Go West and Gowes! Cetak E-mail
(1 vote)

Go West and Gowes!Jika ingin belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah Ejaan Yang Disempurnakan, pembaca tidak akan memperolehnya dari buku ini. Meski penulisnya sarjana dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia, ia lebih memilih menggunakan bahasa yang luwes. Budiman Hakim menyadari bahwa masyarakat enggan membaca. Mereka lebih suka berbicara atau melihat.

Adik mantan KSAU, Chappy Hakim, ini hanya ingin mengobrol lisan dengan pembaca. Lewat buku Go West and Gowes, ayah dua anak tersebut konsisten dengan gayanya. Pada bab "Pengecut-pengecut Dunia Maya", pekerja periklanan tersebut mengkritisi para pemilik akun palsu di jagat cyber. Kaum anonim tersebut tak berani menggunakan nama asli. Foto profi lnya pun disamarkan. Mereka "hobi" sekali mengomentari pendapat orang lain dengan bahasa kasar dan kata-kata kotor.

Isinya melulu berhasrat menyerang dan menghakimi pemikiran seseorang. Mereka memaki-maki, mengadu domba, memfitnah, menyebarkan sentimen kebencian bernuansa SARA, dan menjelek-jelekkan karakter member lainnya (halaman 135). Penulis menganalogikan mereka dengan tikus got, binatang yang mendekam di dalam saluran air yang gelap.

Tikus itu kadang nongol, tapi begitu ada gerakan atau suara sedikit saja, lari terbirit-birit kembali ke liang persembunyian. Ada sebuah kisah nyata, tatkala gempa dahsyat menggoyang daerah Padang pada 30 September 2009 silam. Dalam Facebook tertulis, "Nasi goreng dan air minum cuma-cuma untuk siapa saja. Tolong sebarkan ke orang yang membutuhkan."

Teman sekantornya, Melissa, mengecek kebenaran pengumuman tersebut yang ternyata hoax (bohong). Ketika salah satu kerabat Melissa datang ke restoran tersebut, mereka tetap disuruh membayar. "Bayangin korban udah kehilangan orang tercinta, tiada tempat berteduh, laper, jalan kaki ke sana, eh malah dibohongin para tikus got..." (halaman 137).

Buku ini terdiri atas 27 refleksi pendek sehingga bisa dibaca sembari menikmati secangkir teh hangat. "Yuyun Akupunkturis Hebat," "Putal... Putaal...Putaall!," "Filosofi Uban," dan "Anak Kecil Adalah Peniru Yang Hebat" adalah sebagian di antaranya. Pada hakikatnya, dunia ibarat sebuah bioskop raksasa.

Kadang seseorang menjadi penonton, lain kali terlibat dalam lakon cerita. Yang jelas ada sutradaranya. Ada juga kisah pilot jet tempur Amerika pada era perang Vietnam yang berpangkalan di kapal induk Kitty Hawk Charles Plumb. Pilot pesawat Fighter Pilot tersebut tertembak jatuh terkenal rudal antipesawat milik Vietkong.

Untung Plumb berhasil menyelamatkan diri dengan kursi lontar dan mendarat mulus berkat parasutnya yang berfungsi optimal. Tetapi karena mendarat di daerah musuh, ia ditangkap, disiksa, dan dipenjara selama enam tahun. Sekembalinya ke Amerika Serikat, dia mengajar dan berceramah mengenai cara seorang prajurit menjalankan tugas negara dengan setia.

Dia juga menceritakan sebagai pilot pesawat tempur, berperang, tertembak musuh, ditangkap, ditawan, disiksa, hingga pulang ke tanah air. Pengalaman berharga itu dibagikan secara cuma-cuma kepada generasi muda (halaman 176). Pada suatu sore, saat Plumb dan istrinya sedang bersantai di sebuah restoran, seseorang dari seberang meja datang menghampiri sambil berkata, "Halo. Charles Plum, pilot jet tempur yang berpangkalan di Kitty Hawk dan pernah tertembak jatuh di Vietnam?" Setengah tertegun, Plumb balik bertanya, "Bagaimana Anda bisa tahu?" Orang tersebut adalah awak kapal yang bertugas melipat parasutnya.

Plumb lalu terbayang kembali peristiwa perang yang memilukan tersebut. Kelasi laut yang penuh dedikasi itu menghabiskan waktu berjam-jam di salah satu sudut kapal perang yang panas. Dia melipat dengan hati-hati setiap parasut yang akan digunakan para pilot menyelamatkan diri bila tertembak musuh. Mungkin Plumb lupa berterima kasih kepada kelasi tersebut.

Memang dalam kehidupan sehari-hari manusia sering lupa berterima kasih. Orang kadang juga enggan menyapa sesama dengan "halo" atau "maaf" (halaman 179). Buku setebal 264 halaman ini sejatinya berisi kumpulan renungan fi losofi s. Bacaan yang pas untuk merenungkan makna ziarah hidup. (Nugroho Angkasa - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

:

Penulis

:

Penerbit 

Tahun

:

Genre 

Tebal

ISBN

:

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SASTRA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31877248

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit