnya para penyandang buta huruf, tak bisa dipungkiri bahwa OrBa telah banyak memberikan sumbangan positif bagi pertumbuhan negara ini (halaman 141).

Dengan ketegasan yang dimiliki Presiden Soekarno, Irian Barat kemudian berhasil direbut kembali. Sebagai negara yang baru lahir, tampaknya sang putra fajar kelahiran Surabaya 6 Juni 1901 ini mengerti bahwa jika ia tak memperkuat lini pertahanan negara, maka para imperialis pun tentu akan kembali berusaha menginjakkan kakinya kembali ke tanah air. Akhirnya, pada Desember 1960, Jenderal A.H. Nasution diutus ke Moskow dan berhasil mengadakan perjanjian jual beli senjata dengan Uni Soviet senilai 2,5 milliar dollar Amerika dengan persyaratan pembayaran jangka panjang. Setelahnya, jadilah Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di belahan bumi Selatan (halaman 31). Begitu hebatlah efeknya, sehingga Amerika di bawah John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima (halaman 36).

Orde Baru pun kemudian tampaknya bisa melihat di titik mana sajakah Orde Lama perlu membenahi diri. “Daripada kemampuan dan modal besar yang tersedia digunakan untuk adu kekuatan senjata yang menjurus kepada kesengsaraan dan penderitaan manusia, lebih baik dipergunakan untuk memenuhi tanggungjawab (kemanusiaan) itu, sehingga terwujud suatu tatanan hubungan dan kerjasama internasional yang mendatangkan keadilan sosial yang merata di seluruh dunia,” ujar Presiden Soeharto ketika menerima medali penghargaan dari FAO atas sumbangsihnya menciptakan swasembada pangan di Indonesia (halaman 86). Putra bangsa kelahiran desa Kemusuk 8 Juni 1921 ini belajar dari bencana kelaparan yang pernah menghantui beberapa wilayah Indonesia ketika generasi sebelumnya sibuk membenahi kedaulatan. Kejayaan-kejayaan di bidang olahraga (beberapa kali sang merah putih berkibar di posisi tiga besar Olimpiade), bidang teknologi (IPTN dengan proyek pesawat buatan anak negeri), bidang kesehatan (program vaksin polio, dan terutama KB yang membawa Pak harto beroleh UN Population Award), serta pendidikan (Wajar 9 tahun, SD Inpres, dan GN-OTA) memperlihatkan bahwa pada orde ini telah menunjukkan kemajuan yang lumayan berarti. Lepas dari intrik politik saat terjadinya alih kekuasaan di antara kedua orde tersebut, yang begitu pelik dan runyam (halaman 141).

Maka beberapa pemikiran Bung Karno yang banyak dipengaruhi para pemikir dunia dan pemikiran Pak Harto yang lebih bersifat kejawen, juga masih terasa amat layak untuk direnungkan oleh para pemimpin berikutnya (halaman 153). Beberapa di antaranya ada yang harus kita kritisi, namun ada pula yang patut kita teruskan semangatnya. * (Adi Zam-Zam)

 

Judul

: Kenangan Inspiratif Orde Lama dan Orde Baru

Penulis

: M. Sanusi

Penerbit 

: Saufa

Tahun

: 2014

Genre 

: Sosial & Politik

Tebal

: 186 Halaman

ISBN

: 978-6022-554-33-2

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25231049

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit