No Ordinary Love; Beri Cinta Sedikit Waktu Cetak E-mail
(7 votes)

"Cinta tulus berjalan mulus." Inilah sepotong keyakinan hati Raymondo Boudord, lelaki blasteran Prancis-Indonesia. Dia yakin betul bahwa suatu saat ketulusan cintanya pada Ligaya akan berbuah manis, semanis madu, panggilan sayangnya. Tak heran, bila lelaki yang kerap dipanggil Remo ini selalu siap bila kekasihnya minta bantuan, termasuk menjadi tiang saat Ligaya butuh tempat bersandar.

Dia juga tidak akan menolak jadi sepotong saputangan untuk menghapus air mata Ligaya. Pria yang tengah mabuk cinta itu selalu dengan senang hati menjadi jaket saat kekasihnya kedinginan, (hal 4).

Ikatan cinta sepasang kekasih ini telah terjalin hampir tujuh bulan setengah. Selama itu pula mereka menjalani hubungan dalam ikatan kebatinan. Mereka hanya berdiam saat berpacaran. Tidak banyak berkata-kata, juga tidak banyak gerakan, hanya diam dan diam menikmati suasana. Bagi Remo, menghabiskan waktu bersama Ligaya, meski dalam diam, adalah hal terindah, (hal.10).

Seperti yang terjadi sore itu, di pantai Canggu, tak jauh dari Kuta, Bali. Di tempat favorit Remo dan Ligaya untuk melamun dan berdiam bersama sambil menikmati keindahan hamparan pasir putih ini, keduanya kembali berdiam. Mereka hanya menyaksikan peselancar yang jatuh bersama pecahan ombak di bibir pantai. Di pantai itu, mereka juga bisa menyaksikan matahari sore yang berubah menjadi bola pijar raksasa yang segera pulang ke kaki langit barat. Pemandangan indah tersebut menjadi suguhan istimewa yang selalu mereka nantikan di pantai yang tak terlalu banyak pengunjungnya itu. Tanpa banyak kata, mereka terus menatap detik-detik langit menghitam sampai tak tampak sedikit pun semburat oranye matahari.

Bersamaan dengan peristiwa itu, ada hati yang tiba-tiba terisak disertai linangan air mata. Tanpa tau sebab dan akibatnya, tiba-tiba saja Ligaya menangis tanpa bisa dihentikan. Remo paham betul dengan kebiasaan kekasihnya itu. Ia memang selalu menangis setiap menatap langit. Jika sudah demikian, Remo harus siap menjadi monyet bodoh yang hanya bisa garuk-garuk kepala tanpa bisa melakukan yang lebih berarti.

Hubungan dalam situasi apa pun selalu bisa ada konflik. Kedua kekasih ini pun mengalami. Konflik bermula saat Remo tak sengaja memanggil kekasihnya dengan sebutan Ga, yang diambil dari suku kata kedua pada namanya Li-Ga-Ya. Tak disangka, siang itu menjadi petaka bagi Remo. Ligaya marah besar sebab tak suka dipanggil begitu. "Hanya satu orang yang aku, Ga. Dialah Dello Langit," tandas Ligaya sambil terisak.

Dello Langit adalah kekasih pertama Ligaya. Ligaya hancur karena dia sudah beristri dan beranak, (hal 16).

Remo baru ingat mengapa kekasihnya itu selalu menangis setiap kali menatap langit. Ligaya teringat pada mantan kekasihnya yang belum terlupakan. Setelah peristiwa itu, Ligaya jadi semakin sering melamun dan selalu membandingkan Remo dengan Dello Langit. Lambat laun, Remo semakin tak sanggup lagi menghadapi kekasihnya itu yang selalu hidup dalam kungkungan masa lalu. Meski dari awal dia telah berjanji untuk mengobati luka hati Ligaya, Remo memutuskan untuk mundur.

Lagu Selimut Hati dari grup band Dewa turut mengiringi perpisahan mereka. Syair lagu itu sekaligus menjelaskan perasaan Remo secara utuh. Remo bisa menjadi apa saja bagi Ligaya, kecuali menjadi Dello Langit, (hal 61). Di tengah luka hati Remo, Fey hadir seolah menjadi malaikat penawar hati. Perempuan cantik sahabat sekaligus rekan kerjanya yang diam-diam memendam rasa pada Remo. Tanpa pikir panjang, Remo menerimanya, (hal 104).

Dengan gaya bercerita yang sederhana, Ita Sembiring, penulis novel ini mampu menceritakan setiap kejadian dengan runtut. Latar dan setting dalam novel setebal 200 halaman ini ditulis dengan detail sehingga mampu membawa pembaca hanyut dalam setiap peristiwa. (Dhia Ulmilla - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

:

Penulis

:

Penerbit 

Tahun

:

Genre 

Tebal

ISBN

:

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366063

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit