Menyusuri Jalan Cahaya Cetak E-mail
(1 vote)

Mengurai Makna dan Simbol Haji

Menyusuri Jalan CahayaIbadah haji adalah ritual tahunan yang dilaksanakan orang-orang Islam yang mampu. Meskipun ibadah haji adalah bagian dari rukun Islam sebagai penyempurna keislaman seseorang, tapi ibadah itu hanya disyariatkan bagi orang-orang yang mampu, baik secara materi, fisik, lebih-lebih mental. Hal ini mengingat bahwa, ibadah haji dilaksanakan bukan sekadar demi “gengsi”, melainkan sebagai bentuk pengabdian dan penyempurna rukun Islam.

Biaya ongkos haji yang mahal tidak menyurutkan semangat orang-orang untuk berangkat ke tanah suci Makkah. Setiap tahun ratusan ribu calon jemaah haji berangkat ke tanah suci untuk beribadah.

Pada musim haji 1434 H/2013 M ini, jumlah jemaah haji Indonesia berangkat sebanyak 168.800 dengan rincian 153.200 orang untuk haji regular dan haji khusus 13.600 orang. Ini setelah dilakukan pemotongan kuota sebesar 20 persen dari kebijakan Saudi Arabia akibat dampak perluasan kompleks Masjidil Haram.

Ada banyak hal yang bisa diurai dari simbol-simbol haji. Sehingga, ibadah haji tak sekadar dijadikan sebagai momentum tanpa makna. Karena, sangat disayangkan jika ibadah yang memerlukan kesehatan fisik dan biaya yang tidak sedikit itu hanya dijadikan momentum “wisata religi”, sehingga terkesan hanya menghambur-hamburkan uang.

Kyai Husein Muhammad dalam bukunya Menyusuri Jalan Cahaya coba menguraikan pelbagai hal yang berkaitan dengan ibadah haji. Dari masalah tawaf, sai, wukuf, jamarat (melempar jumrah), hingga tentang makna kurban yang lazim dilaksanakan setiap datang bulan haji, yaitu pada 10 Dzulhijjah.

Secara harfiah, tawaf berarti ‘berkeliling atau mengitari sesuatu’. Dalam haji, tawaf berarti ‘prosesi mengelilingi atau mengitari bangunan kubus (Kabah) sebanyak tujuh kali’.

Tawaf juga merupakan simbol perjuangan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah, menyatukan pikiran, hati dan langkah manusia. Dalam tawaf, manusia sepenuhnya pasrah kepada (Allah) dan menuju satu titik dari mereka berasal dan ke mana pula mereka akan kembali (halaman 27).

Sementara itu, sai adalah prosesi yang merupakan simbol yang menggambarkan perjuangan manusia untuk survive, mempertahankan eksistensi (hidup) yang tak pernah berhenti.

Simbol Sai pada mulanya ditampilkan dalam kisah seorang perempuan bernama Siti Hajar. Ia berjalan dan berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah, mencari air di lembah yang tandus itu untuk anaknya, Ismail, yang baru saja dilahirkannya. Bayi itu, anak hasil perkawinannya dengan Nabi Ibrahim. Kelahirannya sudah lama diidamkan ayahnya. Sayang, begitu lahir, atas perintah Tuhannya, Ibrahim harus meninggalkan sang anak dan ibunya.

Wukuf di Arafah adalah salah satu prosesi ibadah haji yang terbilang berat. Di sinilah puncak ritual kolosal itu berlangsung. Wukuf makna harfiahnya adalah ‘berhenti atau bediam diri sejenak di sebuah tempat dengan medan yang mahaluas’. Dalam ibadah haji, wukuf berarti  ‘berada di Arafah pada 9 Dzulhijah untuk berzikir, berdoa dan berkontemplasi’. Wukuf merupakan kegiatan paling utama dan puncak segala proses haji. Wukuf di padang itu begitu utama sehingga para jemaah yang tidak sempat berada di tempat itu belum dianggap telah melaksanakan haji. Ia harus mengulangi hajinya pada kesempatan yang lain (halaman 34).

Sementara itu, Jamarat atau melempar jumrah adalah simbol perjuangan manusia untuk membersihkan hati dengan membuang dan melemparkan jauh-jauh kecenderungan-kecenderungan egoistis yang seringkali menyesatkan, bahkan menyengsarakan manusia lain. Jumrah sering digambarkan bagai mengusir setan karena makhluk ini punya karakter yang selalu ingin menyesatkan manusia (halaman 40).

Terakhir adalah Kurban. Peristiwa ini pada mulanya merupakan tradisi masyarakat pagan. Demi meraih kebahagiaan diri, para tokoh—atas nama Tuhan—melakukan pembunuhan manusia sebagai bentuk pengorbanan kepada Tuhan. Kejahatan manusia model ini harus dihentikan. Tanpa menghilangkan tradisi itu, Allah Swt. melalui Nabi menyerukan praktik pengorbanan tersebut diganti dengan penyembelihan hewan yang memberi manfaat bagi kesejahteraan sosial. Maka, kurban dalam haji adalah simbol perjuangan manusia mewujudkan solidaritas sosial-ekonomi demi kesejahteraan bersama.

Demikianlah, prosesi haji memang nampak begitu sederhana dan demikian mudah, tetapi sesungguhnya ia begitu sarat makna. Tahap demi tahap perjalanan haji: tawaf, sai, wukuf di Arafah, serta jamarat dan kurban merupakan simbol-simbol penyatuan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia. Melalui esai-esainya dalam buku 276 halaman ini, penulis mengajak pembaca untuk bisa lebih memahami esensi dan makna di balik simbol-simbol haji.

(Untung Wahyudi)

 

Judul

: Menyusuri Jalan Cahaya

Penulis

: KH. Husein Muhammad

Penerbit 

: Bunyan (Grup Bentang)

Tahun

: 2013

Genre 

: Islam - Ibadah Haji

Tebal

: 276 Halaman

ISBN

: 978-6027-888-27-2 

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM - IBADAH HAJI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31804413

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit