Gus Dur, Guru & Masa Depan Papua; Hidup Damai Lewat Dialog PDF Cetak E-mail
(1 vote)

Masyarakat Papua dan Gus Dur

Gus Dur, Guru & Masa Depan Papua; Hidup Damai Lewat Dialog

Sebuah buku yang ditulis Titus Pekei berjudul Gus Dur, Guru & Masa Depan Papua; Hidup Damai Lewat Dialog telah dirilis di gedung Sinar Kasih, Jl Dewi Sartika, Jakarta, Kamis, kemarin. Buku yang disunting Apul D. Maharadja dan diterbitkan PT Pustaka Sinar Harapan itu, setebal xxiv dan 253 halaman, dan terdiri dari 18 bab.

Sebagaimana judulnya, buku yang kata sambutannya ditulis Lily Chodijah Wahid –adik Gus Dur– hampir di keseluruhan bab-nya berisi tentang sepak terjang mendiang Gus Dur dalam memuliakan propinsi paling Timur Indonesia itu. Bahkan di bab 2 dari judulnya sudah bisa ditebak mau ke mana pembaca dibawa; Riwayat Perjalanan Gus Dur (hal. 7).

Demikian di bab selanjutnya, seperti bab 3 yang bernarasi tentang "Gus Dur Guru Papua" (hal. 27). Bab 4: Jasa Gus Dur "Dari Irian Jaya Diakui Menjadi Papua" (hal. 43). Bab 5: "Presiden SBY; Gus Dur Bapak Pluralisme" (hal. 53), juga di beberapa bab lainnya. Intinya, Pekei ingin mengatakan, hanya Gus Dur lah yang paling tahu, bisa dan mampu memahami bagaimana menempatkan dan memperlakukan Papua sebagaimana mustinya.

Karena sebagai bagian dari wilayah dan warga bangsa, pendekatan kepada Papua harus melalui pendekatan sosiologis, antropologis, yuridis dan dialogis, "Dan itu semua sudah dilakukan oleh Guru Bangsa Gus Dur," imbuh Titus Pakei. Padahal kekayaan sumber daya alam sangat luar biasa, tapi sayangnya hingga kini, belum bisa sepenuhnya digunakan untuk kemakmuran rakyat yang tinggal di sana.

Contoh sederhananya dengan mengembalikan nama Irian menjadi Papua, misalnya. Irian yang dalam sebuah cerita bisa diartikan sebagai Irian Ikut Indonesia Anti Nederlands, sayangnya, sampai kini pun, karena belum ada political will (niat baik) dari pemerintah, ujar Lily Chodijah Wahid, Anggota DPR-RI, yang menjadi satu pembicara dalam bedah buku itu, "Belum berhasil membuat Papua ditempatkan di tempat semestinya."

Lily menambahkan, nurani penyelenggara negara saat ini yang dia nilai sudah tidak ada. "Membuat kita semua, bukan hanya rakyat Papua yang dibohongi dan dibodohi oleh sistem," katanya.

Oleh karena itu, sebagaimana dia tulis di kata sambutan buku ini, Lily merindukan politik keberpihakan dan pendekatan kemanusiaan di tanah Papua. Meski dia menyadari, memiliki keberpihakan kepada orang yang terpinggirkan sangat membutuhkan nyali. (Hal. xv).

Lalu mengapa hanya Gus Dur, paling tidak hingga saat ini, yang sangat dekat dan concern dengan isu keperpihakan? Karena Gus Dur, masih menurut Lily, sangat memahami dan menghayati karakter dan jati diri bangsa yang beragam, harus diletakkan dalam karakter multikulturalisme, "Yang mengacu pada pemenuhan hak-hak kewarganegaraan (civil rights)."

Dengan buku ini, Pekei sebagaimana Lily juga berharap, tidak semata ingin memberikan ingatan pembaca atas sosok Gus Dur yang dekat dengan masyarakat Papua. Tapi juga sekaligus kerinduan Pekei kepada publik terhadap politik keberpihakan, pendekatan kemanusiaan, dan penegakan keadilan yang telah dirintis Gus Dur. (sumber: http://www.suaramerdeka.com)

Judul

: Gus Dur, Guru & Masa Depan Papua; Hidup Damai Lewat Dialog

Penulis

: Titus Pekei

Penerbit 

: PT Pustaka Sinar Harapan

Tahun

: 2013

Genre

: Sosial & Politik

Tebal

: 253 Halaman 

ISBN

: 979-416-95-79

 
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447812

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit