Mengapa Aku Cantik? Cerita Hidup Yang Penuh Luka Cetak E-mail
(3 votes)

Integritas dalam Seni dan Budaya

Mengapa Aku Cantik? Cerita Hidup Yang Penuh Luka

Negeri ini sangat kaya dengan ragam seni budaya. Salah satunya sandiwara, kesenian rakyat dari tanah Sunda. Kesenian ini mulai berkembang dan cukup digemari sejak 1960 hingga 1990-an. Menurut Wikipedia, sandiwara adalah pementasan sebuah cerita (dalam bahasa Jawa disebut lakon), dapat dilakukan dengan skenario, maupun spontanitas (improvisasi). Tema yang diangkat pun beragam. Mulai percintaan, komedi, hingga roman sejarah seperti Nyai Dasimah, Lutung Kasarung dan Legenda Danau Patengan.

Kesenian Sandiwara Sunda Miss Tjitjih adalah salah satu kelompok sandiwara asal Jawa Barat yang cukup terkenal di era itu, didirikan pada 1928. Dulu, saat pentas, mereka kerap berpindah-pindah lokasi hingga akhirnya memiliki tempat sendiri di daerah Jakarta. Memasuki era 1990 hingga 2000, kesenian ini perlahan terkikis arus modernisasi dan teknologi, bertepatan munculnya televisi-televisi swasta yang menyajikan bejibun program yang lebih memanjakan indra rakyat.

Mengapa Aku Cantik adalah sebuah novel bernuansa lokalitas. Mengangkat sekaligus melestarikan seni sandiwara, warisan para leluhur di tanah Sunda. Novel menceritakan keluarga miskin yang memilih menjadi pemain sandiwara, profesi yang sesuai dengan ‘passion’ mereka. Kepiawaian Tarmin dan Lasih (pasangan suami istri) saat memainkan tokoh-tokoh cerita di setiap pementasan, membuat mereka dijuluki bintang panggung. Terlebih, kecantikan Lasih menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton laki-laki. Kamil dan Kaylani, putra-putri mereka yang masih duduk di bangku SD rupanya menuruni bakat seni orangtuanya dan memilih menjadi pemain sandiwara.

Dikisahkan, akhir tahun 1980, menjadi masa transisi kesenian sandiwara. Bahkan keberadaannya nyaris musnah tergilas perkembangan zaman, tepatnya saat tayangan televisi menjadi tontonan keseharian. Acara-acara di TVRI waktu itu telah mencuri perhatian warga yang berada di Kabupaten Bandung, khususnya di pedesaan. Kendati begitu, tak membuat Tarmin dan Lasih putus asa. Mereka tetap bermain sandiwara di Sanggar Budaya Abdi, demi menyambung hidup dan membiayai sekolah kedua anaknya, (halaman 10).

Pak Tarya, pemilik Sanggar Budaya Abdi, sangat respek dengan keluarga Tarmin. Ia kerap memberi honor lebih banyak ke mereka, (halaman 12). Usut punya usut, kebaikan Pak Tarya ternyata berpamrih. Sebenarnya, ia kepincut kecantikan Lasih, tapi ia tak dapat berbuat banyak karena Lasih masih bersuami. Kendati Pak Tarya telah beristri, tapi di desa itu ia terkenal buaya darat yang suka menggoda wanita (halaman 35-37).

Kendati hidup serba pas-pasan serta jauh dari kemewahan, Lasih tak pernah mengeluh. Tarmin merasa beruntung memiliki istri yang tak hanya berparas cantik, tapi juga cantik jiwanya. Kebahagiaan Lasih suatu hari teruji dengan musibah yang membuat ia kehilangan separuh jiwanya. Tarmin tewas dalam sebuah kecelakaan. Ia tertabrak mobil yang langsung melarikan diri saat menyeberang jalan usai membelikan sesuatu untuk istrinya, (halaman 47-48).

Kematian Tarmin menjadi kesempatan emas bagi Pak Tarya untuk mendekati Lasih. Tak hanya Pak Tarya, Ilham yang berprofesi guru SD, juga menaruh hati pada Lasih dan berusaha mendekatinya. Segala upaya ditempuh Pak Tarya untuk mencari simpati Lasih. Seperti; membelikan baju bagus dan mengajak Lasih ke kota (halaman 65-68), bahkan kemudian ia membelikan Lasih televisi berwarna 21 inci, (halaman 97-99).

Sejak Lasih memiliki televisi baru, kabar tak sedap pun merebak. Warga menggunjingkan Pak Tarya ingin menjadikan Lasih sebagai istri mudanya. Lasih menanggapi semua itu dengan sabar. Baginya, yang penting tak melakukan hal-hal sebagaimana dituduhkan orang-orang kepadanya. Diman, sutradara dalam Sanggar Budaya Abdi, mengingatkan agar Lasih hati-hati dengan Pak Tarya yang suka berbuat licik dan pandai memanfaatkan situasi.

Hingga suatu malam, ketika Lasih baru pulang berlatih sandiwara di sanggar, Pak Tarya tiba-tiba datang bertamu. Waktu itu, kedua anaknya masih asyik bercengkerama bersama anggota lain di sanggar. Pak Tarya yang datang dalam keadaan mabuk, memaksa Lasih meladeni nafsu birahinya. Untung, Diman segera datang dan menyelamatkan Lasih (halaman 116-120). Sejak kejadian itu, Lasih dan kedua anaknya memilih mundur dari Sanggar Budaya Abdi, bahkan ia mengembalikan semua barang-barang pemberian Pak Tarya (halaman 128-130).

Dirman, Lasih dan kedua anaknya lantas bergabung dengan Sanggar Oncor Priangan milik Haji Kasmin di desa sebelah, (halaman 133). Tapi, baru beberapa minggu bergabung, Lasih kembali mengundurkan diri ketika Haji Kasmin yang telah memiliki 3 istri itu juga berusaha mengincarnya, (halaman 159-163).

Menurut saya novel ini cukup apik, meski beberapa tokohnya memiliki karakter ganda yang berseberangan dan ending-nya seperti belum selesai (atau mungkin sedang dibuat sekuel keduanya?) Terlepas dari segala kekurangan, penulis patut kita apresiasi karena telah berusaha melestarikan kesenian sandiwara melalui karya sastra, di mana kesenian tersebut di era sekarang kurang diminati anak-anak muda negeri ini. (Sam Edy Yuswanto, Kebumen)

 

Judul

: Mengapa Aku Cantik? Cerita Hidup Yang Penuh Luka

Penulis

: Wahyu Sujani

Penerbit 

: DIVA Press

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Drama

Tebal

: 290 Halaman

ISBN

: 978-6022-551-93-5

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28297826

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit