Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku... Cetak E-mail
(3 votes)

Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku...Perempuan diciptakan dari rusuk pria agar tidak menginjak dan tidak mengatasi, melainkan sejajar dan sederajat. Wanita tidak boleh manja. Dia juga harus kuat dan mampu mandiri. Novel ini bisa menjadi cermin terkait pemahaman itu. Diceritakan, Ratri yang telah menikah dan memiliki tiga anak harus menghadapi kenyataan pahit. Jiwanya tercabik-cabik. Suaminya menuangkan “air mendidih” di jiwanya dengan berselingkuh.

Hancur hati Ratri ketika seorang wanita mengaku hamil karena telah berhubungan terlalu jauh dengan suaminya, (hlm 54-58). Segala pengorbanan Ratri untuk keluarga seakan sia-sia. Namun, tidak ada yang peduli pada luka yang tergores di batinnya. Keluarga suaminya seolah hanya peduli atas status mereka sebagai keluarga terhormat di mata masyarakat.

Tentu saja, hati perempuan tidak bisa dimanipulasi. Perasaan Ratri tidak bisa berubah cepat. Atas nama keutuhan rumah tangga ataupun kehormatan keluarga, ada dimensidimensi perasaan perempuan yang sulit berubah, (hlm 99-107). Seorang perempuan tidak mudah bertransisi dari perasaan sedih ke bahagia dan sebaliknya. Sebagaimana umumnya perempuan, begitu pula yang dialami Ratri.

Dia yang kecewa dan sedih mengetahui ulah suaminya. Dia merasakan kehampaan dalam hubungan rumah tangga. Bagaimana mungkin bisa menata perasaan saat berdekatan bersama suami yang telah tega berkhianat dengan perempuan lain. Sepolos dan selugu apa pun perempuan seperti Ratri, tidak mungkin mudah melupakan.

Permintaan maaf suami juga tidak cukup. Beberapa pria biasanya memudahkan kelakuan buruknya terhadap istri dengan kata maaf. Wanita harus tegas sehingga kalau mengalami kasus seperti ini tidak cengeng, melainkan tatag. Dalam kaca mata psikologi, sesungguhnya perasaan tidak dapat disalahkan. Tidak ada yang salah dengan perasaan Ratri yang tak mudah menghilangkan kebencian terhadap suaminya.

Sangat manusiawi jika Ratri marah atau tidak sepakat, merasa tak nyaman, sakit hati, bahkan keberatan. Namun, wanita yang baik harus juga menjadi pemaaf, agar dapat melupakan masa kelam dan membangun dunia baru. Dari awal sampai akhir cerita, novel Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku ini bisa dijadikan refl eksi rumah tangga sekaligus tamparan keras bagi suami dan istri.

Meskipun perempuan bisa saja tidak setia, tetapi fakta sosial kerap kali menempatkan laki-laki yang lebih sering tidak setia. Namun, di zaman sekarang banyak juga wanita yang berselingkuh, terutama di kota-kota besar. Jadi, dua-duanya berpotensi berselingkuh. Kini tinggal tanggung jawab moral masing-masing pribadi, tak lagi berdasarkan jenis kelamin. Pihak perempuan sering kali menjadi korban ulah suami yang mata keranjang. Namun, sebenarnya keputusan ada di pihak wanita, mengapa dia mau diajak berselingkuh.

Parahnya, demi alasan moral dan menjaga kehormatan keluarga, perempuan sering kali dipaksa diam. Lewat novel ini, suami dan istri diajak menyadari bahwa pernikahan harus dijaga setiap hari. Mereka berdua sudah berjanji sehidup semati sampai akhir zaman. Tak ada yang boleh memisahkan, kecuali kematian. Pernikahan tak sekadar menyatukan pria dan wanita, tapi lebih dari itu sebagai kesadaran saling mencintai. Cinta adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada orang yang dicintai dan membiarkan orang yang dicintai bertumbuh.

Namun, orang sering salah mengerti bahwa ‘cinta’ adalah memiliki dan karena itu bukanlah ‘cinta’ melainkan sebuah belenggu. Pernikahan juga upaya membangun generasi mendatang yang lebih baik. Sebagai ikatan suci, suami dan istri terikat janji untuk mempertahankan biduk rumah tangga.

Banyak konflik rumah tangga yang salah satunya disebabkan oleh pengkhianatan salah satu pihak. Kisah dalam novel ini mengajarkan arti kesetiaan, pengorbanan, dan kesabaran dalam sebuah hubungan rumah tangga. (Armawati - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku...

Penulis

: Dian Nafi

Penerbit 

: DIVA Press

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Drama

Tebal

: 208 Halaman

ISBN

: 978-6027-933-92-7

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236817

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit