Lumpuh Tapi Dahsyat! Yang Lemah, Yang Luar Biasa Cetak E-mail
(1 vote)

Lumpuh Tapi Dahsyat! Yang Lemah, Yang Luar BiasaSukses dengan kondisi fisik normal itu wajar. Berbeda bila individu-individu yang berada dalam keterbatasan fisik mencapi kegemilangan. Buku ini mengetengahkan 20 manusia hebat yang mampu berkarya dan berkontribusi positif di tengah masyarakat meskipun menderita kelumpuhan.

Een Sukaesih yang tinggal di Sumedang, Jawa Barat, salah satunya. Dia mulai lumpuh sejak tahun 1987 karena penyakit rheumatoid arthritis. Een tidak meratapi nasib. Perempuan kelahiran 10 Agustus 1963 itu tetap memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anak sekitar tempat tinggalnya.

Dalam keadaan lumpuh tangan dan kaki, dia membantu menyiapkan masa depan orang lain dengan cara membagi ilmu dan kasih sayang. Dia juga menjadi sahabat bagi anak didiknya. Sampai kini, Een terus mengabdi dan mengajar dari tempat pembaringannya di kamar tidur yang hanya berukuran 2x3 meter.

Anak-anak yang belajar dari Een terbilang berhasil. Banyak anak binaannya menjadi juara kelas, bahkan menembus bangku perguruan tinggi ternama. Atas dedikasinya itu, penghargaan Kartini Award 2012 pernah didapat. Pada tahun 2013 ini, dia menerima Inspiring Award dari Liputan6 (halaman 24-27).

Irma Suryati, kelahiran Semarang, 1 Januari 1975, lumpuh saat usia 4 tahun. Sebagai penyandang cacat sejak kecil, tumbuh menjadi dewasa bukan perkara mudah. Perjalanan hidup Irma Suryati menyuguhkan perjuangan tidak mudah untuk membuktikan dirinya tak layak dipandang sebelah mata.

Hanya keyakinan dalam diri yang membuat Irma tetap percaya diri. Setelah lulus SMA, dia mencoba membuat keset dari kain perca. Kebetulan di dekat rumahnya terdapat banyak sisa kain industri garmen. Dia menjahit sisa kain itu menjadi aneka bentuk keset, benda sederhana untuk membersihkan telapak kaki. Awalnya, keset itu dibuat untuk kebutuhan sendiri. Lambat laun, karyanya mulai dilirik tetangga. Pasar kecil pun mulai terbentuk. Keputusan menjadi perajin keset semakin bulat dengan membuka usaha kecil pembuatan keset pada tahun 1999.

Usaha Irma mulai berkembang. Awalnya mempekerjakan lima karyawan, kini sekitar 2.500 perajin, yang 150 di antaranya adalah penyandang cacat. Tempat usahanya tak lagi di Semarang, tetapi pindah ke Kebumen. Hasil usahanya telah diekspor ke berbagai negara. Dalam menjalankan usaha, Irma juga melaih masyarakat umum, bahkan penyandang cacat, untuk memiliki usaha sendiri dalam membuat kerajinan keset. "Niat saya hanya memberdayakan masyarakat, dan yang penting tidak ada pengangguran di tengah masyarakat. Saya ingin semua penyandang cacat tetap bisa berdaya dan tidak menyusahkan orang lain," ucap Irma (halaman 85).

Kisah Irma menyadarkan kita bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berpangku tangan. Lewat kegigihannya, dia berhasil membangun usaha kerajinan keset, bahkan memberdayakan masyarakat, terutama penyandang cacat, untuk juga memiliki usaha kerajinan keset secara mandiri.

Atas usaha dan jerih payahnya, berbagai penghargaan pernah diperolehnya. Di antaranya penghargaan Wirausahawati Muda Teladan dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (2007), Perempuan Berprestasi 2008 dari Bupati Kebumen (2008), penghargaan dari Jaiki Jepang khusus orang cacat, serta peraih Liputan6 Award 2012 kategori kemanusiaan.

Selain Irma Suryati dan Een Sukaesih, ada 18 manusia hebat yang diprofilkan dalam buku ini. Pembaca patut mengambil inspirasi, motivasi, dan ketulusan hati mereka. Dengan membaca buku ini, mereka bisa merenung sejenak tentang berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Masyrakat yang dalam kondisi fisik prima seharusnya malu melihat karya mereka. (Hendra Sugiantoro - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul

: Lumpuh Tapi Dahsyat! Yang Lemah, Yang Luar Biasa

Penulis

: Heru Setyaka

Penerbit 

: Flash Books

Tahun

: 2013

Genre 

: Kisah Nyata

Tebal

: 208 Halaman

ISBN

: 978-6022-551-90-4

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KISAH NYATA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25225477

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit