Good News From Indonesia Cetak E-mail
(1 vote)

Good News From IndonesiaIndonesia memang memiliki banyak nilai positif, mulai dari keunikan dan keindahan yang mungkin tidak dimiliki bangsa lain hingga tempat-tempat wisata. Fokus pada hal-hal negatif membuat bangsa semakin tidak percaya diri. Padahal, masih ribuan potensi yang bisa dikembangkan.

Banyak masalah dan ancaman yang mendera bangsa Indonesia baik lewat televisi maupun media massa lain. Namun, tidak banyak yang menyadari dan mendapat informasi bahwa di sini juga bermunculan prestasi-prestasi warga. Ada pencapaian-pencapaian di bidang ekonomi, sosial, dan sejarah. Di sini juga banyak keunikan budaya Nusantara yang membanggakan.

Inilah yang kadang kala tidak diangkat media karena dianggap tidak bernilai "jual". Akhirnya, masyarakat pun dibuat pesimistis melihat atau membaca berita-berita tersebut. Bahkan, tidak sedikit rakyat yang mencaci-maki dan mengolok-olok bangsa sendiri.

Buku Good News from Indonesia mengajak rakyat untuk kembali menggairahkan rasa cinta Tanah Air. Menurut Akhyari Hananto, penulis buku, sebenarnya sikap pesimisme muncul karena kegencaran pemberitaan yang menonjolkan sisi negatif saja. Padahal, masih banyak juga yang membanggakan di negeri ini (hal 3).

Kondisi Indonesia tidak seburuk perkiraan orang. Ekonomi, misalnya, masih ada harapan untuk lebih maju. Buktinya, masih banyak investor (hal 19-21). Indonesia bukan lagi "The Sick Man of Asia", tapi sudah disebut-sebut sebagai "The Next China" atau "Garuda Rising", atau "Emerging Power", dan banyak lagi. Perusahaan-perusahaan Indonesia mulai berekspansi ke seluruh dunia. Produk-produknya makin bisa ditemukan di sudut-sudut dunia. Demikian juga ekonomi Indonesia juga makin membesar.

Sayang, kebangkitan sebuah bangsa besar seperti Indonesia tidak diketahui dunia luas hanya karena kurangnya tindakan national branding. Bangsa harus melakukannya karena belum terlambat untuk memulainya.
Indonesia patut bangga, beberapa putra terbaiknya melejit menjadi orang-orang sukses. Di antara mereka masuk daftar orang terkaya dunia. Ada pula Erick Tohir yang baru-baru ini "menjajah" Italia dengan membeli saham Inter Milan.

Bukan hanya itu, Indonesia termasuk negara demokrasi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan India serta partisipan pemilu lebih besar dari AS. Politik pun mulai lebih stabil daripada India. Buktinya belum pernah ada kepala pemerintahan di Indonesia yang ditembak pengawalnya seperti Indira Ghandi dan ditembak ketika sedang kampanye seperti Rajiv Ghandi.

Di bidang IT, Indonesia pada tahun 2013 akan meluncurkan satelit pengamatan A2. Satelit ini sepenuhnya dibuat warga Indonesia di bawah naungan PT Dirgantara Indonesia (DI). Bahkan, PT DI juga segera merancang dan memproduksi secara mandiri pesawat komuter turboprop N-250.

Di bidang pariwisata, ada Bali dan Pulau Komodo yang eksotismenya diakui dunia. Bahkan, Pulau Komodo masuk satu dari tujuh keajaiban dunia. Masih banyak kekayaan dan prestasi Indonesia lainnya yang patut dibanggakan.

Indonesia memang memiliki banyak nilai positif, mulai dari keunikan dan keindahan yang mungkin tidak dimiliki bangsa lain seperti tempat-tempat wisata. Fokus pada hal-hal negatif membuat bangsa semakin tidak percaya diri. Padahal, masih ribuan potensi yang bisa dikembangkan.

Maka, rakyat jangan hanya mengkritik atau mengeluh akan keadaan. Mereka harus proaktif mengubah keadaan secara konkret. Mengkritik atau mengeluh tidak berarti apa-apa tanpa aksi nyata mengubah keadaan (hal 174).

Buku setebal 204 halaman ini mengajak para pembaca mempertahankan optimisme dan asa. Indonesia memang bukan negara sempurna dan tidak akan pernah sempurna. Namun, Indonesia adalah negeri yang luar biasa dan akan tetap selalu begitu. (Hariyanto- sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Good News From Indonesia

Penulis

Penerbit 

Tahun

: 2013

Genre 

: Motivasi

Tebal

: Halaman

ISBN

:

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MOTIVASI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29030378

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit