Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya Cetak E-mail
(3 votes)

Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun CahayaNovel ini menceritakan kisah hidup seorang perempuan yang kehilangan cinta pertama dan terakhirnya karena sahabat kecilnya menikah. Tokoh "Aku" yang tidak pernah diketahui namanya ini, sejak kecil mengaku sebagai Alien yang tersesat di bumi. Bersama tuan alien ini, mereka membenci dunia. Keduanya sama-sama ingin menghancurkan hidup lantaran tidak pernah sesuai dengan lingkungan tempat tinggal. Tuan alien sempat berikrar "kelak kita akan menikah seperti manusia kebanyakan", (hlm 11).

Seiring waktu, pandangan alien terhadap dunia jauh berubah, menjadi lebih manusia dari manusia itu sendiri. Dia bekerja dari pukul delapan pagi hingga lima sore, membaca surat kabar, dan taat membayar pajak. Sementara "Aku" tetap menjalani hidup sesuka hati dengan berpindah dari gunung ke laut, danau, atau gua. Mereka sampai di persimpangan yang tak mungkin lagi bisa disatukan, (hlm 211).

Setiap bagian dalam novel ini dikemas dalam bentuk surat untuk tuan alien yang berisi kisah hidup "Aku". Bermula dari kiriman surat undangan pernikahan beserta bingkisan berisi kebaya yang terselip tulisan "Datanglah sebagai sahabat kecilku yang manis dengan kebaya ini", (hlm 14), "Aku", yang saat itu masih melajang hingga usia 41 tahun, tidak tahu cara mengungkapkan kecemburuan dan kehancuran hatinya menyaksikan sahabat kecil sekaligus cinta pertamanya itu menikah dengan perempuan lain. (hlm 19).

Dua hari setelah menerima surat undangan dari alien, "Aku" mendatangi toko buku. Sejak itu, dia tahu bahwa gadis yang akan menikah dengan alien seorang penulis. Dia diberitahu pemilik toko.

Menjelang hari pernikahan alien, "Aku" telah siap dengan surat keduanya yang dititipkan pada anak pemilik toko untuk dikirimkan via pos. Dalam perjalanan ke Bali –tempat resepsi pernikahan Alien– "Aku" mengurungkan niatnya untuk mengirim surat kedua. Alasannya tak ingin terlihat mencurigakan di depan istri alien. Selanjutnya, dia hanya terus menulis surat untuk alien dalam jurnal tanpa berniat mengirimnya, (hlm 20-42).

Selain merepresentasikan perjalanan hidup, novel ini juga banyak bercerita tentang proses pencarian jati diri tokoh Aku. Beberapa bulan berselang setelah pernikahan alien, aku bertemu dengan beberapa pria.

Pada surat ke-12, dia menceritakan kawan sekantornya menjodohkannya dengan "pria seniman". Di bawah tempias hujan sore itu, seraya membacakan puisi berjudul sajak kecil tentang cinta, pria seniman menyatakan cintanya. "Aku" pun terlarut dalam bait-bait puisinya. Kasmaran, menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan sepasang sejoli yang tengah dimabuk cinta.

Konflik kembali muncul ketika kesehatan "Aku" mulai terganggu, sementara kekasihnya tengah melancong ke Prancis mengantarkan anak didiknya mementaskan orkestra mengelilingi beberapa kota di Eropa. Hasil diagnosis dokter tak jauh berbeda dengan dugaannya, ia terkena kanker tenggorokan dan harus operasi.

Kekasihnya, yang hanya memutuskan hubungan via telepon itu, datang menemuinya bersama dengan dokter keluarganya membujuk "Aku" agar mau dioperasi, (hlm. 182).

Hari-hari selanjutnya hanya dihabiskan untuk menulis surat untuk tuan alien. Hingga saat kesehatannya kian memburuk, tokoh "Aku" tak mampu lagi menuliskan surat untuk alien dan meminta anak pemilik toko buku untuk menuliskan didiktekan. Tak banyak yang ia ceritakan dalam kondisi yang bahkan untuk berbicara saja sulit. Keinginananya sederhana. Ia hanya ingin menuliskan surat panjang untuk sahabat kecilnya itu dan baru akan berhenti ketika ia mati. Dalam surat yang ke-37, dia berharap suatu saat surat panjangnya sampai di tangan alien. (Dhia Milla - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya

Penulis

: Dewi Kharisma Michellia

Penerbit 

: Gramedia Pustaka Utama

Tahun

: 2013

Genre 

: Novel Fiksi

Tebal

: 240 Halaman

ISBN

: 978-979-2296-40-2

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FIKSI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25230036

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit