12 Menit Cetak E-mail
(1 vote)

Semangat Menggapai Mimpi yang Penuh Inspirasi

12 Menit

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita. Entah dia terlahir dari orangtua berada, atau dari keluarga yang cukup sederhana. Semua punya hak untuk bermimpi dan meraihnya.

Dan, untuk meraih sebuah mimpi tentu bukanlah hal mudah. Butuh perjuangan keras disertai kesabaran untuk mendapatkan sebuah keberhasilan yang maksimal. Karena, tak ada kamus instan dalam hidup ini. Takada mimpi yang bisa diraih dengan sim-salabim.

Kerja keras dan perjuangan meraih mimpi bisa kita lihat dari karakter beberapa tokoh dalam novel 12 Menit karya Oka Aurora ini. Dengan tema yang terbilang unik, penulis menyajikan cerita yang penuh dengan motivasi dan inspirasi.

Tak banyak penulis yang mengangkat dunia marching band dalam sebuah novel dengan aneka konflik yang menyertai tokoh-tokohnya. Namun, Oka berhasil meramu kisahnya dalam novel ini dengan bahasa yang menarik. Meskipun, dalam beberapa bab, pembaca akan dijejali istilah-istilah “asing” berupa nama alat-alat musik yang mungkin sangat jarang kita dengar, terutama para pembaca yang awam dengan dunia marching band.

Namun, jika ditelisik, memang di situlah letak keunikan novel perdana Oka yang diadaptasi dari skenario film berjudul sama itu. Oka, lewat 12 Menit ini akan membawa pembaca menjelajahi eksotisme dan keindahan bumi Borneo, tepatnya Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Melalui tokoh Rene, penulis ingin menegaskan bahwa, perjuangan seorang pelatih atau pendidik haruslah sekuat baja. Takada waktu untuk berleha-leha agar apa yang ditularkan pada anak didiknya menjadi cambuk yang mampu membuat mereka bersemangat untuk meraih mimpi.

Salah satu niat besar Rene adalah, membawa anak didiknya yang tergabung dalam grup marching band ke kancah Nasional dalam Grand Prix Marching Band (GPMB), sebuah perhelatan tahunan akbar tempat marching band ternama dari seluruh Indonesia berlaga untuk memperebutkan gelar juara. Bersaing dengan grup-grup lain yang kualitasnya tidak bisa diremehkan.

Untuk itulah, Rene senantiasa menanamkan optimisme pada diri anak didiknya. Meskipun, beberapa kendala kerap ditemuinya selama ia melatih mereka. Tak jarang, Rene menemukan “masalah”, terutama dari salah satu orangtua anggota marching band yang selama ini menentang keras anaknya bergabung dengan grup yang beranggotakan seratus dua puluh orang itu. Namun, bukan Rene namanya jika mudah menyerah. Rene yang sudah berpengalaman menjadi pelatih di kancah Nasional, bahkan Internasional, selalu menghadapi tantangan-tantangan itu sehingga semua berjalan  lancar dan masalah-masalah bisa teratasi.

Hal ini juga terlihat ketika Rene hendak mengajukan dana untuk pembuatan kostum baru anggota marching band. Menurut pihak Manajer, anggaran yang diajukan Rene di luar batas kewajaran. Dan, itu sulit untuk bisa direalisasikan. Tapi, Rene berusaha meyakinkan atasannya, bahwa kostum yang baik akan menentukan kekompokan para anggotanya dan menambah penilaian saat berlaga dalam kompetisi GPMB di Istora nanti.

Alhasil, dua minggu setelah “perdebatan” itu, seratus dua puluh anak duduk mengantre di bangku-bangku stadion, menunggu giliran mengukur tubuh untuk kostum baru (halaman 282).

Perjuangan dan kegigihan beberapa tokoh yang ada dalam novel ini memang patut menjadi contoh. Bagaimana anak-anak pedalaman Bontang, meskipun jauh dari hiruk pikuk Ibukota, tetap berusaha untuk optimis, bahwa tidak akan ada yang sia-sia atas sebuah usaha maksimal yang telah mereka lakukan.

Salah satu kelemahan yang sekilas terlihat dari novel ini adalah cara penyajiannya yang terlalu “patuh” dengan konsep skenario. Alur yang melompat-lompat dan pemecahan bagian cerita hingga menjadi 50 episode semakin memperjelas bahwa novel ini adalah adaptasi dari sebuah naskah skenario. Bahkan, ada beberapa bagian yang tak terlalu penting muncul dan nama-nama tokoh yang hanya muncul sekilas dalam salah satu episode.

Namun, lepas dari kekurangan itu, novel ini bisa menjadi salah satu bacaan ringan, menarik, inspiratif sekaligus penuh motivasi. Sebuah novel yang tak sekadar bertutur tentang pergaulan anak muda yang penuh “glamour”, sebagaimana kita temukan dalam beberapa novel jenis Teenlit yang saat ini cukup diminati pembaca dari kalangan remaja. [*]

(Untung Wahyudi)

 

Judul

: 12 Menit

Penulis

: Oka Aurora

Penerbit 

: Noura Books

Tahun

: 2013

Genre 

: Teenlit

Tebal

: 348 Halaman

ISBN

: 978-6027-816-33-6

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
TEENLIT

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27964062

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit