Perjalanan Hati; Menapaki Jejak Rasa Cetak E-mail
(1 vote)

Perjalanan Hati; Menapaki Jejak Rasa"Tentang sebuah rasa yang terus tumbuh dan terpelihara. Jika tidak pada tempatnya, maka ia tak ubahnya ilalang kering." (Halaman 73)

Ada segumpal perasaan bersalah yang melanda sepasang suami-istri ketika mahligai yang telah mereka bangun bersama mulai diselimuti ketidakjujuran. Rasa yang sewaktu-waktu dapat meledak menjadi bumerang jika tidak segera dicari jalan penyelesaiannya.

Maira memilih melakukan perjalanan melintasi anak Gunung Krakatau, mendekatkan diri dengan alam yang menjadi kegemarannya jauh sebelum menikah dengan Yudha. Tapi, ini semata-mata bukan karena pelarian dari kemelut rumah tangganya, melainkan ada nama lain dari masa lalu yang masih setia mengusiknya. Seseorang yang pernah membuatnya begitu menyukai perjalanan. Berada dalam satu trip backpacker dengan kepungan kenangan yang belum sepenuhnya usai, menimbulkan sebuah ‘ancaman’ baru bagi persoalan utamanya.

Separuh hati dan pemikirannya belum lagi bisa berkompromi dengan niat baik di balik perjalanannya kali ini. Namun, setengahnya lagi justru mendesak-desak, meyakinkannya bahwa ini adalah alternatif paling tepat untuk diambil, (halaman 38).

Sementara suaminya, Yudha, sebenarnya belum sepenuhnya ikhlas melepas kepergian istrinya itu yang sedikit banyak karena terungkapnya sebagian masa lalu yang hadir kembali dan mulai mengusik kebahagiaan mereka. Yudha terkepung dilema perasaan bersalah.

"Jika ada satu-satunya alasan yang membuat keikhlasan itu harus tergenapi karena aku menginginkan kejujuranmu sepulang dari Anak Krakatau nanti", (halaman 39). Dua hati yang sama-sama bimbang karena kehadiran pihak ketiga. Dua hati yang sebenarnya sama-sama tidak ingin saling menyakiti.

Baik Maira maupun Yudha, sama-sama memilih untuk jeda sejenak guna memaknai kembali hakikat hubungan mereka dalam versi penghayatan masing-masing. Kehadiran Donna yang masih menyisakan tanya di benak Yudha, sekaligus menciptakan luka di hati Maira. Kehadiran Andri yang masih begitu nyata di ingatan Maira, sekaligus menerbitkan cemburu di hati Yudha. Sementara itu, Donna dan Andri sendiri pun sudah seharusnya tahu posisinya masing-masing. Mereka hanya akan menjadi sekerat duri dalam perjalanan rumah tangga Maira dan Yudha.

"Tetapi, akhirnya kuputuskan untuk menjauh. Menghindar sejauh yang kubisa. Karena kamu bukan wanita yang bisa kugapai, dan aku juga bukan lelaki pecundang yang bisanya hanya memanfaatkan kesempatan", (halaman 166).

"Justru mengganggu kebahagiaanmu adalah hal yang paling kutakutkan. Aku hanyalah bagian masa lalumu, sedangkan Maira adalah masa kini dan masa depanmu. Terkadang ada bagian dari masa lalu yang cukup dijadikan kenangan dan pelajaran, bukan untuk dibawa bersama dalam kehidupan sekarang. Sebab kehadirannya justru hanya akan menjadi kerikil yang menusuk dalam diam" (halaman 186).

Maira, Yudha, Andri, dan Donna telah masuk ke dalam pusaran labirin persoalan yang cukup rumit. Tapi, mereka adalah manusia-manusia dewasa yang telah cukup bekal untuk memutuskan langkah bijak mengatasi masalah masing-masing. Saat berada di persimpangan itu, keputusan apakah yang akan mereka ambil? Sekadar memuaskan ego diri atau penyelesaian yang adil bagi semua pihak sehingga tidak menyisakan penyesalan sesudahnya? Suara-suara hati yang mengiringi perjalanan itulah yang akhirnya menjawab semua tanya.

Diceritakan dengan bahasa yang lembut dan santun, novel ini layak dinikmati, terutama bagi pasangan-pasangan muda yang belum lama menapak tangga pernikahan dan sudah diwarnai berbagai gejolak. (Santi Artanti - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Perjalanan Hati; Menapaki Jejak Rasa

Penulis

: Riawani Elyta

Penerbit 

: Rak Buku

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Romantis

Tebal

: 194 Halaman

ISBN

 

: 978-6021-755-96-9
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28793674

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit