Petualangan Hati Jelajahi Pelangi Cetak E-mail
(8 votes)

Meski banyak orang tahu dan paham makna toleransi, tindakan kekerasan yang melukai nilai tepa salira masih banyak terjadi. Walaupun begitu, nilai dan makna toleransi harus terus disuarakan. Karena mungkin saja para pelaku antitoleransi itu sedang lupa. Mereka harus diingatkan terus-menerus agar kembali berada di jalan yang benar. Telah banyak pemikir sosial, cendekiawan, dan agamawan yang menulis serta menyuarakan konsep toleransi, terutama dalam konteks keagamaan.

Tetapi, sangat sedikit anak-anak muda, apalagi yang masih belia, peduli dengan isu ini. Sherina Salsabila adalah salah satu anak belia yang mampu melahirkan novel anak yang dengan jujur dan polos menyuarakan toleransi lewat cerita ramuannya. Dalam novel Petualangan Hati Jelajahi Pelangi, remaja yang belum genap 13 tahun itu mengajak pembaca saling menghargai, menyayangi, dan memberi.

Petualangan Hati Jelajahi PelangiPetualangan Hati Jelajahi Pelangi bercerita secara luar biasa, kaya pesan moral tentang persahabatan, saling menyayangi antar sesama, alam semesta, dan seluruh ciptaan-Nya. Kisah petualangan dituturkan dengan bagus, polos, berbeda, dan tidak biasa. Ceritanya hanya memaknai kehidupan sehari-hari yang sederhana di sekitar tempat tinggal (hal 9).

Awalnya, pada suatu malam, Mama Tasya yang beragama Kristen bertamu ke rumah Rin Rin (tokoh utama dalam cerita) dan mamanya yang muslim. Natal kali ini tanpa papa Tasya yang bernama Erwin yang tengah berlayar. Erwin adalah seorang pelaut di kapal asing yang sering mengarungi lautan hingga ke luar negeri. Dia biasa pulang setahun sekali saat Natal.

Yang membuat bimbang Mama Tasya adalah kondisi anaknya yang mungkin tidak bisa menerima keadaan itu. Tasya adalah anak autis. "Setiap Natal, Tasya hanya memikirkan kado dan kue" (halaman 19). Beberapa hari menjelang Natal, Rin Rin dan kawan-kawannya di kompleks perumahan itu mengadakan peprtemuan.

Hasilnya, mereka akan membantu keluarga Tasya dengan menyiapkan kado dan kue yang akan diberikan kepada Tasya tepat pada hari Natal. Rin Rin sendiri membawa rainbow cake yang dibuat bersama ibunya. Rupanya persembahan rainbow cake inilah yang dijadikan simbol penulisnya sebagai bentuk sikap toleransi beragama. Bukan kata-kata yang keluar dari mulut Mama Tasya dalam kisah itu, tetapi rasa haru berbentuk tetesan air mata yang meleleh.

Dia haru dan bahagia karena tidak menyangka ada yang mampu mengobati perasaan sedih keluarganya, dan itu anakanak kecil tetangganya. Mama Tasya menjadi paham, bukan agama yang menyebabkan kekerasan, tetapi para pelaku agamalah yang menjadi sumber kekacauan. Ada kisah kepedulian gadis cilik sebagai tokoh utama yang peduli akan teman sekelasnya yang dianggap sangat biasa.

Dia menjadi penolong sekaligus pembangkit semangat sahabat lumpuhnya itu. Dalam kisah ketiga (terakhir), penulis belia ini mengampanyekan penghijauan dengan menanam pohon dalam bentuk cerita yang menarik. Tiga judul dalam novel diramu dengan bahasa yang lugas dan khas anak remaja, tetapi renyah ketika dibaca orang dewasa. Karya tersebut inspiratif dan patut dibaca, tidak saja oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa. Pesan yang disampaikannya sangat universal dan mengandung kebaikan-kebaikan. (Dede Sulaeman - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

:

Penulis

:

Penerbit 

Tahun

:

Genre 

Tebal

ISBN

:

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL REMAJA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27236703

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit