Mint Heart, the; What`s Your Love Flavour ? Cetak E-mail
(1 vote)

 

Balada Hati Sepasang Jurnalis

Mint Heart, the; What`s Your Love Flavour ?

Menjadi jurnalis perlu kerja keras dan dedikasi tinggi. Ke mana pun tugas diberikan, para jurnalis harus bisa melaksanakannya tanpa terpaksa, jika mereka ingin dikukuhkan sebagai jurnalis sejati yang tak pernah menyerah menghadapi berbagai tantangan untuk mendapatkan berita. Bahkan, ketika mereka ditugaskan ke tempat yang sangat jauh dan berbahaya sekalipun.

Setidaknya itulah yang dirasakan Lula, seorang reporter yang selama ini dikenal dengan tugas dan liputannya yang menarik. Dalam rangka ulang tahun ke-30 majalah Travel Lover’s Magz, Lula diberi tugas Bu Patricia, editor in chief majalah itu untuk melakukan destinasi ke Kota Padang. Destinasi yang ditetapkan majalah untuk liputan edisi ulang tahun itu diambil dari hasil polling pembaca yang menginginkan lokasi wisata itu untuk diliput.

Lula tentu sangat senang. Meskipun selama ini Bu Patricia dikenal sebagai atasan yang judes dan tanpa ampun setiap memberikan perintah, tapi saat itu di mata Lula, Bu Patricia adalah sosok yang memberikannya aneka keberuntungan. Pertama, dengan menugaskan Lula ke Padang, berarti Lula dipercaya untuk menulis liputan yang lebih menantang. Berdasarkan hasil polling pembaca, Lula memang termasuk reporter favorit. Artikel-artikelnya banyak disukai pembaca. Kedua, dalam liputan itu Lula akan ditemani seorang fotografer yang selama ini dikenal cuek di kantor. Leon, fotografer itu memang dikenal sikapnya yang dingin dan kurang familiar (setidaknya di mata Lula). Dan, Lula sangat senang bisa satu destinasi dengan fotografer ganteng yang selama ini dikaguminya itu.

Tapi anehnya, Leon tak beraksi apa-apa ketika Bu Patricia menugaskannya untuk menemani Lula. Lula semakin merasa aneh dengan makhluk superdingin itu. Ketika semua reporter berharap ditugaskan ke lokasi yang baru dan lebih menantang, dia hanya bersikap biasa-biasa saja. Seharusnya, menurut Lula, Leon senang karena ditemani reporter perempuan. Jadi, acara liputan tidak akan “garing”.

Hasil polling akhirnya ditentukan. Lula dan Leon positif berangkat ke Kota Padang. Lula yang selama ini diam-diam menyukai Leon, akhirnya bisa tersenyum senang sekaligus bangga. Mereka akan berangkat berdua ke lokasi yang cukup jauh.

Tempat yang pertama kali mereka datangi adalah Bukit Siti Nurbaya. Dalam artikel perjalanannya nanti, Lula dan Leon akan menulis dan mendeskripsikan keindahan bukit yang menjadi salah satu setting cerita Siti Nurbaya karya Marah Rusli yang melegenda itu.

Dari atas Bukit Siti Nurbaya, pembaca bisa ikut merasakan bagaimana keindahan alam lewat liputan dua jurnalis berbeda karakter itu. Pembaca bisa melihat kaki bukit yang hijau dikelilingi Pantai Padang yang biru. Agak ke tengah sana, kapal-kapal nelayan berwarna-warni mondar-mandir perlahan seperti mainan. Sebuah jalan besar dan ramai di pinggir Pantai Padang memisahkan pemandangan laut di satu sisi dan pemandangan kota di sisi lainnya. Gedung-gedung di tengah Kota Padang terhampar indah seperti miniatur (hlm 41).

Setelah liputan di Padang selesai, Bu Patricia kembali menugaskan Lula dan Leon ke Tilanga, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Mereka, oleh Bu Patricia disuruh mencari belut berkuping, binatang langka yang ada di sana. Belut berkuping yang lebih dikenal dengan nama Massapi Bonga itu di sana sangat banyak. Tapi, sebagaimana disampaikan seorang warga yang menemani mereka jalan-jalan, agar Massapi ke luar dari sarangnya harus dipancing dengan telur bebek. Massapi di sana ada yang warna hitam, putih, bahkan ada yang berwarna seperti kerbau bule (hlm 68).

Di Tana Toraja--masih menurut warga setempat yang menemani mereka liputan--Massapi dikenal sebagai binatang pembawa keberuntungan. Jika seseorang bisa menemukan binatang itu, berarti permintaan dan harapan dia akan dikabulkan.

Dalam novel The Mint Heart karya Ayuwidya ini pembaca tidak hanya akan disuguhi liputan-liputan yang dilakukan dalam misi ulang tahun Travel Lover’s Magz untuk rubrik khusus “Wherever You Wants”. Tapi, novel ini juga dipenuhi konflik cinta antara Lula dan Leon. Lula yang selama ini mengagumi Leon harus menelan rasa kecewa. Karena, ternyata fotografer itu sudah mempunyai tunangan bernama Anika. Mereka bertemu Anika di Makassar karena Anika kebetulan ada urusan pekerjaan di sana. Tapi, Leon merasa hubungannya dengan Anika terasa hambar. Selama ini Leon memang tidak pernah mencintai tunangannya. Dia hanya ingin membahagiakan mendiang ayahnya yang menginginkan dia bertunangan dengan anak teman dekat ayahnya (hlm 110).

Sementara itu, Lula semakin merasa bahwa cinta dan harapannya pada Leon hanya bertepuk sebelah tangan. Apalagi Leon memang tak pernah menampakkan rasa suka pada Lula—sebagaimana yang dirasakannya. Meskipun Leon pernah menolong Lula saat nyaris tenggelam waktu terpeleset saat berburu Massapi, tapi bagi Lula itu hanya rasa simpati biasa yang memang seharusnya dilakukan sebagai sesama jurnalis yang kebetulan mendapatkan tugas liputan di tempat yang sama.

Selain sebagai hiburan, novel dengan sampul bernuansa hijau daun mint ini bisa menjadi rujukan destinasi ketika pembaca hendak menjadi pelancong ke Kota Padang, Pantai Losari di Makassar, atau ke Tilanga, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pembaca juga bisa belajar bagaimana menjadi jurnalis yang baik lewat tokoh Lula (reporter) dan Leon (fotografer). Ada banyak kejutan yang penulis ketengahkan ke hadapan pembaca lewat bahasa dan diksinya yang kadang-kadang konyol, puitis dan melankolis.

Lewat sudut pandang tokoh Lula, penulis menggambarkan bagaimana pahitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan itu. Menurut Lula, merawat cinta sebelah tangan itu seperti memelihara dinosaurus. Dino kecil polos yang manis, tiba-tiba sudah menjadi besar, lebih besar daripada yang bisa diukur. Ia sudah tumbuh menjadi monster yang bahkan bisa membunuh dirinya sendiri, yang telah memeliharanya. Dan, Lula tidak bisa lagi memelihara cinta sebelah tangan itu, karena ia telah tumbuh di luar kendalinya. [*]

(Untung Wahyudi - Lulusan IAIN Sunan Ampel, Surabaya)

 

Judul

: Mint Heart, the; What`s Your Love Flavour ?

Penulis

: Ayuwidya

Penerbit 

: Bentang Populer

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Romantis

Tebal

: 324 Halaman

ISBN

: 978-6027-888-21-0

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28793880

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit