Bidadari Kirmizi; Tubuhmu Bukanlah Sebab Kumencintaimu Cetak E-mail
(5 votes)
Bidadari Kirmizi; Tubuhmu Bukanlah Sebab KumencintaimuDalam hidup ini tidak selamanya berjalan sesuai harapan. Ada keceriaan dan juga kenestapaan. Apabila mengalami kesulitan harus dihadapi dengan tabah karena selalu ada pelajaran tersembunyi di baliknya. Lewat novel Bidadari Kirmizi, pembaca dapat menyaksikan sekaligus memetik pelajaran dari sosok Nayla.
 
Perempuan yang suka warna merah kirmizi itu telah ditinggalkan kedua orang tuanya saat duduk di bangku kuliah. Ayahnya meninggal karena kanker paru-paru. Ibunya menyusul kemudian. Lengkap sudah kesedihan Nayla. Tapi, hasratnya membahagiakan orang tua tak sirna, walau keduanya telah tiada. Dia berpikir tetap bisa membuat bahagia orang tua dengan lulus kuliah, mendapat pekerjaan mapan, dan menjadi manusia berguna. Harapan itu tidak berjalan mulus. Sebab setelah lulus kuliah, dia kesulitan mendapat pekerjaan sebagai guru. Bagi Nayla, perjalanan mencari pekerjaan di setiap lembaga pendidikan terasa melelahkan.
 
Nayla pergi dari kota ke kota lain demi memenuhi panggilan tes kerja. Apa mau dikata, keberuntungan seolah-olah belum berpihak. Namun, dia tak henti karena untuk rezeki harus dicari. Rezeki tidak datang tanpa berusaha menjemputnya, (hlm 7-11). Namun, apa mau dikata, cobaan hidup seolah tak berhenti.
 
Pada suatu saat, tubuhnya demam berat. Suhu badannya panas tak kunjung turun. Semula, dia ngotot ingin sembuh tanpa sebutir obat pun. Andalannya hanya biji mahoni sebagai ganti parasetamol. Selain biji mahoni, Nayla juga minum air putih. Hatinya semakin yakin bisa sembuh hanya dengan air putih.
 
Ternyata, itu tidak cukup, bahkan tidak sanggup mengobati. Benar memang, ketika biji mahoni dan air putih diminum, beberapa jenak setelah itu panas tubuh Nayla turun. Tetapi beberapa jam kemudian, panas tubuhnya tinggi lagi. Ini menjadi kepanikan tersendiri. Secara kejiwaan, jelas psikisnya terganggu. Dalam kondisi terbaring di kasur, Nayla coba bergerak.
 
Naasnya, kakinya malah terkilir, menambah derita. Dia hanya bisa terbaring lemah karena kakinya semakin bengkak dan sakit jika dipaksakan untuk berjalan. Dia ke dokter juga. Awalnya, disangka radang tenggorokan. Dokter umum menyarankan berobat ke dokter THT. Yang terakhir menyarankan ke dokter internis atau ahli penyakit dalam. Dokter internis itu bilang Nayla terkena gejala tifus. Kata dokter, setelah makan obat dan menjaga makan-makanan, Nayla akan sembuh. Ternyata tidak sembuh juga. Upaya medis lanjutan pun ditempuh. Nayla diperiksa seluruh organ tubuh, termasuk memeriksa darahnya. Akhirnya, Nayla dinyatakan positif menderita kanker darah atau leukemia, (hlm 210-229).
 
Luka sekecil apa pun bagi penderita leukemia sangat berbahaya. Darah di dalam tubuhnya tidak mampu menutup luka. Darah tidak dapat membeku lantaran jumlah sel darah putih lebih banyak dari sel darah merah. Nayla mengalami pendarahan secara terus-menerus, (hlm 228). Secara manusiawi, kondisi fisik yang tidak normal membuat Nayla bersedih. Dia tidak bisa melakukan apa-apa. Namun, Nayla tidak menyerah. Dia mencoba bertahan sekuat daya agar dapat sembuh.
 
Jalinan cerita novel ini menarik disimak. Cobaan yang dialaminya terasa berat. Namun, dalam kamus hidup Nayla tak ada kata menyerah. Novel ini membawa dimensi permenungan setiap orang harus mensyukuri dengan berkontribusi terbaik bagi masyarakat atau orang lain. (Yulia Rosalin - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

:

Penulis

:

Penerbit 

Tahun

:

Genre 

Tebal

ISBN

:

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29371938

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit