Jejak-Jejak Pengasingan Para Tokoh Bangsa Cetak E-mail
(2 votes)
Melacak Jejak Tokoh Bangsa Dalam Pengasingan

Jejak-Jejak Pengasingan Para Tokoh BangsaPada masa penjajahan Belanda, pengasingan jelas menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para pejuang. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya meninggal dunia di tempat tersebut. Selain kekerasan fisik, mereka juga harus menekan rajaman rasa kebosanan serta tekanan mental yang tak berjeda.   

Meskipun demikian, tidak jarang dari para pahlawan yang justru berhasil menjadikan tempat pengasingan sebagai tempat untuk pemulihan mental. Dan masa pengasingan digunakan untuk berkarya dan merenungkan strategi melawan penjajahan saat menemui kebebasan. Bung Karno misalnya, selama di penjara Sukamiskin, Bandung mengalami tekanan mental yang berat. Tapi setelah di pindah ke Ende, mental Soekarno bangkit kembali. Bahkan, di sana beliau mulai meracik pemikiran tentang Pancasila.

Buku setebal 306 halaman ini mencoba merekam nasib dan kegagahan para pahlawan nasional lainnya yang berhasil melewati masa-masa penuh siksa tersebut.

Abdoel Moeis adalah salah satu pahlawan nasional lain yang berhasil melewati beratnya selama dipengasingan. Bahkan, tekanan selama masa pengasingan berhasil dirubahnya menjadi energi untuk berkarya, khusunya dalam bidang sastra. Pahlawan kelahiran Sumatera Barat ini, memang berjuang dalam gelanggang sastra. Ia mengeksplorasi pemikiran-pemikiran kritis dan kritikan pada Belanda melalui berbagai tulisan. Tulisan-tulisan inilah yang menyebabkan ia dibuang ke daerah Garut.

Namun selama menjalani masa pengasingan ia banyak menghasilkan tulisan dan karya sastra yang sarat kritikan. Salah satu karya yang dihasilkan di sana dan cukup terkenal adalah novel Salah Asuhan. (hal.15-18)

Selain Abdoel Moeis, jurnalis yang sempat merasakan beratnya dalam pengasingan adalah Chalid Salim. Akibat tulisan-tulisannya yang blak-blakan mengkritik kebijakan Belanda, ia pun dijebloskan ke penjara di Medan sebelum akhirnya dibuang ke daerah Digoel. Bahkan, pejuang kelahiran Tanjung Pinang ini merupakan tokoh yang paling lama diasingkan di Digoel, yakni sekitar 15 tahun. Untuk melawan kebosanan, Chalid Salim menyibukkan diri dengan berburu nyamuk.

Pada tahun 1943, ketika tentara Fasis Jepang menyerang Indonesia, para tahanan Digoel diungsikan ke Australia, termasuk Chalid Salim. Karena takut dibantai pasukan Jepang yang sudah mengusai Indonesia, selepas dari Australia, ia pun tidak pulang ke tanah air, melainkan pergi ke Rotterdam. Di sanalah ia menghabiskan sisa hidupnya. ( hal.31-36).

Selain Chalid Salim, Lie Eng Hok juga salah satu pejuang yang pernah merasakan beratnya kamp pengasingan Digoel. Masa muda pejuang berdarah Tionghoa kelahiran Banten ini bekerja di surat kabar Tionghoa berbahasa Melayu, Sin Po. Gerakan Lie adalah dengan cara membeli buku-buku loak dari oran-orang Belanda. Dengan begitu ia banyak menyerap informasi. Informasi-informasi itu lalu disampaikan pada teman-teman pergerakannya dengan menyelipkan catatan-catantan pada buku loaknya tersebut.

Namun, usaha Lie akhirnya tercium juga oleh pihak Belanda, sehingga ia pun diasingkan di Digoel selama lima tahun, yakni dari tahun 1927-1932.  Selama di sana, Lie menolak ajakan kerja sama dengan Belanda dan untuk bertahan hidup ia pun membuka kios tambal sepatu. Setelah dibebaskan, usaha ini pun dilanjutkan Lie di Semarang. (hal. 143-147)

Pejuang selanjutnya yang kenyang dengan pengasingan adalah Syekh Yusuf al-Makassari. Pria kelahiran Gowa Sulawesi Selatan ini menghabiskan waktu mudanya untuk menimba ilmu agama diberbagai tempat di Nusantara. Bahkan, selama 20 tahun lebih beliau lalu berkelana ke berbagai negara, seperti Suriah, Mekah, Madinan, hingga Turki untuk berguru pada ulama-ulama besar saat itu.

Setelah menimba ilmu, belaiu pulang ke tanah air dan menetap di Banten. Bersama rakyat Banten pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa, Syekh Yusuf menggerakan murid-muridnya untuk melawan Belanda.  Namun, pada tahun 1862, Syekh Yusuf ditangkap oleh Belanda. Awalnya hanya ditahan di Cerebon kemudian dipindahkan ke Batavia. Namun karena masih dianggap membahayakan, Syekh Yusuf beserta keluarga diasingkan ke Sri Lanka. Selama di sana, Syekh Yusuf melakukan dakwah dan penyebaran Islam. Karena di sana pun masih dianggap masih membahayakan Belanda, akhirnya dipindah lagi ke Afrika Selatan. Di sana ia pun tetap berdakwah sampai akhir hayatnya. (hal.265-270)

Masih banyak jejak pejuang lain dalam pengasingan yang tertuang dalam buku ini, seperti Bung Hatta, Ki Hajar Dewantoro, Mohammad Natsir, dll. Lewat buku ini penulis mengajak pembaca untuk kembali menengok dan merenungkan ruang-ruang sejarah masa lalu untuk memupuk rasa nasionalisme. (Moh. Romadlon)

 

 

Judul

: Jejak-Jejak Pengasingan Para Tokoh Bangsa

Penulis

:  A. Faidi, S. Hum

Penerbit 

: Saufa

Tahun

: 2014

Genre 

: Sejarah Nasional

Tebal

: 306 Halaman

ISBN

: 978-6022-554-64-6

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada kata kunci
Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236743

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit