Lady In The Glass Cetak E-mail
(2 votes)

Tragisnya Kisah Hidup Anak Manusia

Lady In The Glass

Perdagangan manusia merupakan salah satu kejahatan di banyak negara, termasuk Indonesia. Para pelaku human trafficking menggunakan berbagai modus licik untuk menjebak korban yang mayoritas wanita dan anak-anak dari kalangan ekonomi lemah. Salah satu modusnya berkedok pengiriman tenaga kerja wanita (TKW).

Novel yang ditulis Laurentia Mira ini mengangkat tema perdagangan wanita dengan menguak dampak buruknya tidak hanya bagi korban, melainkan juga keluarga serta orangorang yang terlibat di dalamnya. Novel ini menceritakan kisah Ella yang sejak kecil dijual orang tuanya kepada para pelaku human trafficking.

Ali Pandawa, ayah Ella, adalah buruh nelayan yang berpenghasilan rendah. Kesulitan ekonomi itulah yang membuat Ali merelakan istri dan anak perempuannya dibawa seorang pria "sponsor" pengiriman tenaga kerja Indonesia. "Sponsor" memberi sejumlah uang kepada Ali dan meyakinkan dia bahwa istrinya sebagai TKI akan digaji tinggi.

Bahkan "sponsor" itu menyarankan agar istri Ali membawa serta Ella. Berkat bujuk rayu, Ali tanpa sadar telah menjual istri dan anak perempuannya (halaman 180). Ini berarti telah terjadi transaksi perdagangan wanita.

Istri Ali ternyata tidak pernah menjadi TKI, tapi dijadikan wanita tunasusila. Sedangkan Ella dipisahkan dari ibunya dan dijadikan pengemis serta dilacurkan sejak kecil. Untunglah, di tempat maksiat itu, Ella ditolong Mahendra Sutanto, seorang pensiunan perwira polisi. Mahendra memperkenalkan Ella dengan Ibu Eliza, pemilik rumah singgah Tunas Belia.

Ibu Eliza lalu menyempurnakan nama Ella menjadi Fenella Hambali agar terdengar lebih manis (halaman 184). Fenella tumbuh menjadi gadis cantik dan menjalin hubungan asmara dengan Mahendra. Selain kisah kelabu Fenella, novel ini melukiskan nasib tragis korban lain perdagangan wanita, seperti Cemara, Desi, Sinta, dan Tiara.

Mereka semua sama seperti istri Ali, yakni dijanjikan akan dicarikan pekerjaan, tapi ternyata dipaksa menjadi pelacur. Nasib mereka sungguh menyedihkan karena diperlakukan tidak manusiawi, bahkan Sinta meninggal ketika hendak melarikan diri. Suatu ketika, Fenella berusaha menolong Cemara, yang diduga akan menjadi korban human traffi cking.

Fenella bergelut menghadapi para penculik Cemara. Namun, aksi Fenella untuk membela diri telah menyebabkan kematian Harlan Bintaro, pria yang menyerangnya (halaman 82–83). Fenella pun didakwa sebagai pembunuh dan terancam dipenjara 15 tahun. Fenella minta tolong Kevin Susanto untuk membela kasusnya.

Semula Kevin menolak keras membela Fenella karena kekasih ayahnya. Namun, setelah Fenella membeberkan kisah hidupnya yang suram sebagai korban human traffi cking, Kevin pun antusias berjuang melawan sindikat perdagangan wanita.

Kevin, dibantu Cantika Irish, wanita yang sangat peduli dengan para perempuan korban human trafficking, serta Rendi, pacar kakaknya yang berprofesi sebagai wartawan, berhasil membongkar identitas para pelaku utama. Ironisnya, mereka yang terlibat dalam human trafficking ternyata orang-orang yang dikenal baik, termasuk ayahnya sendiri.

Selain Mahendra Susanto, mereka yang terlibat adalah Gio Aristo, kakaknya, Rendi Aristo, dan Bu Eliza, sang pemilik rumah singgah Tunas Belia. Kemudian Dharmawan, pengusaha, dan ayah Gea, mantan pacar Kevin, serta oknum- oknum polisi yang tunduk pada kemauan Dharmawan.

Untunglah masih ada polisi seperti Santosa Irwan yang tidak mempan disuap dan berani berjuang menegakkan keadilan. Meski hanya novel, setidaknya buku ini menggambarkan kejahatan human trafficking dan cara menghadapinya. Diharapkan seluruh komponen masyarakat peduli dan bisa mencegah kejahatan tersebut. (Yulia Endang Wahyuningsih - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Lady In The Glass

Penulis

: Laurentia Mira

Penerbit 

: PT Elex Media Komputindo

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Dewasa

Tebal

: 502 Halaman

ISBN

: 978-6020-219-09-7

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DEWASA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27964068

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit