Wonder Women; Pemulung, Tukang Sayur, dan Sopir Taksi Itu Adalah Ibuku Cetak E-mail
(2 votes)

Para Perempuan Super

Wonder Women; Pemulung, Tukang Sayur, dan Sopir Taksi Itu Adalah Ibuku

Sering dicap sebagai makhluk lemah, namun perempuan terkadang dalam beberapa soal tak kalah dari laki-laki, malah sering lebih tangguh. Ketika situasi dan kondisi membutuhkan, mereka bisa berubah menjadi perkasa melampaui yang dibayangkan. Kaum wanita bisa menjadi tahan banting di segala medan dan cuaca kehidupan kalau sudah kepepet.

Tak semua perempuan di dunia ini beruntung bisa mendapat pendidikan sesuai dengan minatnya, lalu bekerja nyaman dengan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Begitu juga dalam rumah tangga. Tak semua perempuan beruntung mampu membangun “biduk” yang mapan dan berjodoh orang yang baik dan bertanggung jawab.

Banyak fakta dikisahkan dalam buku bersampul biru ini. Perempuan yang menekuni pekerjaan kasar dan kotor, bukanlah feminis yang menuntut kesetaraan hak dengan laki-laki.

Ada 15 kisah perempuan yang menginspirasi dalam buku tersebut. Banyak dari mereka yang harus menerjang kerasnya kehidupan di jalanan, panas teriknya matahari, dan juga situasi yang kurang ramah terhadap perempuan.

Seperti kisah mbak Menuk, perempuan 40 tahun ini harus membiayai 4 anaknya seorang diri semenjak bercerai. Tekanan biaya hiduplah yang memaksanya bekerja apa saja. Kerja di bengkel bubut pun oke. Menjadi sopir taksi juga boleh. Malah, dengan mengemudi taksi dia berpengalaman karena bertemu karakter penumpang yang bermacam-macam. Bahkan, dia juga harus berhadapan dengan preman.

Untuk menjaga diri, mbak Menuk menaruh kunci roda dan pisau cutter di dekatnya. Dia harus melindungi diri jika ada penumpang macam-macam seperti berani pegang-pegang. “Kalau sudah dibilangin baik-baik tapi masih ngeyel, ya saya suruh turun. Jika masih ngeyel juga, maka kunci roda bisa bicara,” cerita mbak Menuk saat ditanya caranya menjaga diri menghadapi bahaya, (halaman 81).

Ada juga kisah seorang perempuan yang setia membantu pekerjaan suami. Perempuan itu bernama Muzayyanah. Bersama suaminya, dia bahu-membahu menjadi pembersih kotoran ayam negeri setiap kali selesai panen. Para peternaknya sendiri tak mau melakukannya karena baunya yang sangat menyengat.

Setiap kotoran diambil dengan sekop, baunya menjadi berkali lipat. Yang tak biasa dengan bau tajam itu pasti mual dan muntah. Ya, pasangan suami-istri itu mendapat julukan “spesialis tahi”, (halaman 31). Nama itu tak sedap didengar, namun lebih baik daripada dijuluki sampah masyarakat.

Perempuan yang ditorehkan kisahnya dalam buku ini sungguh luar biasa. Mereka memberikan inspirasi bertahan hidup dengan penuh harga diri. Seolah mereka mampu berkata bahwa,“Hidup tak berpihak pada yang merangkak. Hidup mendukung setiap manusia yang mau berdiri di kedua kaki besinya dan bekerja dengan kedua tangan bajanya”, (halaman 83).

Bagi mereka, bekerja adalah kewajiban menyambung hidup untuk menafkahi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Mbok Cam, seorang penjual es campur di sebuah sudut Kota Surabaya, berprinsip bekerja itu titah Tuhan. Itu jawaban saat ditanyakan buat apa susah-susah berjualan es campur, padahal anak-anaknya sudah bekerja dan mapan. Bekerja bukan hanya untuk mencari uang, namun juga ekspresi diri.

Kisah lainnya dalam buku ini bisa mewakili semangat perjuangan untuk tak menyerah kepada keadaan. Dalam keterbatasan ekonomi dan pendidikan, mereka bertahan di jalanan dengan harga diri dan keyakinan bahwa peluhnya tak akan sia-sia. (Aris Sayyidatul Ilmi - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul

: Wonder Women; Pemulung, Tukang Sayur, dan Sopir Taksi Itu Adalah Ibuku

Penulis

: Tias Tatanka

Penerbit 

: Glitzy Book Publishing

Tahun

: 2013

Genre 

: Kisah Nyata

Tebal

: 115 Halaman

ISBN

: 978-979-22-9433-0

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KISAH NYATA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29368981

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit