Once Upon a Time in Korea Cetak E-mail
(1 vote)

 Suatu Waktu di Korea

Once Upon a Time in Korea

Hidup di sebuah negara yang budaya dan musimnya tidak sama dengan negara sendiri bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar untuk menjalaninya.

Belum lagi masalah makanan yang seringkali tidak sesuai selera dan kehalalannya sangat meragukan. Kendala dan kesulitan adalah sesuatu yang bisa ditaklukkan jika seseorang serius untuk menjalaninya, terutama ketika memutuskan untuk tinggal di sebuah negara seperti Korea.

Selain masalah bahasa yang tidak mudah, berbagai pertimbangan lain harus dipikirkan agar tidak menyesal di kemudian hari. Korea adalah salah satu negara yang memiliki empat musim.

Negara yang semakin terkenal dengan K-Pop dan K-Drama-nya ini tidak hanya menjadi salah satu negara incaran para backpacker untuk melancong, tapi juga menjadi negara favorit bagi pelajar untuk menempuh studi di sana.

Elvira Fidelia, salah seorang mahasiswa Indonesia yang memutuskan menempuh studi S2 lewat jalur beasiswa, akan berbagi pengalaman dengan pembaca bagaimana pahit-manisnya belajar di Kyung Hee University, sebuah perguruan tinggi terkenal di Korea Selatan.

Sebelum memutuskan mencari program beasiswa di negeri ginseng itu, Elvira adalah seorang sarjana fresh graduate sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung. Awalnya, ia tidak begitu yakin dengan pilihannya.

Apalagi, ia lulus dari kampus swasta. Tapi, berkat kegigihan dan usahanya yang tak kenal lelah, ia berhasil mendapatkan peluang belajar di Negeri Ginseng. Modal Elvira adalah keuletan dan kegigihan mencari peluang dan informasi.

Sebelum diterima di kampusnya sekarang, Elvira mengirimkan banyak aplikasi ke beberapa instansi, terutama kepada beberapa profesor yang pernah menjadi dosen tamu di kampusnya di Tanah Air. Puluhan aplikasi yang dikirimkannya seringkali mendapat penolakan, bahkan tidak mendapat respons.

Tapi, email dari seorang profesor bernama Kim mampu membuatnya tersenyum dan berjingkrak kegirangan. Apalagi, ketika sang profesor menghubunginya langsung via telepon dan menyatakan bahwa ia dan temannya diterima di Teknik Industri Kyung Hee University (halaman 18).

Sebagai muslimah, Elvira dan temannya tetap berusaha mempertahankan keyakinan dan identitasnya meskipun tinggal di sebuah negara yang Islam-nya minoritas, terutama bagaimana mereka ketika harus mencari dan memilih makanan yang tidak mengandung babi.

Begitu juga dalam hal berbusana. Pakaian Elvira dan temannya yang selalu tertutup kerap menjadi pemandangan aneh bagi orang Korea. Bagaimana tidak. Di saat orang-orang Korea memakai pakaian yang serba minim karena suhu pada musim panas bisa mencapai 38 derajat Celsius, ia dan temannya malah berpakaian serba tertutup.

Tak jarang, beberapa Ajuma (sebutan bagi ibu-ibu di Korea) yang melihat atau berpapasan, memandang aneh ke arah mereka. Namun, Elvira cuek dan berusaha menjelaskan ketika mereka ada yang bertanya tentang pakaiannya (halaman 59).

Mencari relasi dan membuka dengan luas pintu pergaulan menjadi salah satu "keharusan" yang perlu dilakukan oleh para mahasiswa asing di Korea. Selain dengan orang-orang sesama Indonesia, juga bisa mencari relasi dengan orang dari berbagai negara. Hal itu penting dilakukan agar bisa menjaring banyak informasi, terutama seputar beasiswa.

Hal inilah yang dilakukan Elvira. Berkat perkenalannya dengan seorang mahasiswa Pakistan, dia mendapat informasi tentang beasiswa dari Kerajaan Arab Saudi. Ia dikenalkan dengan seseorang berkebangsaan Arab Saudi yang akrab dipanggil Brother Mufti.

Setelah berusaha menghubungi via telepon, akhirnya Elvira diminta datang ke Masjid Jeonju untuk berbuka puasa bersama. Setelah bertemu dengan Brother Mufti, yang ternyata sudah berusia enam puluhan, akhirnya Elvira dan temannya mendapatkan rekomendasi untuk mendapatkan beasiswa dari Pemeritah Arab Saudi.

Dan, yang membuat Elvira dan temannya tak percaya, Brother Mufti bersedia mengangkat mereka sebagai keluarga. Sejak itulah, Elvira dan Icha, temannya, tidak lagi memanggil Brother, tapi Father Mufti (halaman 110).

Buku 264 halaman yang sarat dengan inspirasi ini bisa menjadi salah satu buku pedoman bagaimana menempuh studi di Korea Selatan. Pengalaman yang dituturkan Elvira membuktikan bahwa tidak ada yang sia-sia dalam berusaha.

Sesulit dan sebesar apa pun tantangan, jika kita mau berusaha, pasti bisa melaluinya. Dan, Elvira berhasil menaklukkan tantangan demi tantangan dan kesulitan demi kesulitan, serta tetap eksis dan enerjik menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa. (Untung Wahyudi - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Once Upon a Time in Korea

Penulis

: Elvira Fidelia

Penerbit 

: Noura Books

Tahun

: 2013

Genre 

: Memoar

Tebal

: 264 Halaman

ISBN

: 978-6021-606-09-4

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28772245

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit