Memata-Matai Kaum Pergerakan; Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934 Cetak E-mail
(1 vote)
Memata-Matai Kaum Pergerakan; Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934Belakangan santer terdengar penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sejumlah pejabat Indonesia, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Hal itu sangat mencederai hubungan kedua negara. Insiden itu menunjukkan sisi lemah Indonesia di mata dunia internasional. Pada dasarnya, kisah intelijen di Nusantara sudah berlangsung jauh sebelum Indonesia terbentuk. Buku ini berisi tentang aksi badan intelijen bentukan pemerintah kolonial untuk meredam pergerakan yang digagas orang-orang pribumi. Di saat itu, bangsa Indonesia tengah menggagas sebuah kemerdekaan.
 
Dimulai dari diskusi-diskusi kecil hingga mendirikan komunitas yang membuat telinga kolonial memerah. Adalah Politieke Inlichtingen Dienst (PID), cikal bakal dinas intelijen yang memata-matai hampir semua pergerakan tokoh pribumi. Dinas keamanan bangsa kolonial tersebut pada akhirnya berubah nama setelah hidup selama beberapa tahun.
 
PID didirikan pada 6 Mei 1916, dan dibubarkan pada 3 April 1919. Pembubaran PID menjadi bumerang bagi Pemerintah Hindia Belanda karena lalu muncul pergolakan dari kalangan pribumi yang sudah merasakan atmosfer kebebasan.
 
Takut gejolak tersebut membesar dan mengancam kekuasan, pemerintah kolonial melahirkan dinas intelijen versi baru, Algemeene Recherche Dienst (ARD) yang memiliki ruang gerak leluasa karena Hindia Belanda ingin memastikan bahwa kekuasaannya tetap aman. ARD memasok informasi berkaitan tentang pergerakan apa pun.
 
Mereka juga mengawai diskusi-diskusi biasa hingga menyoroti organisasi besar semacam Boedi Oetomo, Serikat Islam, dan Pergerakan Nasional. ARD diketuai mantan kepala komisaris kelas satu Batavia, AE van der Lely yang bertugas mengumpulkan, menyusun, memilah-milah, merangkai laporan resmi dari kalangan pribumi (hal 33).
 
Untuk meningkatkan kinerja, Lely mengangkat dua pejabat baru khusus ARD, wakil-kepala Eropa BR van der Most dan seorang pegawai pribumi dengan pangkat dan gelar wedana, Mohammad Jatim. Penngakatan dua pegawai dengan identitas berbeda tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Allan Akbar, itu sebagai bentuk strategi politik yang diterapkan kolonial. Utamanya strategi perekrutan Jatim untuk menghubungkan antara masyarakat dan pemimpin langsung ARD.
 
Allan Akbar, alumnus Ilmu Budaya Universitas Indonesia, ini menegaskan meskipun ARD memiliki umur yang lebih panjang dari PID, di kalangan pribumi, popularitas PID jauh lebih luas. Tercatat eksistensi ARD dimulai dari tahun 1919 hingga 1934. Buku ini menggambarkan kepada pembaca bahwa narasi intelijen di Indonesia sudah ada sejak lama. Keberadaan mereka sama, yaitu untuk memasok informasi ke pemerintah.
 
PID/ARD memberi informasi kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk menyokong kekuasaan dan menjajah bangsa pribumi. Sekarang, intelijen di Indonesia harus menata kembali tujuannya. Setidaknya, informasi dari akar rumput tidak hanya menjadi sekadar informasi yang disetorkan kepada pemerintah. Lebih dari itu, sebaiknya intelijen juga menggerakkan secara nyata bagi tumbuh-kembangnya bangsa, baik ekonomi, kebudayaan, maupun kerukunan umat beragama. (Ubbadul Adzkiya - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Memata-Matai Kaum Pergerakan; Dinas Intelijen Politik Hindia Belanda 1916-1934

Penulis

: Allan Akbar

Penerbit 

: Marjin Kiri

Tahun

: 2013

Genre 

: Sosial & Politik

Tebal

: 117 Halaman

ISBN

: 978-979-1260-20-6

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28983130

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit