I am Doctorpreneur Cetak E-mail
(3 votes)

Ketika Dokter Berwirausaha

I am DoctorpreneurPerjuangan untuk menjadi seorang dokter, mulai dari mendapatkan gelar dokter umum hingga melanjutkan pendidikan spesialisasi, tentu sarat dengan tantangan dan jalan terjal berliku. Dalam hal ini, dibutuhkan kesabaran ekstra, daya tahan banting yang tinggi, stamina mental dan fisik, serta keuangan yang tangguh. Dan yang perlu digarisbawahi, setelah gelar dokter berhasil diraih, tidak serta merta membuat Anda langsung dipercaya oleh pasien, bahkan oleh tetangga terdekat sekalipun. Membangun praktik ternyata bukan pekerjaan semalam dua malam. Butuh waktu lama hingga tahunan untuk menanamkan kepercayaan pada pelanggan atau pasien.

Menurut dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes., penulis buku yang telah kenyang pengalaman menjadi dokter di beberapa klinik dan rumah sakit, menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) bukanlah peluang yang bisa diharapkan bagi dokter umum yang baru lulus. Mereka harus berusaha mencari peluang lain selain PNS. Salah satunya adalah dengan menekuni dunia kewirausahaan (entrepreneur).  

Ya. Di era sekarang, para dokter selain dituntut kompeten di bidangnya, juga harus piawai di bidang yang lain, terutama berkaitan dengan pengembangan pribadi dan kewirausahaan. Tentu saja semua itu hendaknya dilakukan tanpa meninggalkan misi utama, yaitu meringankan penderitaan sesama sesuai dengan profesionalitas dan kompetensi seorang dokter.

Melalui buku ini, penulis mencoba menawarkan beragam usaha yang berpeluang sebagai sumber finansial dan dapat diandalkan oleh dokter yang baru lulus. Alternatif-alternatif tersebut tidak harus selalu mendirikan praktik pribadi ataupun klinik, tetapi juga bisnis media kesehatan (seperti rumah produksi), menjadi penulis buku-buku kesehatan, membuka pendidikan kesehatan lintas usia, mencetak kaos-kaos dengan membawa misi kesehatan, dll.

Terkait hal ini, penulis telah membuktikannya sendiri. Selain berprofesi sebagai seorang dokter, penulis cukup produktif menulis buku-buku kesehatan. Bahkan, sebagian royalti yang diperoleh dapat ia gunakan untuk membayar ONH plus bersama istri tercinta.

Di buku ini, penulis juga menyisipkan kisah rekan-rekan seprofesi yang telah berhasil mengembangkan wirausahanya dengan tetap profesional menjalani profesinya sebagai dokter. Contoh ideal yang direkomendasikan penulis adalah model dr. Rosyid Ridho dan dr. Prasetyo Widhi yang mengembangkan wirausaha yang masih linear dengan profesi dokter. Ada juga dr. Khusnan yang mengembangkan wirausaha di sektor lain yang tak sejalur dengan profesi dokter.

Dalam tempo 12 tahun, dr. Rosyid Ridho telah membangun sebuah rumah sakit swasta dengan jumlah karyawan 180 orang. Rumah sakit yang dibangunnya itu melayani semua pasien dengan berbagai kondisi sosial ekonomi, termasuk pasien yang tidak mampu. Dalam hal ini, pasien yang tidak mampu tetap diberi pelayanan yang sama dengan pasien-pasien lainnya, dengan syarat ia harus jujur bahwa ia benar-benar tidak mampu. Tak jarang, pasien yang benar-benar tidak mampu dibebaskan dari biaya berobat alias gratis.

Sementara itu, dr. Prasetyo Widhi, yang merupakan kakak kelas penulis, setelah lulus dokter, memilih merantau ke Jakarta dan mulai bekerja di klinik-klinik selama 24 jam. Setelah itu, ia mencoba mendirikan klinik sendiri. Dari waktu ke waktu, klinik-klinik 24 jam yang ia dirikan semakin bertambah jumlahnya. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk membangun rumah sakit yang berbasis rujukan klinik-klinik 24 jam yang telah dirintis sebelumnya.

Lain lagi dengan pengalaman unik wirausaha dr. Khusnan. Surplus dari praktik pribadinya diinvestasikan ke unit usaha di luar kesehatan. Awalnya, ia hanya berinvestasi di bengkel dan grosir spare part mobil serta grosir peralatan tulis kantor dan sekolah. Selanjutnya, surplus diinvestasikan membeli usaha tutup botol, biskuit, salon, gelanggang futsal, dan beberapa unit taksi.

Yang harus selalu diingat, ketika seseorang telah lulus menjadi dokter dan bercita-cita meniti karier sebagai dokter, maka seyogianya ia mengambil arah yang benar serta menggunakan metode valid dalam mencapainya. Artinya, ia harus melandaskan rujukan valid, baik rujukan yang bersifat evidence based medicine (pendekatan medis yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini untuk kepentingan pelayanan kesehatan) maupun ilmu-ilmu pendukung yang lain seperti manajemen, psikologi dan perilaku, antropologi, serta ilmu humaniora lainnya.

Dokter adalah pelayan publik. Terlepas dari bagaimana cara mereka memperoleh pendapatan untuk diri sendiri dan keluarga, mereka tidak boleh mengubah cara memberikan pelayanan yang prima kepada para pasiennya. Sebuah pesan moral yang disampaikan penulis untuk para dokter di buku ini adalah: “Jangan mengharapkan kekayaan dari praktik dokter! (Sam Edy Yuswanto, Kebumen)

 

Judul

: I am Doctorpreneur

Penulis

: dr. Yusuf Alam Romadhon, M.Kes.

Penerbit 

: Metagraf

Tahun

: 2013

Genre 

: Pengembangan Diri

Tebal

: 136 Halaman

ISBN

: 978-602-9212-82-2

 

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PENGEMBANGAN DIRI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366043

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit