Sunset in Weh Island; Bersamamu Mengejar Kilau Senja Cetak E-mail
(2 votes)

Pesona Ujung Negeri

Sunset in Weh Island; Bersamamu Mengejar Kilau SenjaIndonesia, negeri dengan 17.000 pulau lebih yang terhampar dari ujung barat hingga timur, memiliki keindahan mengagumkan. Sayang, informasi tentang keindahan negeri sendiri kerap kurang menggaung sehingga wisatawan domestik masih terkonsentrasi di tempat-tempat populer, seperti Bali, Lombok, dan Yogyakarta.

Novel Sunset in Weh Island membidik keindahan pulau kecil di ujung barat Aceh, Pulau Weh. Buku mengeksplorasi alam Weh dalam sebuah kisah cinta. Dengan segmen pembaca remaja, cara ini sungguh efektif untuk menumbuhkan cinta Tanah Air dan menggairahkan generasi muda mengunjungi wilayah-wilayah negeri sendiri. Tokoh utama kisah ini justru seorang pemuda Jerman. Dia mengunjungi pamannya di Pulau Weh. Axel, nama pemuda itu, meninggalkan Goettingen, Jerman, demi menghindari konflik dengan sahabatnya, Marcel.

Dalam perjalanan menuju Pulau Weh, terjadi perjumpaan dengan Mala, gadis Aceh, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Syah Kuala. Meski awal pertemuan itu terkesan klise, yakni bertubrukan karena langkah yang tergesa, namun tidak mengurangi keasyikan novel ini.

Pertemuan Axel dan Mala terus berlanjut. Cottage paman Axel, Alan Scuba Diving, ternyata bersebelahan dengan restoran milik ayah Mala, Laguna Restaurant. Maka, Mala dan ayahnya sudah akrab dengan paman Axel yang bernama Alan. Lucunya, setiap pertemuan Axel dan Mala senantiasa diwarnai adu mulut sehingga Axel menganggap Mala adalah gadis yang unik, cerdas, dan tidak mau kalah dalam berargumen. Tokoh lain, ada Raffi.

Instruktur diving pada Alan Scuba Diving, yang merupakan cinta pertama Mala. Ia kakak kelas Mala ketika di SMA. Hingga lima tahun berlalu, Mala belum sanggup melupakannya. Sebagaimana kisah remaja, novel ini mengangkat percintaan yang berbalut kegalauan. Mala bingung karena Axel ternyata mencintainya. Ia sendiri tidak yakin apakah akan tetap bertahan pada rasa cinta pertamanya, ataukah membiarkan hatinya terbuka menyambut Axel.

Kemudian muncul Andrea, gadis Jerman yang mencintai Axel, membuat kisah cinta ini tidak mudah ditebak pembaca. Berbicara setting, penulis menggarap maksimal. Pembaca disuguhi keindahan Pulau Weh dan sekitarnya. Detail Pelabuhan Ulhee-lhee, Balohan, Ie Boih, Pulau Rubiah, Danau Aneuk Laot, Tugu Nol Kilometer, dan tempat-tempat eksotis lainnya dihadirkan jelas. Keindahan momen sunset dan sunrise pun semakin melengkapi.

Siapa sangka di pulau terpencil itu terdapat show room mobil mewah impor dengan harga miring mulai dari Jaguar, BMW, Alphard, Lexus, Mercedes Benz (hal 137). Tak ketinggalan keindahan bawah laut pun tampil memesona. Karangkarang yang berwarna semarak, berkibar-kibar, sesekali terlihat mengembang mengerucut. Gerombolan ikan seperti dalam Finding Nemo, hilir-mudik di depan, belakang, kiri, dan kanan (halaman 98).

Ada pesan tentang keseimbangan hidup. "Bagaimana laut yang tenang kemudian bergelombang, membawa ombak naik, surut, menepi, lalu kembali lagi. Tuhan membuatmu memiliki sahabat, tapi bersamaan dengan itu Tuhan memberimu musuh.

Saat kamu senang maka Tuhan juga memberimu sedih. Mengapa? Agar kualitas bahagiamu lebih berlipat ganda. Ketika kamu marah maka Tuhan memberimu kesempatan untuk memaafkan. Untuk apa? Agar kamu belajar menjadi dewasa dari kesalahan orang lain" (hal 192). Sisi lain, pembaca diajak untuk memaknai sebuah kesetiaan. "Aku tahu, separuh hatiku tertinggal di sini, karenanya aku selalu kembali, di hatimu" (hal 243). (Linda Nurhayati - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul

: Sunset in Weh Island; Bersamamu Mengejar Kilau Senja

Penulis

: Aida MA

Penerbit 

: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)

Tahun

: 2013

Genre 

: Pengembangan Diri

Tebal

: 252 Halaman

ISBN

: 978-6029-397-73-4

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25229907

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit