Kue - Kue Cinta Cetak E-mail
(1 vote)

Kue - Kue CintaAwang dan Nining adalah dua bersaudara yang terlahir dari keluarga sederhana. Ayah mereka bekerja sebagai karyawan honorer di kantor kelurahan, sedangkan ibu mengurus rumah tangga.

Di rumah mereka yang kecil, ada Mpok Suminah yang telah ikut tinggal bersama mereka sejak Awang lahir. Dia membantu keuangan keluarga itu dengan berjualan kue kecil-kecilan di sekitar rumah. Pada suatu hari, ayah sakit demam berdarah.

Karena tak punya cukup uang untuk berobat ayah tak dibawa ke rumah sakit sehingga meninggal. Saat itu, Awang duduk di kelas 5 sekolah dasar dan Nining, adiknya, kelas 2. Saat ayah masih ada, mereka sudah menunggak pembayaran uang SPP, apalagi kini.

Ibu sangat kebingungan karena tak bekerja dan harus menjadi tulang punggung keluarga. Akhirnya ibu memutuskan berangkat ke negeri jiran, Malaysia, mengadu nasib. Dia bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia. Ibu menitipkan Awang dan Nining pada Suminah yang telah dianggapnya sebagai keluarga sendiri.

Dia berjanji akan mengirim uang tiap bulan. Setelah beberapa bulan, Awang, Nining, serta Suminah tak pernah menerima kabar apa pun dari ibunya, apalagi kiriman uang. Kini Suminah yang harus berusaha keras membiayai kehidupan mereka dengan terus berjualan kue dan menambah kegiatannya dengan menjadi buruh cuci.

Karena tak membayar SPP akhirnya Awang dan Nining dikeluarkan dari sekolah, walau cerdas dan berprestasi. Awang sempat merasa sedih dan putus asa. Ia merasa ibunya telah melupakan karena sama sekali tak ada kabar. Namun Awang lalu bangkit dan mengatasi cobaan.

Dia mulai ikut membantu Suminah mencari nafkah dengan menjadi pengamen bersama Nining untuk bisa mengumpulkan uang guna membayar tunggakan SPP. Mereka mendapat banyak rintangan, tapi bisa menabung sedikit demi sedikit.

Awang harus menghadapi preman-preman jalanan yang merasa daerah kekuasaannya telah diambil. Bagaimana nasib Awang dan Nining selanjutnya? Apakah mereka akan terus mengamen atau bisa kembali sekolah? Benarkah ibu Awang telah melupakan mereka dan tak akan kembali lagi? Buku ini sangat baik untuk generasi muda saat ini yang cenderung kurang gigih dan ingin sukses dengan cara instan.

Mereka butuh pelajaran bahwa keputusasaan dan penderitaan tak mungkin tak tertanggungkan. Setiap kegagalan atau musibah tak harus diikuti dengan kemarahan berlarut-larut.

Demikian pula Ibu Awang merupakan contoh yang baik untuk kaum perempuan yang meski kehilangan suami dan menghadapi kenyataan harus menghidupi dua orang anak yang ditinggalkan, namun dengan tekad dan kesadaran akan kekuatan dirinya dia rela berpisah sementara dengan buah hatinya untuk mengejar cita-cita memiliki penghasilan demi kelangsungan hidup dirinya dan kedua anaknya.

Kelemahan dari novel ini adalah karena alurnya yang agak membosankan. Namun, hikmah membaca buku ini tentu dapat mengajarkan kita bahwa kegigihan merupakan modal untuk sebuah keberhasilan. Demikian pula kepercayaan terhadap orang yang dikasihi akan menghilangkan segala prasangka dan kemarahan. (Yuliasih Puji R Hardy - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

:

Penulis

:

Penerbit 

Tahun

:

Genre 

Tebal

ISBN

:

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28771105

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit