Perjalanan Hati; Menapaki Jejak Rasa Cetak E-mail
(2 votes)

Perjalanan Hati; Menapaki Jejak RasaHampir sebagian besar perceraian dalam rumah tangga disebabkan ketidaksetiaan, ketidakjujuran, dan kurang sabarnya menyelesaikan persoalan. Novel ini mengajarkan bahwa kesetiaan dan kejujuran memang sangat penting bagi suami dan istri. Berbagai persoalan muncul di dalam rumah tangga sebagai sesuatu yang wajar. Karena itu, percekcokan tidak harus berakhir dengan sebuah perpisahan.

Kuncinya, suami-istri harus melepaskan ego masing-masing demi sebuah keutuhan. Diceritakan, Maira memutuskan untuk melakukan kegiatan backpacker lagi. Kali ini, dia ingin menaklukkan gugus Anak Krakatau.

Krakatau dan gunung-gunung tinggi menjulang memang selalu menyiratkan kenangan dan cinta baginya. Gununglah yang menumbuhkan harapannya kepada Andri, mantan kekasihnya.

Gunung pulalah yang menyatukannya dengan Yudha, sang suami. Alasannya mengikuti pendakian kali ini bukan semata-mata karena kedatangan Donna, mantan kekasih sang suami yang tiba-tiba hadir dengan anak hasil hubungannya dengan suami Maira ketika masih pacaran dulu. Ada alasan lain yang lebih utama, yaitu satu sosok di masa lalu yang hingga kini tak juga mampu Maira enyahkan dari hatinya.

Sosok bernama Andri itu selalu mendampingi hari-harinya dulu semasa kuliah. Mereka, ketika itu, sama-sama aktif sebagai mahasiswa pencinta alam (mapala). Meski begitu, hubungan keduanya tidak "disahkan" sebagai berpacaran.

Maira selalu rindu setiap Andri muncul kembali. Kali ini pun dia menjadi salah satu peserta dalam kegiatan backpacker itu. Andri sebenarnya cowok tidak acuh. Namun, sikap itu jusru yang membuat Maira terpikat, tentu juga tatapan bola mata pekatnya.

Pertemuan itu benar-benar terwujud. Maira menghabiskan hari-hari perjalanan dan pendakian bersama Andri. Namun, Maira, tak pelak, dibuat kaget pada kata-kata Andri, "Pernikahan nggak selamanya menjadi gembok besar yang menghalangi kesempatan orang lain untuk memasukinya selama yang empunya juga selalu alpa memasang gembok itu rapat-rapat" (hal 53). Ungkapan itu dianggap Maira benar. Sang suami bukannya tak tahu alasan Maira mengikuti pendakian kali ini.

Tema yang diangkat novel ini terasa pas dengan persoalan yang kadang dihadapi sejumlah suami-istri. Banyak pasangan, baik salah satu atau dua-duanya, selalu ingat akan masa lalu. Apalagi bila masa lalu berarti pacaran dan masih terasa indah sampai sekarang.

Masa lalu terkadang masih menyisakan kenangan mendalam dengan para mantan, entah itu tentang perasaan atau persoalan yang tak tuntas terselesaikan. Mengingat dan bertemu pacar lama terkadang membuat manusia ingin bernostalgia, terutama mengingat masa-masa yang indah.

Hal ini terkadang menjadi bumerang bagi keutuhan rumah tangga. Tentu, perasaan-perasaan seperti itu seharusnya dienyahkan. "Terkadang, ada bagian dari masa lalu yang cukup dijadikan kenangan dan pelajaran, bukan untuk dibawa bersama dalam kehidupan yang sekarang sebab kehadirannya justru hanya akan menjadi kerikil yang menusuk dalam diam" (hal 186). Apalagi "Tentang sebuah rasa cinta yang masih ada dan bahkan terus tumbuh terpelihara. Jika tidak pada tempatnya, dia tak ubahnya ilalang kering" (hal 73).

Dia  harus dibakar dan dimusnahkan agar rumah tangga tetap utuh. Di samping itu, tiap pasangan harus menyadari bahwa kini mereka berstatus suami dan istri, bukan lajang lagi. Tiap-tiap pribadi harus bisa saling memercayai dan dipercayai. Jadi, kunci keutuhan sebuah rumah tangga hanyalah sederhana: jujur dan bisa dipercaya. (Sri Darmawati - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Perjalanan Hati; Menapaki Jejak Rasa

Penulis

: Riawani Elyta

Penerbit 

: Rak Buku

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Romantis

Tebal

: 194 Halaman

ISBN

: 978-6021-755-96-9

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada kata kunci
Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28777865

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit