Mimpi Bayang Jingga Cetak E-mail
(1 vote)

Ternyata, Tidak Cukup Sekedar Cinta

Mimpi Bayang JinggaSeperti halnya chef profesional yang harus mampu meyulap bahan biasa menjadi sajian luar biasa, seorang penulis fiksi profesional juga harus mampu menggarap tema-tema biasa, bahkan teramat biasa menjadi sebuah sajian cerita yang luar biasa, memikat, sekaligus memberi sesuatu pada pembaca. Itulah yang berhasil dilakukan oleh Sanie B. Kuncoro dalam tiga novelet yang terkumpul dalam buku ini. Ide ceritanya semua biasa, hanya seputar cinta dan perselingkuhan, namun di tangannya cerita itu tampil begitu menawan. Dari segi cerita, alur, diksi penokohan, sampai pada pemilihan kata begitu memukau.  

The Desert Dreams adalah salah satunya. Novelet ini berkisah tentang perselingkuhan Baron dengan Orien, wanita yang tak sengaja telah menemukan ponselnya yang terjatuh di lift. Awalnya hanya sekedar ingin mengucapkan terima kasih lewat sms, lewat sebentuk kado, lalu berlanjut pada sarapan pagi bersama, Namun tak disangka sejak itu mereka tak bisa memendung getar dan degup jantung, rasa rindu yang terus melambung. Bersama Orien, Baron merasa nyaman, tidak merasa hanya jadi bayang-bayang belaka seperti saat jalan  bersama May, istrinya karena sang istri lebih tenar dari pada dirinya.

May memang memiliki “penglihatan” lebih. Dia mampu membantu memberi solusi atau memecah tiap misteri yang tersembunyi di belakang tiap orang yang datang meminta bantuannya. Tapi sayang, May tak pernah bisa “melihat” siapa yang berada di belakang sang suaminya. Dia sendiri tak pernah tahu di mana detak jantung suaminya sekarang berada. Kalau pun sudah dicuri, ia tak tahu siapakah pencurinya. Namun setelah ia tahu pencurinya, yaitu Orien, sekali lagi ia sudah tak berdaya mengambilnya lagi.

Di sisi lain, mesti Orien berhasil mencuri hati Baron dari Maya, namun dengan dalih apapun perbuatan Orien tidak pernah dibenarkah oleh ibunya. Beliau tak pernah setuju kalau dia menjadi istri ke-2. Orien pun akhirnya memilih mengakhiri hidupnya, memilih membawa janin hasil cinta terlarangnya ke jalan yang lebih sesat lagi. 

Karya Sanie  berikutnya bertajuk Jingga. Novelet yang memenangkan Lomba Novelet tabloid Nyata 2006 ini berkisah impian sederhana seorang Jingga. Dia bermimpi suatu saaat nanti memiliki sebuah rumah di tepi pantai berkarang dengan jajaran pohon kelapa dan palem, lengkap dengan perpustakaan di teras. Di situ, ia akan menerima para petualang dari segala penjuru bumi, yang datang dan pergi serta membawa  cerita yang menggugah hati. Sebuah mimpi yang sebenarnya tak sederhana bagi cewek sekelas Jingga.

Namun saat impian semu itu mendadak begitu nyata di depan mata dan hanya butuh satu gerakan ringan saja  untuk merengkuh semuanya mendadak ia gamang dengan keputusannya sendiri. Dia pun nekad akan mengakhiri sandiwaranya selama ini. Dia nekad meninggalkan Bentang, konglomerat muda yang berjanji akan mewujudkan impiannya. Bentang tak banyak meminta dan menuntut pada Jingga. Tapi ketika satu permintaan itu harus pula ia penuhi, hatinya berontak. Adakah cinta yang nyata di dunia?  

Mimpi Bayang adalah novelet selanjutrnya. Novelet terakhir dalam buku ini mengisahkan kesetian sepasang kekasih. Namun mereka ternyata gagal membahasakan rasa cinta mereka. Hubungan yang dieratkan dengan sepenuh cinta itu pun selalu berhias perdebatan-perdebatan tajam yang bersumber dari hal-hal sepele, dan selalu berada diujung jurang kehancuran. Mungkinkah dengan saling mengalah semua akan menjadi lebih baik? Mereka sangsi!

Membaca tuntas buku ini selain pembaca dibuat terpukau oleh cerita yang tersulam indah dengan tutur yang biasa namun menggungah juga akan mendapat satu pemahaman penting bahwa suatu hubungan tak cukup hanya berlandas cinta. Dari The Desert Dreams kita akan mengerti selain cinta juga harus ada rasa nyaman dan kesetaraan antar pasangan, dari Jingga, selain cinta juga harus ada pemahaman dan kebebasan, dan dari Mimpi Bayang, kita tahu bahwa komunikasi antar hati adalah jebatan menuju hubungan matang. (Moh. Romadlon)

 

Judul

: Mimpi Bayang Jingga

Penulis

: Sanie B. Kuncoro

Penerbit 

: Bentang Pustaka

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Dewasa

Tebal

: 214 Halaman

ISBN

: 978-6027-888-49-4

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DEWASA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28303721

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit