Katarsis Cetak E-mail
(3 votes)

KatarsisBerangkat dari judul yang unik, Anastasia Aemilia melahirkan novel berjudul Katarsis. Dikutip dari Kamus Kata-Kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia, katarsis dalam arti sesungguhnya digunakan dalam metode psikologi (psikoterapi) yang menghilangkan beban mental seseorang dengan menghilangkan ingatan traumatisnya, dengan membiarkannya menceritakan semuanya (JS Badudu, hlm 175). Sesuai dengan judulnya, novel ini bergenre psychology thriller.

Katarsis menceritakan seorang gadis bernama Tara Johandi, yang memunyai kelainan jiwa, bahkan sejak ia berumur lima tahun. Dari gaya bahasanya, Tara memang memunyai cara pikir yang berbeda dari anak seumurannya. Tara memunyai watak yang bisa dikatakan pendendam dan tertutup. Saat ia berumur lima tahun, ia diasuh oleh paman dan bibinya, sejak kematian ibunya, Tari, yang diakibatkan oleh kelakuan bulus Tara (halaman 37).

Tara kecil bertemu dengan Ello, bocah laki-laki yang menolongnya jatuh saat bermain sepeda. Kala itu, Ello memperkenalkan dirinya dan memberikan sebuah koin lima rupiah untuk digenggam Tara. "Ini, pegang. Mamaku bilang, kalau lagi sakit, kita harus pegang koin biar sakitnya berkurang,” ujar Ello saat melihat luka lebar di lutut Tara akibat jatuh (halaman 39).

Tara yang tumbuh dewasa menjadi gadis cantik yang dibesarkan oleh Arif dan Sasi, ternyata memunyai kebergantungan pada koin yang diberikan Ello. Suatu ketika, Moses, sepupu Tara, yang serumah dengannya, memperkosa Tara hingga akhirnya Tara malah membunuh Moses dengan keji. Tubuh Moses dimutilasi dan ditaruh di penampungan air di rumah tersebut. Ada yang salah dengan perilaku dan pikiran Tara. Arif dan Sasi mencarikan bantuan dari seorang psikiater bernama Alfons untuk memeriksa kondisi kesehatan Tara. Itu semua terjadi sebelum akhirnya mereka tahu, bahwa Moses telah dibunuh oleh Tara (halaman 56).

Saat bukti-bukti sudah mulai terarah pada Tara, ia mulai mengambil langkah lebih cepat untuk membunuh paman dan bibinya, bahkan ayahnya sendiri, Bara. Tetapi, setelah tragedi berdarah itu berlangsung, Tara justru ditemukan di sebuah kotak perkakas dalam kondisi hidup yang sudah berhari-hari disekap di gudang rumahnya. Di tengah cerita diketahui, bahwa Arif masih hidup dan ia yang memukul Tara dan disekap di kotak perkakas. Tara mendapat kabar dari Alfons, bahwa Arif masih hidup walau kondisinya sekarat. Berbagai bayangan buruk menghantui Tara seketika dengan berbagai ilusinya (halaman 123).

Alur cerita semakin membuat penasaran, saat Tara dirawat di rumah sakit jiwa hingga sembuh dan pada akhirnya pulang bersama dengan Alfons. Di luar itu, Alfons yang seorang psikiater, memunyai pasien bernama Marcello Ponty. Ya, laki-laki itu adalah Ello, yang dulu memberi Tara sebuah koin lima rupiah. Ello yang saat itu memunyai jadwal untuk bertemu dengan Alfons, tertunda karena Alfons harus menangani Tara. Sejak saat itu, Ello mencari Tara untuk dijadikan harta karun yang paling istimewa. Harta karun yang dimaksud adalah menghabisi nyawa Tara dengan memasukkan ke dalam kotak perkakas, seperti pada enam tahun lalu (halaman 243).

Novel ini menceritakan pembunuhan berantai yang dikaitkan dengan tokoh utama, yaitu Tara. Cerita yang membuat penasaran dengan alurnya yang tak pernah bisa ditebak, akhirnya memunyai akhir yang masih sedikit menggantung. Ello yang tadinya ingin membunuh Tara, malah menjadi harta karun di kotak perkakas buatan ayahnya sendiri (halaman 259).

Akhir cerita seperti ini membuat pembaca memunyai pandangan tersendiri tentang cerita tersebut. Di samping itu, Anastasia Aemilia mengemas novelnya dengan memberi nomor-nomor yang berurut di setiap adegan yang berbeda dalam setiap babnya. Memang sedikit membingungkan saat membaca, siapa tokoh "Aku” di novel ini. Sudut pandang orang pertama "Aku” yang digunakan bisa berbeda dari bab satu ke bab lain. Namun, pembaca jadi tidak bosan dan malah semakin tertarik untuk mencari tahu, siapakah sosok Tara sesungguhnya. Teringat satu kalimat yang diucapkan oleh Alfons pada Ello, yang menjadi satu pesan berarti, "Rasa sakit itu ada untuk melindungimu, untuk mengajarimu banyak hal.” (halaman 182). (Yurike Budiman - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Katarsis

Penulis

: Anastasia Aemilia

Penerbit 

: Gramedia Pustaka Utama

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Thriller

Tebal

: 264 Halaman

ISBN

: 978-979-22-9466-8

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL THRILLER

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28294892

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit