Catholic Parenting; Metode Mendidik Anak Secara Katolik Cetak E-mail
(1 vote)

Catholic Parenting; Metode Mendidik Anak Secara KatolikDalam ajaran agama Katolik, suami-istri adalah sepasang pria dan wanita yang telah disatukan Allah sehingga mereka "tidak lagi dua melainkan satu" (Mat 19).

Mereka berdua merupakan pasangan yang berkenan pada Allah dan terhormat di mata masyarakat. Perkawinan yang dilakukan pasangan yang sama-sama telah dibaptis, maka perkawinan tersebut bahkan merupakan sebuah sakramen, sekaligus sebuah lambang dari "perkawinan suci" antara Kristus dan jemaat-Nya (Efesus 5).

Selanjutnya, Allah menganugerahkan anak kepada keduanya. Sebagai "titipan" Allah, setiap anak haruslah dihargai, cintai, asuh, dan didik, agar mengasihi Allah dan sesamanya. Buku Catholic Parenting, Metode Mendidik Anak secara Katolik ini hadir sebagai panduan umat Katolik dalam mendidik anak. Melalui buku ini, Alfonsus Sutarno, Pr berharap anak-anak Katolik tumbuh dan berkembang menjadi pribadi berkarakter dan religius (hlm ii).

Allah menghendaki keluarga menjadi tempat utama bagi lahir dan berkembangnya setiap anak. Dia juga menghendaki agar keluarga menjadi tempat pertama untuk pendidikan anak, sebelum dididik lebih lanjut di sekolah dan di tempat-tempat lain.

Untuk itu, kedua orang tua diharapkan mau dan mampu memberi teladan dan ajaran tentang kebaikan dan kebenaran.Orang tua Katolik perlu melihat kisah para santo dan santa yang dilahirkan dari keluarga yang sederhana, atau bahkan sangat sederhana.

Meski begitu, orang tua mereka berhasil mendidik anak-anaknya sehingga menjadi santo dan santa.Contoh keluarga Santa Bernadet. Dia dilahirkan di keluarga yang miskin dan sederhana. Bernadet sendiri sering sakit-sakitan dan kurang berpendidikan.

Kondisi ini tidak mengurangi iman kepada Tuhan. Sejak kecil, Bernadet mengenal imannya dengan benar dan mengerti cara mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, karena kedalaman imannya, kerendahan hatinya, dan kesederhanaannya itulah, dia dipilih Tuhan untuk melakukan karya khusus-Nya di dunia (hlm 3).

Menurut Alfonsus Sutarno Pr, paling tidak ada empat cara mendidik anak (hlm 34-63): memberi teladan, menyediakan waktu, berkomunikasi, dan membantu.

Orang tua merupakan figur pertama yang berpengaruh pada anak. Teladannya akan diikuti, baik di wilayah agama maupun sosial. Kemudian, orang tua perlu menyediakan waktu secukupnya untuk membangun relasi yang harmonis dengan anak.

Metode pendidikan apa pun, baru bisa terjadi bila orang tua bersedia bersama dengan anak-anaknya. Meskipun orang tua sangat sibuk dengan urusan ekonomi rumah tangga, politik, dan sebagainya, anak tetap harus menjadi prioritas utama. Karena anak sangat membutuhkan kehadiran dan pendampingan dari orang tua.

Lalu, hanya dengan komunikasi yang baik dalam keluarga, relasi antara orang tua dan anak dapat terbina. Dengan demikian, anak dapat dibantu menuju kematangan pribadi. Komunikasi di sini mengandaikan adanya demokrasi, yang ditonjolkan unsur musyawarah untuk mencapai mufakat. Dalam iklim yang demokratis pada keluarga, setiap anak merasa bebas untuk mengeluarkan pendapat dan keinginannya. Anak akan semakin percaya diri.

Anak dibantu memecahkan masalah. Namun, bukan berarti harus selalu dengan menghukum. Cara demikian justru akan membawa dampak negatif. Anak merasa minder dalam pergaulan sosial, tidak percaya diri, bimbang, dan selalu bergantung. Beri pujian yang pantas ketika anak melakukan sesuatu yang baik.

Buku 104 halaman ini wajib dimiliki seluruh umat Katolik sebagai pedoman mendidik anak. Buku ini sekaligus menjadi oase di tengah keringnya dimensi moral dan spiritual yang tengah melanda bangsa ini. (Abdullah Hanif - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Catholic Parenting; Metode Mendidik Anak Secara Katolik

Penulis

: Alfonsus Sutarno, Pr

Penerbit 

: Kanisius

Tahun

: 2013

Genre 

: Katolik

Tebal

: 104 Halaman

ISBN

: 978-979-21-3526-8

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KATOLIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29053442

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit