Mikiran Yayat Cetak E-mail
(2 votes)
Sebuah Berita Kocak Yang Smart

Mikirin YayatPada era globalisasi dan canggihnya teknologi seperti sekarang ini, kita begitu mudahnya mendapatkan berita. Berita yang seragam dan membosankan. Pasalnya, di semua media, satu tema disajikan dengan analisa yang sama. Belum lagi, dari sekian berita yang ada banyak yang telah disandera oleh ragam kepentingan.

Mikiran Yayat berbeda. Bagi yang biasa berkunjung ke www.mikiranyayat.blogspot.com, tempat Mikiran Yayat sebelum akhirnya lahir ke dunia nyata dalam bentuk buku, tentu sudah familier dengan kekhasan beritanya.

Mang Yayat selaku wartawan tunggal surat kabar berbahasa campuran Sunda-Indonesia itu  selalu bisa menyajikan berita dengan analisa yang jauh beda dari lainnya. Dia selalu menggali informasi dari sumbernya lalu diramu dengan analisa para pakar, paranormal, sampai para pesakitan. Hasilnya, sangat berimbang, bebas kepentingan. Yang pasti, mesti kocak tetap smart dan mesti smart tetap kocak.

Sebagai koran untuk semua golongan, rubliknya sangat beragam, dari berita daerah, nasional, internasional, ekonomi & bisnis, politik, kriminal, sampai rublik hiburan, sepakbola dan cerpen.

Edisi kali ini, dalam rublik nasional, Mikiran Yayat mengangkat berita tentang kebiasaan baru gubernur Jakarta, berjudul “Capek Blusukan Jokowi Pilih Blesekan”. Jokowi mengaku aktifitasnya blusukan ke pelosok wilayah Jakarta membuatnya kelelahan. “Ternyata blusukan itu melelahkan. Ke sana kemari di Jakarta jauh sekali. Tak cukup sekali naik metromini,” ujarnya dengan logat Jawa kental.

Tradisi blusukan ala Jokowi ternyata  kini tengan menjadi tren di kalangan pejabat dan politikus Indonesia untuk menarik simpati masyarakat. Sementara Jokowi sendiri tidak mempermasalahkan gayanya ditiru orang. “Kalau orang lain mau niru, ya silahkan karena saya sudah bosan. Sekarang saya mau blesekan ke sawah, mengembala kerbau dan cari belut saja, “ujarnya sambil menyingkapkan seragam Korpri-nya ke atas, siap nyebur ke sawah.

Aktivitas baru Jokowi yang dadakan ini jelas membikin  repot Satpol PP, pasalnya, belum ada juklaknya Satpol PP menangkap belut di sawah. (hal.2-5)

Dalam rublik politik, Mikiran Yayat menurunkan berita berjudul “Politik Pencitraan Marak Menjelang Pemilu”. Hingar-bingar jelang pemilu 2014 mulai menunjukan geliatnya. Demi merebut simpati rakyat dan merebut kursi, para politikus saling membuat maneuver politik. Tak penting jenis apa kursinya. Mau kursi lipat, kursi bambu, atau kursi buat mancing, yang penting bisa diduduki di gedung dewan.

Salah satu strategi yang ramai dilakukan adalah politik pencitraan. Ada caleg yang mencitrakan dirinya mejadi intelek dengan memakai setelan jas dan mengapit ijasah sarjana. Ada yang menjelma bak David Beckham, padahal tidak bisa nendang bola. Ada yang menyaru jadi orang saleh , pakai peci dan dan sorban, padahal tidak pernah shalat

Fenomena ini dinilai pengamat politik, Ependi Godjila, sebagai prilaku yang mementingkan bungkus dari pada isinya. Seperti bungkusan wajik Cililin yang manis, tak peduli dalamnya oli stempet, yang penting asal hitam kayak wajik,” jelasnya.(hal.26-29)

Sementara dalam rublik musik, Mikiran Yayat memberitakan tentang kabar grup musik asal Irlandia, U2 yang akan segera manggung di Jakarta. Kabar kedatangan grup U2 disampaikan dalam konferensi pers oleh Andi Subono, sang promotor. Ditanya tentang tujuan mendatangkan grup ini Andi Subono menjawab dengan santai, “Tidak ada alasan khusus, saya mendatangkan U2 karena vokalisnya bernama Bono. Dan itu cocok dengan nama akhir saya, Subono. Kalau nama akhir saya suboneng, tentu saya akan menggelar konser lenong.”

Sebagai aktivis lingkungan, U2 sebenarnya enggan ke Indonesia, karena dianggap salah satu negara yang bermasalah dengan lingkungan hidup. Untuk merayunya, Subono pun mendatangkan mendiator jempolan, yakni Mang Sahuni, tukang sapu di SD Inpres Ciseah.

“Coba kamu pikir,” kata Mang Sahuni pada Bono saat membujuknya, “kamu jangan merasa paling peduli sama lingkungan kalau belum pernah menyapu halaman dan bersih-bersih di WC Inpres. Kan, kamu dulu waktu sekolah, kalau kebagian piket, tidak pernah nurut kata guru bawa sapu ijuk dan pengki. Dari pagi, kamu malah asyik nongkrong jajan bala-bala di warung Bi Mumun.

Atas bujukan ini Bono pun luluh. Bahkan di Jakarta grup U2 bukan saja menggelar konser tapi juga ikut membersihkan kali Ciliwung. (hal.136-139).

Masih banyak topik menarik lainnya yang tersebar dalam rublik Mikiran Yayat edisi buku perdana ini. Kehadiranya bagaikan magnet yang menarik tiap benda untuk menempel dikutub-kutubnya, yang merupakan racikan pas antara kocak dan smart. (Moh. Romadlan)

 

Judul

: Mikiran Yayat

Penulis

: Mang Yayat

Penerbit 

: B-First

Tahun

: 2013

Genre 

: Referensi Umum

Tebal

: 208 Halaman

ISBN

: 978-6027-975-65-1

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28550417

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit