All About Teen Idols Cetak E-mail
(3 votes)

Ketika Remaja Memberhalakan Idola

All About Teen Idols

Masa remaja adalah masa di mana segala sesuatunya seringkali labil. Tidak hanya cara bersikap, cara berpikirnya pun cenderung meniru hal-hal yang menjadi kesukaannya. Di antara hal-hal yang menjadi kesukaan remaja adalah sikap mereka sebagai pengagum publik figur, artis, penyanyi, dan sebagainya.

Hal itu membuat mereka dengan penuh ekspresif meniru gaya sang idola. Tidak hanya cara berpakaian, tetapi juga gaya hidup yang cenderung glamour. Mengidolakan seseorang sebagai panutan itu sah-sah saja. Apalagi jika bisa membangkitkan semangat dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, yang sangat disayangkan adalah, ketika seseorang berlebihan dalam mengidolakan sang idola. Mereka berupaya mati-matian membela sang idola ketika sang idola terbelit masalah dan beritanya diekspos media. Seolah-olah mereka sudah menjadi idola fanatik para idola.

Tidak hanya itu. Ketika sang idola menggelar konser, para remaja rela antre berjam-jam demi mendapatkan tiket masuk. Harga tiket yang selangit bukanlah sebuah masalah bagi mereka. Karena, tujuan mereka hanya ingin bertemu sang idola yang selama ini hanya bisa dilihat di layar kaca.

Dalam All About Teen Idols Haris Firmansyah coba memotret fenomena remaja yang suka mengidolakan para selebritis. Haris menulis buku ini atas keprihatinannya yang begitu besar pada remaja yang cenderung berlebihan dalam mengidolakan seorang publik figur. Lewat buku ini, Haris berharap remaja akan sadar bahwa mengidolakan sang bintang itu juga ada batasnya. Tidak perlu berlebihan sehingga menimbulkan “bahaya” bagi mereka sendiri.

Tentu masih segar dalam ingatan kita bahwa dalam beberapa konser musik seringkali terjadi tawuran yang menyebabkan nyawa penonton melayang. Jika kita sejenak merenung, apa yang sebenarnya mereka cari dalam konser tersebut? Ingin bertemu sang idola atau bertemu malaikat maut? Mereka bukan mati dalam rangka hal-hal kebaikan, akan tetapi mati dalam keadaan konyol di saat mengelu-elukan idola saat tampil di atas panggung.

Dari sekian banyak idola yang “diberhalakan” kaum muda saat ini adalah artis-artis Korea. Mereka gandrung terhadap artis asal negeri Ginseng itu dimulai dari menonton drama Korea yang romantis, lalu “jatuh cinta” pada pemerannya yang cakep. Lalu, mereka menggemari musiknya: K-pop (halaman 82).

Di negara-negara tertentu, termasuk Indonesia, fans boyband/girlband memiliki grup khusus. Mereka saling berinteraksi di dunia maya untuk membicarakan idola mereka. Dari saling tukar koleksi foto, hingga informasi terbaru dari para artis idola mereka.

Saking  terinspirasinya sama idola, seorang fans bisa mengikuti segala gaya idolanya. Dari gaya rambutnya, hingga cara berpakaiannya. Dalam catatan Haris di buku 144 halaman yang dibahas dengan gaya yang cenderung lucu, kadang satire namun sarat dengan perenungan ini, ada beberapa hal yang biasanya ditiru oleh para remaja masa kini dari sang idola. Di antaranya mengecat rambut, menato dan menindik anggota tubuh, mengumbar aurat, hingga budaya operasi plastik. Bukan rahasia lagi bahwa artis-artis Korea banyak yang melakukan operasi plastik demi menjaga penampilan. Sesuatu yang sangat tidak pantas ditiru oleh generasi kita (halaman 87).

Padahal, menurut Haris, ada banyak hal positif yang bisa ditiru dari sang idola-- selain penampilan mereka yang “berlebihan” itu. Misal, kita bisa mencontoh semangat dan perjuangan mereka sebelum meraih popularitas. Bahwa mereka perlu berjuang keras untuk mencapai “maqam” atau tempat yang diimpikan banyak orang itu. Walaupun juga tidak sedikit yang terkenal dengan cara instan melalui media sosial atau Youtube.

Karena itu, sudah semestinya para remaja untuk lebih berhati-hati mengidolakan selebritis. Tidak semua yang mereka lakukan itu harus ditiru. Mereka juga manusia biasa yang sewaktu-waktu juga akan khilaf. Bahkan, tak jarang yang tersandung kasus seperti kepemilikan narkoba, kekerasan terhadap sesama artis atau pada fans sendiri. (Untung Wahyudi)

 

Judul

: All About Teen Idols

Penulis

: Haris Firmansyah

Penerbit 

: de TEENS

Tahun

: 2013

Genre 

: Non Fiksi Umum

Tebal

: 144 Halaman

ISBN

: 978-6022-554-22-6 

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NON FIKSI UMUM

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27612978

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit