Gandhi The Man Cetak E-mail
(1 vote)

Apa yang menarik dari buku Gandhi the Man karangan Eknath Easwaran, sementara sudah banyak buku karangan Gandhi sendiri yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia?

Untuk menyebut beberapa, semisal Semua Manusia Bersaudara (YOI, 2009), autobiografi Mahatma Gandhi (Pustaka Narasi, 2009, juga beberapa kumpulan kata-kata bijak dan seri tokoh Gandhi. Patut diakui, keberadaan Gandhi banyak menginspirasi masyarakat dunia untuk menulis kisah hidupnya.

Selain pemeluk ajaran Hindu yang tekun, Gandhi dikenal sebagai seorang aktivis pembebasan India dari penjajahan Ingris. Alih-alih dengan kekerasan, dia mengajak rakyat India melakukan aksi damai. Inggris pun meninggalkan India tanpa gencatan senjata, tanpa pertumpahan darah.

Mengapa Gandhi sampai kepada gagasan pembebasan yang sangat inspiratif tersebut? Tentu banyak hal yang berperan aktif menjadi musabab Gandhi mencapai kesuksesannya. Salah satu yang patut kita cermati adalah konteks masyarakat India dan kehidupan Gandhi sendiri.

Posisi buku biografi Mahatma Gandhi karangan Eknath Easwaran ini sama dengan karangan Rabindranat Tagore (1861-1941), Visva-Bharati (1963). Ketiganya pernah berjuang bersama.

Eknath Easwaran (1910-1999) hidup di masa Gandhi (1869-1948) berhasil menginspirasi orang-orang dari berbagai ras, latar belakang, dan agama. Dia menyaksikan nama Gandhi dielu-elukan di berbagai tempat setelah menjadi pelopor kemerdekaan India pada tanggal 15 Agustus 1947.

Sesuai judul awal buku ini, Gandhi the Man: How One Man Changed Him Self to Change the World (Nilgiri Press, 1973), Easwaran mencoba melihat bagaimana perubahan arah kehidupan Gandhi hingga mecapai titik temu anatara agama dan negara, diri dan sosial, serta persaudaraan manusia dari berbagai ras, latar belakang, dan agama.

Selain menyajikan kronologi sejarah, secara istimewa buku ini juga memuat 70 foto yang telah direstorasi secara digital dari arsip milik the Gandhi Server.

Di masa remajanya, Gandhi bukanlah orang luar biasa. Dia pemalu, rendah diri, kurang pintar, dan kurang pergaulan, namun sangat berbakti kepada orang tuanya. Umur 13 tahun, dia dinikahkan dengan Kasturbai (hal 15).

Setelah lulus dari sekolah menengah atas dengan nilai pas-pasan, Gandhi muda melanjutkan studi ke Inggris dengan konsentrasi bidang hukum. Tiga tahun menyelesaikan studi, dia kembali ke India dan menjabat sebagai pengacara. Namun, rasa mindernya membuat dia gagal menjadi pengacara (hal 20).

Titik balik yang patut dicatat, yakni ketika Gandhi menjadi konsultan hukum sebuah perusahaan swasta di Afrika Selatan (1893-1914). Di tengah maraknya politik apartheid, Gandhi gelisah melihat banyak warga keturunan India diperlakuan tidak adil di negara tersebut.

Gandhi memutuskan untuk meninggalkan kehidupannya yang mapan dan beralih sederhana. Dia mulai banyak terlibat dalam aktivitas pelayanan sosial seperti merawat orang sakit dan terlibat dalam Korps Ambulan India ketika terjadi Perang Boer di Afrika Selatan (hal 47).

Di samping itu, Gandhi terus mendalami agama Hindu dan beberapa kitab suci lainnya. Dia mulai beralih dari kesalehan pribadi menuju kesalehan sosial.

Gandhi menemukan kembali ajaran penting yang menjadi pegangan garis perjuangannya, mulai satyagraha, ahimsa, dan swadeshi. Ajaran-ajaran tersebut mula-mulai dia kembangkan di Afrika Selatan, kemudian makin berkembang setelah kepulangannya ke India pada tahun 1915.

Ajaran yang paling berpengaruh, menurut Easwaran, adalah Swadeshi. Gandhi berhasil mempertemukan bangunan agama, sosial, dan politik. Swadeshi erat kaitannya dengan semangat Swaraj sebagai cita-cita bersama, pemerintahan oleh negeri sendiri (self-rule) yang senjatanya bertumpu pada kekuatan sendiri (self-reliance).

Sederhananya, bagaimana "menggunakan apa yang dihasilkan oleh negeri sendiri”. Contoh yang dikembangkan Gandhi adalah pengembangan kain tenun lokal untuk mengurangi kebergantungan terhadap impor tekstil dari Eropa (hal 172).

Dari sini, Easwaran menyajikan gambaran yang menyentuh tentang titik balik dan pilihan-pilihan dalam hidup Gandhi, yang menjadikan dirinya bukan hanya pemimpin politik yang hebat, tetapi juga tokoh yang tak lekang oleh zaman.

Betapa mengejutkan melihat seorang Gandhi mentransformasikan dirinya dari seorang pengacara muda yang malu-malu menjadi seorang mahatma (bahasa India: jiwa yang agung). Empat ratus juta masyarakat India telah tersentuh hatinya dan secara rela memperjuangkan kemerdekaan tanpa perang.

Hal yang sangat memprihatinkan bagi pembaca Indonesia adalah buku ini baru diterjemahkan pada tahun 2013 oleh Bentang Pustaka setelah 40 tahun terbit pertama kali di tahun 1973. Di saat rakyat Indonesia semakin mengagumi produk impor, gagasan Gandhi akan kekuatan sendiri semakin dibutuhkan. Bukan sebagai kenangan, tapi untuk dipikirkan dan dijalankan. (Muhammad Aswar - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul

: Gandhi The Man

Penulis

: Eknath Easwaran

Penerbit 

: Bentang Pustaka

Tahun

: 2013

Genre 

: Biografi

Tebal

: 288 Halaman

ISBN

: 9786027888906
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
BIOGRAFI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28559985

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit