Edensor Cetak E-mail
(2 votes)

Perjuangan Panjang Menaklukkan Eropa

EdensorKehadiran novel tetralogi Laskar Pelangi pada 2006 membawa angin segar dalam kesusastraan Indonesia. Novel yang diangkat dari kisah nyata penulisnya itu mampu menembus angka penjualan yang sangat fantastis. Di Indonesia, novel yang mengisahkan perjalanan hidup Ikal, putra Belitong itu terjual hingga ratusan ribu eksemplar. Sebuah pencapaian yang sanggup mematahkan asumsi bahwa buku-buku sastra (novel) sulit untuk terjual laris (best seller).

Laskar Pelangi takhanya digandrungi pembaca dan pecinta sastra di Tanah Air, novel itu juga telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa dan diterbitkan di lebih dari 100 negara oleh penerbit-penerbit seperti Farrar, Straus and Giroux, Random House, HarperCollins, Penguin, Sunmark Tokyo, Phoenix China, dan lain-lain.

Laskar Pelangi semakin menyedot perhatian publik setelah novel itu diadaptasi menjadi film layar labar pada 2008. Animo masyarakat terhadap filmnya pun cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa novel atau film yang mengangkat tema pendidikan juga menarik untuk diapresiasi. Apalagi, selama ini penonton film Indonesia kerap disuguhi film dengan tema-tema dangkal seperti roman picisan, horor, bahkan film-film berbau “cabul”.

Edensor adalah novel ketiga dari seri Laskar Pelangi setelah Sang Pemimpi yang juga telah diangkat ke layar lebar tak lama setelah Laskar Pelangi tayang. Belum lama ini, film Edensor juga ditayangkan serentak di bioskop-bioskop Tanah Air.

Edensor mengisahkan perjalanan Ikal dan Arai dalam menempuh pendidikan di Universitas Sorbonne, Paris. Mereka berhasil mewujudkan mimpi mereka yang sejak kecil ingin mengunjungi Eropa yang eksotis, tempat para intelek berkumpul, seniman, dan yang lainnya. Seperti yang kerap dikatakan Julian Balia, guru bahasa Indonesia mereka waktu SMA.

Dalam Edensor, Andrea Hirata sekilas menghadirkan kembali kisah masa kecil Ikal yang seringkali membuat onar di surau. Adegan-adegan masa kecil itu dihadirkan semacam flashback dalam scan-scan film. Mungkin, Andrea sengaja menghadirkan kembali kisah-kisah yang sebenarnya sudah bisa dibaca pada buku sebelumnya, semata-mata untuk memancing ingatan pembaca sebelum meneruskan kisah Ikal dan Arai ketika menjejakkan kaki di Paris.

Dalam novel ini, pembaca bisa melihat secara langsung bagaimana perjuangan Ikal dan Arai ketika untuk kali pertama menginjakkan kaki di Paris. Sudah lama mereka ingin melihat kecantikan menara Eiffel yang kesohor ke seluruh dunia itu. Bagi mereka, Paris adalah kota impian, kota yang akan mengajarkan banyak hal bagimana memaknai kehidupan yang penuh tantangan.

Ikal dan Arai tiba di Paris ketika musim salju (winter). Karena kegalakan penjaga apartemen yang tak mengizinkan mereka masuk karena berbagai alasan, Ikal dan Arai akhirnya menggelandang. Mereka berharap bisa menemukan penginapan untuk berteduh dari guyuran salju yang luar biasa derasnya. Pohon-pohon menjadi putih. Jalan raya menyempit dilamun bongkahan es. Atap-atap digelayuti timbunan salju (halaman 62).

Dari termometer yang dikeluarkan Arai pada pukul dua pagi, mereka tahu bahwa suhu telah terjun ke titik minus sembilan derajat Celcius. Mereka berdua cemas karena sama sekali tidak berpengalaman dengan cuaca seekstrem itu.

Ikal nyaris sekarat oleh terpaan hawa dingin yang menggigit. Darah tumpah dari rongga hidungnya, merah menyala di atas salju yang putih. Sebisanya Arai berusaha menolong Ikal. Arai membuka dan melilitkan syalnya di leher Ikal. Dibongkarnya koper dan mengeluarkan semua pakaian, dibalutkannya berlapis-lapis ke tubuh Ikal.

Ikal terkejut ketika tiba-tiba Arai mengangkat tubuhnya. Ditidurkannya tubuh Ikal di tanah, di bawah rimbun dedaunan rowan. Tindakan Arai semakin ganjil di mata Ikal. Anak itu menimbuni Ikal dengan daun-daun rowan.

Ajaib! Hawa hangat yang halus berdesir di punggung Ikal. Daun-daun busuk yang ditimbunkan Arai ke sekujur tubuh Ikal seakan-akan menguapinya. Melihat perubahan itu Arai kembali menimbuni Ikal dengan daun rowan. Kesadaran Ikal berangsur pulih, detak jantungnya kembali normal. Tiba-tiba Arai memekik girang, “Humus! Humus, Kawan. Humus pyrus aucaparia menyimpan panas. Begitulah cara tentara Prusia bertahan di musim salju. Apa kau tak pernah membaca buku sejarah?” (halaman 65).

Ikal dan Arai adalah sosok yang patut menjadi teladan bagi anak muda. Keterbatasan yang pernah mereka hadapi bukanlah halangan untuk meraih mimpi. Selepas sarjana mereka berdua pernah luntang-lantung tidak jelas. Hingga akhirnya Ikal bekerja di kantor pos, sementara Arai merantau ke Kalimantan. Mereka kembali bertemu ketika mereka mengikuti seleksi S2 ke Prancis.

Dalam Edensor Andrea Hirata juga “menghidangkan” ragam budaya yang ditemui tokoh Ikal dan Arai di Paris. Pertemanan dengan orang-orang dari berbagai negara membuka mata pikiran Ikal dan Arai untuk lebih menghargai perbedaan yang terbentang dalam pergaulan mereka. (*) (Untung Wahyudi)

 

Judul

: Edensor

Penulis

: Andrea Hirata

Penerbit 

: Bentang Pustaka

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Sastra

Tebal

: 294 Halaman

ISBN

: 978-6027-888-98-2

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SASTRA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 32075813

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit