Air Basuhan Kaki Ibu Cetak E-mail
(2 votes)

Air Basuhan Kaki IbuSetiap orang tua pernah menjadi anak. Tetapi, seorang anak belum pernah menjadi orang tua. Anak yang baik berbakti, taat, dan patuh kepada kedua orang tua.

Tanpa mengecilkan peran ayah, novel ini menggambarkan betapa besar jasa ibu bagi anak. Anak-anak tidak boleh melupakan kedua orang tua yang merawat, mendidik, dan membesarkan. Secara khusus, digambarkan peran seorang ibu yang ditokohkan Farhanah dalam membesarkan anaknya, Basim.

Sejak kematian suaminya, Farhanah menjadi orang tua tunggal. Ketika ayahnya meninggal, Basim masih berusia tiga tahun (halaman 114–117). Sehari-harinya, Farhanah bergelut dengan tumpukan sampah. Terkadang, Basim pun digendongnya ke tempat sampah. Dia tak memedulikan terik matahari dan hujan. Tak sekali pun wajah Farhanah tampak menyerah dan putus asa menghadapi kesulitan ditinggal mati suami.

Basim sendiri merasakan bahwa ibunya seorang penyabar. Dia tidak pernah marah, apalagi mencaci maki dan menghina orang. Wanita itu juga tidak pernah berucap kasar atau keras. Walaupun bukan seorang yang berilmu luas dalam keagamaan, Farhanah tidak pernah jemu menasihati Basim agar sembahyang dan selalu memohon kemudahan kepada Tuhan.

Dia sering kurang tidur. Pembawaannya baik kepada setiap orang, termasuk mereka yang merendahkan. Farhanah hanya berharap kuat membesarkan Basim agar menjadi orang yang sabar, santun, dan baik hati. Tentu saja Farhanah juga mengharapkan Basim bisa menggapai cita-cita.

Novel ini mengambil setting Bantar Gebang, Bekasi, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Di sini peristiwaperistiwa keras sering terjadi. Pertengkaran, bahkan perkelahian, menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terjadi di TPA ini. Tetapi, Farhanah mampu mendidik dan merawat Basim. Dia bisa menyelamatkan jiwa Basim dari lingkungan yang kasar dan kriminal. Pada saat yang sama, seiring pertumbuhannya, Basim pun semakin mencintai dan menyayangi ibu.

Sejak SD, Basim terus berusaha berprestasi di sekolah. Dari tetes-tetes keringat sebagai pemulung sampah, Farhanah menyiapkan uang agar anak tunggalnya mencapai pendidikan tinggi. Namun, saat akan memasuki SMA, malang tak dapat ditolak dan mujur tak dapat diraih.

Uangnya tidak mencukupi untuk memasukkan Basim ke SMA. Karya ini juga mencoba mengetuk kita agar menciptakan hati yang peduli dan berbela rasa pada kaum seperti Farhanah. Farhanah pernah menemukan dompet berisi kartu-kartu penting dan uang jutaan rupiah di antara tumpukan sampah. Karena ada nomor teleponnya, Farhanah menghubungi pemilik dompet.

Meskipun harus mencukupi kebutuhan diri dan Basim, dia tidak mau memanfaatkan uang yang bukan miliknya. Dia ingin membesarkan Basim secara bermoral (halaman 312–315). Lewat tutur kata dan pembawaan ibunya, Basim dengan sendirinya belajar kesabaran, kekuatan, kejujuran, dan ketabahan.

Di antara perih dan pedih menghadapi kesulitan-kesulitan hidup dan hanya mengandalkan tumpukan sampah sebagai pemulung, Farhanah mampu menjaga moral secara utuh. Kerja keras Farhanah dijawab Basim dengan kesungguhan belajar dan berperilaku baik sebagaimana dicontohkan dan diajarkan ibunya. (Heti Ergiana - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Air Basuhan Kaki Ibu

Penulis

: Taufiqurrahman al-Azizy

Penerbit 

: DIVA Press

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Drama

Tebal

: 422 Halaman

ISBN

: 978-6027-695-24-5

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28970703

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit