Ignasius, Warisan Rohani & Cara Bertindak Cetak E-mail
(0 votes)

Bagi umat Katolik, pertobatan Santo Ignatius memberi inspirasi dalam menemukan Tuhan. Dalam kesakitannya karena berperang, impian, dan heroisme Igantius berubah menjadi keinginan untuk mencari kehendak Tuhan. Ia menjalani hidup dalam askestisme, berziarah, dan menolong sesama yang membutuhkan.

Mencari jalan terbaik dalam hidupnya untuk mengabdi Tuhan menjadi impian Ignatius yang utama. Kisah pertobatan Ignatius memberi inspirasi bagi umat Katolik bahwa dalam kesakitan dan ketidakberdayaan, Tuhan terus mengasihi manusia, (hlm 2).

Buku ini hadir dan ditulis seorang Yesuit dari perjumpaan dengan sekian banyak pemuja ataupun pengikut semangat Ignasius Loyola (Ignasian), baik imam, religius, maupun awam. Melalui buku ini, Krispurwana Cahyadi SJ, menghadirkan pemikiran maupun warisan kerohanian Ignasius Loyola secara komprehensif.

St Ignatius dari Loyola menandai spiritualitas Katolik dengan memberi semacam cara praktis meditasi dalam kehidupan rohani untuk menggapai kekudusan.

Banyak cara untuk berdoa, namun yang paling berpengaruh yang disampaikan Ignatius dalam Latihan Pertama (First Exercise). Di saat itu, imajinasi, ingatan, pemahaman dan kehendak dikerahkan dalam meditasi dan diakhiri percakapan intim dengan Tuhan. Peristiwa inilah yang disebut dengan colloquium, (hlm 15).

Lewat metode ini, semua kemampuan jiwa diarahkan masuk ke dalam misteri iman agar dapat tergabung dalam kehidupan dan hati umat manusia. Tidak lupa dapat pula menciptakan umat manusia menjadi semakin menyerupai Kristus.

Untuk mencapainya, tahap awal meditasi menyadari manusia berada dalam hadirat Allah. Manusia memohon kepada-Nya agar dapat meditasi dengan baik dan menghasilkan buah yang baik bagi pertumbuhan rohani. Manusia harus pula menyampaikan maksud hati untuk mengasihi dan melayani Dia dengan lebih baik.

Selanjutnya, memberdayakan imajinasi supaya ada pelanturan (distraction) saat berdoa. Dengan begitu, muncul suatu hubungan dengan misteri yang hendak direnungkan dalam doa meditasi.

Maka, jika sedang memeditasikan kisah sengsara Tuhan Yesus, umat Katolik harus menggunakan imajinasi untuk membayangkan Kristus Tuhan di Taman Getsemani, di hadapan para ahli taurat, di hadapan Pilatus, pada saat memikul salib, dan ketika akhirnya Ia menyerahkan nyawa-Nya dan wafat bagi umat manusia.

Tahap terakhir, memohon kepada Tuhan rahmat khusus di dalam meditasi. Ketika umat Katolik sedang merenungkan tentang dosa, maka harus memohon agar dapat memperoleh rasa sesal yang mendalam.

Misalnya, jika umat Katolik merenungkan kelahiran Tuhan Yesus, harus mohon agar memperoleh sukacita mendalam dan rasa syukur. Sebab Yesus telah berkenan menjelma menjadi manusia. Begitu pula, saat umat Katolik merenungkan kisah sengsara Kristus, harus mohon agar dapat turut merasakan dukacita Kristus, yang rela menderita demi menebus dosa-dosa manusia, (hlm 265).

Renungan ini dapat mendorong umat mengungkapkan kasih kepada Allah, pertobatan, penyesalan, ketetapan hati, resolusi untuk mengubah diri ke arah yang baik hingga persembahan diri kepada Tuhan. Di sisi lain, dapat juga sebagai wahana kontemplasi permenungan.Sikap-sikap batin ini sangat berharga dalam meditasi. Puncak meditasi adalah percakapan intim dan langsung dengan Tuhan.

Doa adalah mengangkat hati kepada Tuhan. Bagian-bagian awal hingga akhir meditasi bertujuan mempersiapkan umat mencapai percakapan akrab dengan Tuhan lewat perasaan, pemahaman yang mendalam. Inilah saat memberikan diri dengan murah hati kepada Tuhan.

Buku 512 halaman ini pada prinsipnya mengajak umat Katolik menyelami hubungan intim dengan Tuhan. Metode Ignasian hanyalah satu dari beberapa cara mencapai Tuhan. Hubungan intim akan menjadikan manusia hidup lebih bermakna. (MI Maratona - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul

: Ignasius, Warisan Rohani & Cara Bertindak

Penulis

: Krispurwana Cahyadi, SJ

Penerbit 

: Kanisius

Tahun

: 2013

Genre 

: Katolik

Tebal

: 512 Halaman

ISBN

: 978-979-2136-86-9

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KATOLIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28556042

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit