Ibuk Cetak E-mail
(1 vote)

IbukMasih banyak penduduk yang harus bekerja keras sekadar memenuhi kebutuhan dasar. Dalam novel yang diangkat dari kisah nyata ini, pembaca dapat melihat kemiskinan dari sebuah keluarga di Batu, Jawa Timur. Keluarga ini digerakkan oleh seorang perempuan tangguh dalam menghadapi kemiskinan dan penderitaan.

Ibuk, begitulah kelima anaknya memanggil wanita tersebut. Perempuan bernama asli Ngatinah ini tak sempat menamatkan jenjang sekolah dasar (SD). Harapan melanjutkan sekolah sirna karena kemiskinan. Dia tinggal di rumah dan membantu orang tuanya mengurus adik-adiknya.

Ketika berusia 16 tahun, dia membantu neneknya berjualan baju bekas di Pasar Batu. Di pasar itulah seorang kernet angkot menaruh hati padanya. Hanya berbekal keberanian untuk menjalani hidup bersama, mereka akhirnya menikah (halaman 1-25).

Isa, anak pertama pun lahir ketika Ibuk berusia 18. Lalu, disusul kelahiran anak berikutnya, yakni Nani, Bayek, Rini, dan Mira. Lima kali Ibuk melewati batas antara hidup dan mati saat melahirkan mereka. Dia menjaga anak-anak siang-malam, tanpa jeda atau lelah. Ibuk selalu mencurahkan cintanya (halaman 29-38).

Dengan penghasilan suami yang pas-pasan, Ibuk menjalankan rumah tangga dengan kesederhanaan. Anak-anak dilatih hidup sederhana. Keluarga tetap berjalan baik karena ketegaran dan keteguhan sang ibu, seorang perempuan yang mungkin melahirkan anak tanpa rencana, namun yakin bahwa setiap anak datang membawa berkah. Ibuk memberikan apa pun yang dimiliki untuk mereka (halaman 42).

Ibuk mengelola keuangan keluarga secermat mungkin. Suaminya yang semula sebagai kernet akhirnya memiliki angkot sendiri. Namun, berhemat dan sekeras apa pun suami bekerja kerap kali belum mampu mencukupi setiap kebutuhan keluarga. Maka, apa pun dilakoni Ibuk seperti menggadaikan atau menjual barang, bahkan berutang. Memang penuh risiko, tapi Ibuk dengan kecermatan mengatur uang bisa mencicil utang-utangnya.

Tindakannya tersebut demi anak-anak agar menggapai masa depan cemerlang. Ketika anak-anaknya mulai menginjak SD, yang terlintas di benak Ibuk mengupayakan mereka sekolah terus sampai kuliah. Bagi Ibuk, pendidikan sangat penting agar kehidupan lebih baik dan sejahtera.

Ibuk mengatur sekolah anak-anak secara baik. Buku sekolah dimiliki anak-anaknya secara turun-temurun, dari kakak ke adik-adiknya. Sepatu rusak sebisa mungkin diperbaiki. Dia membeli sepatu hanya ketika benar-benar jebol. Biaya sekolah diatur agar tak telat.

Semuanya disiasati Ibuk agar anak-anaknya tetap percaya diri dan tak memiliki masalah dalam bersekolah. Ketulusan cinta dan perjuangan Ibuk dihayati benar-benar oleh anak-anaknya. Kelima anaknya tak hanya tekun belajar, tetapi juga berprestasi di luar bidang akademik dan mencoba berwirausaha membantu orang tua.

Ibuk membuat keputusan paling mengejutkan dengan menjual angkot untuk membiayai Bayek yang diterima di jurusan Statistika IPB Bogor. Keputusan yang berani karena angkot adalah kendaraan penopang ekonomi keluarga. Suaminya pun mencari pekerjaan lain (halaman 132-134).

Keputusan Ibuk tak sia-sia karena Bayek berhasil lulus kuliah dan tak lama kemudian bekerja di Nielsen, Jakarta. Beberapa tahun kemudian, Bayek dipercaya bekerja di Nielsen International Research di New York. Perubahan hidup pun terjadi. Bayek mampu mengubah kehidupan keluarganya.

Novel ini bisa menjadi pelajaran betapa pentingnya pendidikan untuk meningkatkan taraf hidup. Diangkat dari kisah nyata, novel memotivasi setiap keluarga agar bisa maju, semiskin apa pun. Dengan perjuangan dan doa, impian bisa tercapai. (Hendra Sugiantoro - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

:

Penulis

:

Penerbit 

Tahun

:

Genre 

Tebal

ISBN

:

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28292960

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit