Gelombang Ekonomi Inovasi; Kesiapan Indonesia Berselancar di Era Ekonomi Baru Cetak E-mail
(1 vote)
Masa Depan Ekonomi Kreatif di Depan Mata
 
Gelombang Ekonomi Inovasi; Kesiapan Indonesia Berselancar di Era Ekonomi Baru
Karya ini merupakan buku ketiga dari trilogi karya Zuhal, guru besar Electrical Engineering, yang meniti karier akademis di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI). Dua buku sebelumnya, Kekuatan Daya Saing Indonesia (2008) dan Knowledge and Innovation: Platform Kekuatan Daya Saing Indonesia (2010). Zuhal juga pernah mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Riset Nasional. Reputasi Zuhal tidak diragukan lagi, memiliki kompetensi yang memadai untuk menulis buku bertema inovasi.

Saat ini, negara-negara Asia, seperti Korea Selatan, China, dan India telah membuat keputusan tepat dalam merespons krisis ekonomi global dengan memperbaiki ekosistem inovasi. Hasilnya, muncul pusat-pusat keunggulan sains dan teknologi, seperti Zhongguancun di China, Bangalore di India, Daedeok Innopolis di Korea Selatan, Hsinchu Science Park di Taiwan, dan Biopolis di Singapura, (hal 4).

Indonesia masih tertinggal karena kurang bergairah berinovasi dan berproduksi. Karakteristik konsumtif masih kuat melekat pada masyarakat. Dampaknya, Indonesia menjadi pangsa pasar empuk produk-produk negara lain.

Sebaliknya, China sangat getol berinovasi. Lewat jargon "zizhu chuangxin", China berambisi menanggalkan predikatnya sebagai "pabrik dunia". Tak cukup label "made in China", Negeri Tirai Bambu mengejar label "innovated in China" untuk produk-produk high-tech-nya di masa mendatang, (hal 11).

Dibanding "innovated in", predikat "made in" terasa kurang relevan lagi di era ekonomi inovasi. Karena itu, Indonesia perlu menggali potensi inovasi dari individu-individu yang bertalenta. Indonesia sebenarnya memiliki cukup banyak ilmuwan tangguh. Sayangnya, sebagian besar, sekitar 10 persen dari WNI yang bertitel Ph.D, bekerja di mancanegara.

Fasilitas laboratorium yang ketinggalan zaman, ketiadaan insentif yang memadai bagi peneliti, atau tak bergiginya instrumen perlindungan hak cipta, (hal 48-49).

Belum

Meski banyak pihak optimistis terhadap masa depan ekonomi, tapi tanpa inovasi yang memadai bisa melejitkan produktivitas masyarakat. Jadi, agar bisa memanfaatkan potensi inovasi secara optimal, pemerintah harus memperbaiki ekosistem inovasi lebih dulu. Ini bisa menarik para ilmuwan yang bekerja di luar negeri dan merangsang masyarakat agar gemar berinovasi. Perbaikan ekosistem inovasi merupakan kunci sukses suatu negara.

Perbaikan ekosistem inovasi mengacu pada Inisiatif 1-747 yang diterjemahkan, alokasi dana litbang 1 persen dari produk domestik bruto (PDB). Kemudian 747 berarti, 7 langkah perbaikan ekosistem inovasi yang prosesnya difasilitasi 4 wahana industri. Dari situ diharapkan mencapai 7 sasaran Visi Indonesia 2025.

Belanja litbang berangsur-angsur ditingkatkan menjadi 3 persen pada tahun 2025. Tujuh langkah perbaikan, di antaranya meningkatkan dukungan regulasi dan insentif guna mendorong inovasi, sedangkan tujuh sasaran visi Indonesia 2025, contohnya meningkatkan jumlah hak kekayaan intelektual hasil penelitian dan industri yang langsung berhubungan dengan pertumbuhan dengan ekonomi. Contoh lain, meningkatkan jumlah produk unggulan dan nilai tambah industri berbagai daerah, (hal 72-89).

Buku ini menunjukkan pencapaian ekonomi inovasi Indonesia yang merupakan tema yang sangat jarang dibahas para pakar. Maka, buku tersebut menjadi sumbangsih yang sangat bernilai untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang gemar berinovasi. Kini, saatnya pemerintah dan masyarakat sadar akan urgensi membangun ekonomi inovasi untuk mewujudkan produk-produk "innovated in" Indonesia. (Peng Kheng Sun - sumber: www.koran-jakarta.com)
 
 
 

Judul

: Gelombang Ekonomi Inovasi; Kesiapan Indonesia Berselancar di Era Ekonomi Baru

Penulis

: Zuhal

Penerbit 

: Gramedia Pustaka Utama

Tahun

: 2013

Genre 

: Ekonomi & Bisnis

Tebal

: 278 Halaman

ISBN

: 978-979-22-9783-6

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
EKONOMI & BISNIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27964097

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit