Leafie; Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya Cetak E-mail
(2 votes)

Leafie; Ayam Buruk Rupa dan Itik KesayangannyaBanyak pelajaran dari karya tulisan seperti novel anak bergaya fabel kontemporer asal Korea, Leafie: Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya. Di sini pembaca dapat belajar arti pengorbanan, cinta, dan kebebasan sejati. Terlahir sebagai ayam petelur, Leafie memiliki impian tersendiri, tidak ingin terus-terusan hidup di kandang.

Ia ingin menetaskan sendiri telurnya, merawat anak ayamnya sepenuh hati, dan melihatnya tumbuh besar seperti Ayam Betina yang hidup bersama anak-anaknya yang lucu di luar kandang Leafie (halaman 12). Meski keinginannya begitu kuat, tapi Leafie tidak dapat menghasilkan telur yang bagus. Ia juga tidak mau makan. Akibatnya, dia dikeluarkan dari kandang dan dibuang bersama ayam-ayam lainnya yang sekarat di lubang pembuangan.

Tentu saja, Leafie tidak ingin dijadikan pyegye, masakan terbuat dari ayam yang terkenal di daerah Pyeontaek (halaman 25). Akhirnya, Leafie ditolong Bebek Liar yang disebut Pengelana. Leafie dibawa ke halaman sehingga bisa beristirahat tenang. Pengelana tidak ingin Leafie dimangsa Musang, musuh terbesar penghuni halaman. Leafie masih ingin menetaskan sendiri telurnya. Ia juga harus menghadapi protes dari keluarga di halaman, mulai dari Anjing Penjaga Tua, kawanan Bebek, Ayam Jantan, hingga induk Ayam Betina yang pelit (halaman 47). Leafi e bersikeras mencari tempat baru yang lebih baik di kebun sayuran.

Di sanalah dia mendapat banyak makanan tanpa harus dicemooh penghuni halaman lain. Meski demikian, ia harus tetap waspada terhadap Musang. Tiba-tiba saja Pengelana menjauhi Leafie karena sedang dekat dengan Bebek Putih Susu. Ia jatuh cinta. Sayangnya, kebahagiaan Pengelana hanya sekejap. Pasangannya, Bebek Putih Susu, dimangsa Musang setelah bertelur. Leafie tidak menyadari hal itu. Satu hal yang Leafie tahu, ia telah menemukan sebuah telur yang besar dan indah, yang belum pernah dierami (halaman 70). Impiannya tercapai. Leafie mengerami telur temuannya itu penuh kasih sayang. Pengelana memperhatikan dari jauh.

Pengelana sering memberi makanan, menjaga semak tempat Leafie mengerami, hingga bergerak sambil mengepakkan sayapnya yang patah seperti seekor bebek gila. Cobaan belum selesai menghinggapi Leafie. Menetaskan seekor anak yang tak serupa ayam, ia dicaci maki keluarga di halaman. Anak ayam tidak berbulu cokelat. Kaki-kakinya juga tidak berselaput. Bentakan Ayam Jantan yang mengatakan bahwa anak yang ada di samping Leafie adalah bebek, membuka kesadarannya.

Akhirnya, Leafie tahu, bebek itu sebenarnya anak Pengelana (halaman 106). Leafie bertekad membesarkan anaknya sendirian dan tidak mempermasalahkan status yang berbeda. Anaknya bisa berenang, sedangkan ia sendiri tidak (halaman 127). Seiring berjalannya waktu, Leafi e memberi nama anaknya Greenie. Greenie tak perlu takut diburu Musang karena sudah tumbuh besar, kuat, dan bisa terbang. Meski demikian, Greenie mulai sadar bahwa dia anak bebek dan Leafi e seekor ayam (halaman 155).

Greenie meninggalkan Leafie dan kembali ke halaman. Tinggal di halaman tak membuat Greenie senang karena diikat di tiang (halaman 162). Hal tersebut membuat Musang mudah untuk memakan Greenie, sosok yang diincar sejak lama. Leafi e tak kekurangan akal dengan menjaga Greenie setiap saat. Leafie juga telah membuat sebelah mata Musang buta. Leafi e memutuskan tali yang mengikat Greenie, sehingga bisa bergabung dengan kawanan Bebek Liar lain (halaman 182). Leafie lalu hidup berpindah-pindah untuk menghindari serangan Musang. Namun, pada akhirnya, Leafi e harus mati di tangan Musang, di musim dingin yang menggigit tulang. (Sri Mulyati - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul

: Leafie; Ayam Buruk Rupa dan Itik Kesayangannya

Penulis

: Hwang Sun-mi

Penerbit 

: Qanita

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Anak

Tebal

: 225 Halaman

ISBN

: 2010000092484

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ANAK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203387

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit